Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
84


__ADS_3

Bram memperhatikan salah seorang dari tim marketing Gibran yang sedang memberikan presentasi mengenai proyek yang ditangani papanya . Walau tidak sepenuhnya terjun dalam proyek yang bekerjasama dengan Bagaskara tapi Bram tetap tahu perkembangannya karena setiap hari dia dan Hardian akan membahas tentang semua proyek proyek Sadewa bahkan ketika di rumah sekalipun .


Sesekali ia menatap malas Gibran yang juga ikut dalam meeting kali ini . Untung saja mereka tidak duduk berdekatan hingga Bram mampu sedikit mengabaikan kehadiran pria tersebut .


Selesai meeting semua tim berjabat tangan , dan acara akan dilanjutkan dengan makan bersama karena kebetulan acara meeting di adakan di aula sebuah restoran . Bram terlihat tersenyum ketika melihat ponselnya , Cahaya mengiriminya pesan jika wanita itu sudah ada di depan restoran . Sesuai janjinya mereka akan makan siang bersama siang ini .


" Sayang kok nggak masuk sekalian , katanya mau makan . Yuk gabung sama teman teman di dalam saja , sehabis meeting kita langsung makan siang bareng ! " Bram menyusul istrinya yang masih ada di dalam mobil bersama supirnya di area parkir restoran . Sengaja dia ingin mengajak Cahaya bergabung di dalam agar Gibran bisa melihat kemesraan mereka . Sangat kekanakan , tapi itulah yang ingin dia lakukan sekarang . Dia ingin membuat Gibran sadar jika Cahaya sudah menjadi miliknya seutuhnya .


Cahaya mencubit lembut pipi suaminya , tanpa mengatakannya pun wanita itu tahu maksud di balik ajakan itu .


" Nggak usah aneh aneh Bee , kita makan di tempat lain saja ! Kalau aku ikut makan di dalam nanti ujung ujungnya lihat kamu berkelahi ... aku lagi kangen sama kamu , jadi pengen makan berdua saja . Boleh !? "


Seperti mendapat angin segar , Bram menjadi sangat bersemangat ketika mendengar kata kangen dari istrinya . Kata itu seolah menggambarkan jika istrinya sedang menginginkan dirinya .


" Ya sudah , ada hotel tak jauh dari tempat ini . Kita ke sana saja sayang ! "

__ADS_1


" Hotel ?? Kita mau makan siang Bee bukan mau menginap !! "


" Ya kan ada restorannya disana ! Hanya itu tempat terdekat dari tempat ini, " kilah Bram tak mau kalah .


Tapi pandangan mereka kemudian teralih ketika ada sebuah suara di belakang mereka .


" Takut makan siang bersamaku Tuan Bram ?? Apa kau takut jika dia masih memandangku ?? Apa kau takut jika hatinya masih tergetar ketika berada di dekatku !? "


" Brengsek !! "


" Bee ... tadi kau ingin ke hotel kan ?? Ayo kita kesana , aku sedang ingin memakanmu ... kau tahu maksudku kan !?? " kata Cahaya menarik lembut tangan suaminya , ia ingin mengalihkan perhatian Bram dari kata kata provokasi dari mantan suaminya . Sang supir yang merangkap sebagai bodyguard juga terlihat bersiap berjaga jika terjadi hal yang tidak di inginkan .


" Tunggu sayang .... kita makan disini saja . Semua timku ada disini , itu artinya sebagai pemimpin aku juga harus bersama mereka . Tenang saja aku tidak akan mempedulikan pria brengsek itu !! Kau sendiri yang bilang jika aku harus bersikap profesional kan !? "


Walau sebenarnya kurang setuju tapi Cahaya tetap mengikuti langkah suaminya . Dia tak ingin membuat malu pewaris tunggal Sadewo dengan berkeras dengan kemauannya sendiri .

__ADS_1


Semua tim Sadewo maupun Bagaskara terlihat duduk melingkar di sebuah meja . Ketika makanan sudah disiapkan salah seorang dari tim Sadewo mengangkat gelasnya .


" Karena kebetulan Nyonya Muda Sadewo ada disini , kami tim marketing ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian . Semoga menjadi keluarga samawa, adem ayem selamanya !! '


" Aminnnnm .... " sahut semua orang di tempat itu kecuali seorang pria yang membuang mukanya ke samping agar tidak melihat senyum kemenangan dari dua pasangan yang sedang di beri selamat .


Bram menggenggam erat tangan istrinya , mereka tersenyum.dan mengangguk seolah menerima ucapan selamat itu .


" Terimakasih ... "


Setelah itu mereka makan dengan suasana yang hangat . Cahaya bisa bernafas lega karena Bram bisa tidak menunjukkan kebenciannya pada Gibran di depan orang orangnya . Walau masih kaku tapi kadang mereka saling berbicara .


Ketika acara selesai dan satu persatu orang sudah pergi tampak seorang wanita cantik masuk ke aula dan berjalan cepat ke arah Gibran .


PLAAKKKKKK ...

__ADS_1


" Kau memang BRENGSEEKKK !!! "


__ADS_2