
" Capek ?? "
Cahaya menjawab pertanyaan suaminya hanya dengan sebuah lirikan sinis , menyebalkan rasanya ketika mendengar pertanyaan yang sudah pasti suaminya tahu jawabannya . Seperti tak kenal lelah suaminya terus saja meminta jatah malamnya , tak henti membawanya mengarungi samudera asmara .
" Menyebalkan .... " gumam Cahaya yang langsung di sambut tawa suaminya . Pria itu semakin erat merengkuh tubuh polos yang berada di bawah satu selimut dengannya . Setelah mandi tadi dia langsung membopong istrinya ke atas ranjang tanpa terlebih dulu memakai baju . Baginya dengan bersentuhan skin to skin lebih bisa menghangatkan tubuh keduanya . Selain itu juga akan lebih mudah jika ia nanti kembali menginginkannya .
" Terimakasih sudah mau menerima cintaku sayang , aku berjanji akan terus berusaha menjadi yang terbaik untukmu !! "
" Aku percaya itu ! Terimakasih juga sudah mau menerimaku dengan segala kekuranganku . Aku juga berjanji akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu Bee !! Sekarang tidur ... kita masih punya waktu tiga jam untuk mengistirahatkan otot yang dari tadi kau paksa untuk bekerja !! "
__ADS_1
Bram kembali terkekeh dengan menciumi pucuk kepala istrinya , entah kenapa ia tak pernah berhenti menginginkan tubuh candunya . Wanita halalnya itu benar benar membuatnya tergila gila .
" Ya sudah sekarang tidurlah sayang .... " lirih Bram dengan mengusap usap lengan Cahaya agar wanita itu segera masuk ke alam mimpinya . Dan benar saja tak lama terdengar alunan nafas halus sang istri , setelah mengecup sekilas bibir kemerahan itu Bram pun bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya . Tapi tiba tiba terdengar notif pesan dari ponsel yang ia taruh di atas nakas yang ada tepat disamping ranjangnya .
Perlahan ia raih ponselnya , pria itu bergerak pelan agar tidak membangunkan istrinya . Bram mengira mungkin pesan itu dari papa atau mamanya bersangkutan dengan acaranya besok malam yang menggelar resepsi pernikahan mereka .
Wajahnya berubah kesal ketika melihat pengirim pesannya , tapi karena penasaran ia tetap membuka pesan apa yang dikirimkan padanya .
Jika saja dia hanya sendirian di kamar ini sudah pasti ia akan membanting lagi ponselnya . Gibran masih saja menjadi bayangan hitam pernikahannya , padahal sudah berkali kali ia memperingatkan baik dengan cara halus atau bahkan dengan cara yang kasar . Pria gila itu selalu berbicara seolah olah Cahaya masih menjadi miliknya .
__ADS_1
Selama ini tak sekalipun Bram membalas pesan pesan unfaedah itu , tapi karena mulai malam ini dia sudah punya hak sepenuhnya atas Cahaya maka Bram ingin menyelesaikan semuanya . Bram mengetik pesan balasan untuk si pengirim pesan yang sangat ia yakin jika dia adalah Gibran .
Temui aku di kafe SS besok setelah jam makan siang ! Jangan hanya jadi pengecut yang berdiri di balik ponselmu ....
Selesai mengetik pesan balasan Bram kembali merebahkan tubuhnya dan merengkuh tubuh istrinya , sampai matipun dia tidak akan melepas pemilik hatinya . Dia menganggap apapun yang dikatakan Gibran hanyalah trik untuk membuat dirinya menjauh dari istrinya .
" Bee ... dingin .... "
Bram tersenyum lebar ketika Cahaya melingkarkan dua tangannya pada tubuhnya . Nalurinya sedikit tergelitik ketika merasakan dua mochi lembut itu menempel sempurna di dadanya .
__ADS_1
Kebahagiaannya terasa sudah sempurna dengan memiliki Cahaya di sampingnya . Akan banyak kerikil yang mungkin akan menghalangi jalan pernikahan mereka , tapi Bram berjanji akan menjadi imam yang baik untuk makmum cantiknya .