Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
55


__ADS_3

" Vin nanti kami tolong bantu ibu pilihin set perhiasan yang besok mau di pakai ibu ke arisan nanti ya ! " kata Sofi pada putrinya , dia terlihat sedang mengeluarkan satu demi satu set perhiasan dari kotak perhiasan dengan ukuran cukup besar .


" Lhohh ini kan punya Mbak Gista Bu , darimana ibu mendapatkan ini !? Mending ijin sama Mas Gibran dulu ... " kata Vina yang tahu jika pasti ibunya mengambil perhiasan ini di lemari yang ada di kamar Gibran . Dia tahu jika tak ada satupun barang yang di bawa ketika kepergian mantan istri kakaknya itu .


" Terus kenapa kalau ini punya Gista , dia juga sudah minggat !! Kalau tidak di pakai malah lama lama karatan . Mending di pakai lbu , bisa di pamerin ke teman teman ibu yang pada norak itu, " sinis Sofi yang sebal ketika teman teman sosialitanya mampu pamer tas bermerk berharga fantastis atau bahkan mobil keluaran terbaru .


Sangat berbeda dengan dia yang tiap hari harus pusing dengan debt kolektor yang datang ke rumah untuk menagih hutang hutang judinya . Dulu Gista yang dia jadikan tameng untuk mencicil semua hutangnya , menantunya itu yang diam diam melunasi semua hutangnya walau di cicil sedikit demi sedikit .


" Ibu kan tahu kalau Mas Gibran masih sangat mencintai Mbak Gista , mereka berpisah juga karena ulah kita ! Dulu Vina kira Mas Gibran akan lebih bahagia jika berpisah dengan istrinya , tapi nyatanya malah tambah terpuruk ! "


Bukan tanpa alasan Vina berbicara seperti itu , jalannya kasus perceraian tidak lagi bertele tele sejak pengacara Gista ikut menanganinya .Ketakutan Gibran resmi berpisah dengan sang istri sepertinya sudah tampak di depan mata .


" Halahhhh siapa bilang kakakmu terpuruk ?? Ibu yakin dia pasti akan mendapat gantinya secepat mungkin . lbu juga sudah punya kandidat pengganti kakak iparmu , dia anak konglomerat ! Bukan seperti Gista yang hanya pengangguran , tiap hari ngejogrok di rumah tidak jelas . Kandidat lbu ini sih wanita karir , bisa menghasilkan duit ! "


Vina hanya bisa geleng geleng kepala , ibunya tidak bisa melihat penderitaan kakaknya . ltu sebabnya Gibran sekarang tidak pernah betah tinggal di rumah . Selalu pulang malam untuk bekerja lembur di kantor , jika tidak maka Gibran memilih keluar bersama teman temannya di kafe atau bahkan klub malam .


" Kenapa kotak perhiasan istriku bisa ada di sini !!? "

__ADS_1


Sofi dan Vina terlonjak kaget mendengar suara Gibran yang tiba tiba sudah berdiri di ruang tamu dengan mata nanar ke arah kotak perhiasan yang terbuka . Kemudian ke arah semua perhiasan yang sedang di pakai ibunya terutama cincin yang melingkar di jari Sofi . Cincin berlian itu hadiah darinya untuk Gista saat ulang tahun pernikahan mereka yang pertama . Semua perhiasan itu menyimpan kenangan tentang istrinya .


" Lepaskan itu semua .... lbu boleh ambil semua , bahkan nyawaku !! Tapi jangan perhiasan perhiasan itu ... itu milik istri Gibran Bu !! "


Bukannya melepas , Sofi malah berdecih sebal ketika putranya meminta semua perhiasan perhiasan itu untuk di kembalikan .


" Istri yang mana maksudmu ?? Dia sendiri yang minggat dan meninggalkan semua ini , dia berbuat semua ini hanya untuk menarik simpatimu ... trik lama !! Jangan jadi pria bodoh , seharusnya kau bersyukur wanita parasit itu sudah meninggalkan kita ! "


" Cukup Bu ... " lirih Gibran tak mau mendengar wanita yang ia cintai kembali di pojokan oleh ibunya . Memori tentang drama ibu dan adiknya yang membuatnya menjadi sangat membenci Gista terulang kembali di otaknya .


" Tapi lbu benar , dia tak bisa memberikan penerus pada keluarga kita !! Tiap hari ada di rumah , tidak seperti istri pengusaha lain yang punya usaha sendiri !! Yang dia tahu cuma menghabiskan uang kamu saja , dia ... "


Teriakan Gibran membuat dua wanita di depannya berhenti kaget dan mampu membungkam ibunya untuk tidak meneruskan kata kata yang selalu menghina istrinya .


" Kau berani membentak ibumu sendiri ?? Kau lihat sendiri kan bagaimana wanita itu membawa pengaruh buruk untukmu !!? "


Vina langsung meraih bahu ibunya dan menggelengkan pelan kepalanya , gadis itu meminta ibunya untuk diam karena dia tahu amarah mulai tersulut di hati kakaknya .

__ADS_1


" lbu tahu saat meninggalkan rumah ini dia meninggalkan surat untukku . Dia berterimakasih padaku karena di beri kesempatan untuk bisa merasakan kehadiran ibu dan adik yang selama ini tidak pernah dia punya ! Dia berterimakasih karena aku sudah mencintainya . Dan ibu tahu apa yang di tulis di akhir suratnya ?? Dia memintaku untuk membahagiakan surgaku ... dia ingin aku membahagiakanmu Bu ! Karena surga anak ada di telapak kaki ibunya,."


Vina berjalan ke arah kakaknya dan memeluknya , dia sedih ketika melihat kembali luka menganga di hati Gibran .


" Kak ... sudah ! "


" Tapi aku tidak pernah merasakan surga itu disini , semakin hari aku merasa hidup di neraka ! Seperti juga Gista , Aku membayar semua hutang judi ibu karena mengira ibu akan berhenti dari kebiasaan buruk itu ... tapi semakin aku menutupnya malah ibu semakin menjadi . Bukan istriku yang bersalah , tapi aku !! Aku bisa menjadi anak yang baik tapi aku tidak mampu menjadi suami dan kepala keluarga yang baik . Dan Allah menghukumku atas hal itu , dia ambil semua dariku .... Dia membuat aku sendiri yang melepas kebahagiaan sejatiku , melepas separuh nyawaku ! "


Tubuh Gibran luruh ke bawah , Vina pun berlinangan air mata dengan memeluk sang kakak .


" Sudah Kak ... lbu sebaiknya kembalikan semua perhiasan itu ke kotaknya , kasihan kak Gibran !! " kata Vina pada ibunya .


" Jika aku kembalikan semua ini apa bisa membuat wanita parasit itu kembali ???! Tidak bukan !? Dia harus bisa hadapi kenyataan jika dia sudah bercerai dengan istrinya !! Tak perlu menyesali ... masih banyak wanita di luar sana yang lebih sempurna dari wanita parasit itu !! Buka matamu Gibran !! " sengit Sofi yang tidak suka jika Gibran membuatnya seolah olah dia adalah penyihir jahat yang membuat putranya sendiri menderita .


" Kak ... mau kemana !!? "


Gibran tak menjawab , dia terus berjalan ke arah mobilnya . Yang dia inginkan sekarang adalah menjauh dari nerakanya ! Sebelum melajukan mobilnya dia tampak menelpon seseorang ,

__ADS_1


" Bim kita pesta malam ini di tempat biasa ... kali ini aku yang traktir !!! Kita akan minum sepuasnya ... "


__ADS_2