
Bed rest di rumah terasa sangat membosankan untuk Gisel , wanita itu sudah terbiasa aktif di luar . Baik untuk memantau usahanya ataupun hanya sekedar bersosialisasi dengan teman teman dari kalangan atasnya . Tiduran di ranjang terus menerus seperti ini membuat badannya malah terasa pegal .
Untuk mengisi waktunya ia memutar musik sambil membaca novel online di ponselnya , sebuah kegiatan baru yang mulai dia suka . Ternyata tidak terlalu buruk rasanya ketika harus tetap tinggal di kamar dengan diselingi membaca kisah kisah cinta seru di ponselnya .
KLEKKKKK ....
Pintu kamarnya tiba tiba terbuka , ibunya terlihat melangkah masuk dengan membawa susu dan sepiring kentang rebus untuk cemilan . Di masa awal kehamilannya ini Gisel kurang suka makan nasi , ia menjadi lebih suka pasta ataupun umbi umbian . Kata ibunya wajar karena mungkin dari bawaan bayinya .
" Ckk bosan Bu , masa tiap hari harus minum susu ! Aku bukan anak kecil lagi, " rengek Gisel yang bosan karena setiap hari harus minum susu khusus ibu hamil . Apalagi dari dulu dia sangat tidak menyukai susu , Gisel lebih suka mengkonsumsi jus untuk menjaga dietnya .
Nyonya Darsono hanya tertawa kecil melihat putrinya , sudah dari dulu dia ingin Gisel yang seperti ini lagi . Sejak pernikahannya yang hancur dulu Gisel menjadi sosok tak tersentuh . Putrinya menjadi sosok yang sangat mandiri , sangat jarang bicara dengannya ataupun ayahnya . Dia tahu putrinya berusaha menyimpan semua luka itu sendiri , dan sejujurnya itu malah sangat menyakitkan untuknya . Tak ada seorang ibu yang ingin melihat putrinya menderita .
__ADS_1
" lni untuk cucu lbu sayang , kau harus meminumnya agar anakmu sehat ! " kata Nyonya Darsono menyerahkan gelas berisi susu rasa coklat itu kepada Gisel . Walaupun menggerutu tapi Gisel tetap meminumnya karena jika tidak makan , satu jam kedepan ia akan mendengar banyak petuah yang sudah bosan ia dengar .
TINGGGG .....
Gisel meraih ponselnya karena mendengar notif pesan , dan dahinya mengernyit ketika membaca isi pesan yang terkirim padanya .
Minum susunya , itu aku buatkan khusus untuk anakku ....
" Kamu kenapa sayang ?? "
" Enggak Bu , cuma ada orang gila ngaku ngaku sudah bikin susu untukku . Jelas jelas lbu yang membuatnya, " kata Gisel kembali meletakkan ponselnya di atas nakas .
__ADS_1
Nyonya Darsono duduk dipinggiran ranjang , sepertinya ada yang ingin ia bicarakan dengan putrinya .
" Bukan ibu yang membuatnya , tadi ada tamu yang ingin bertemu dengan ayahmu . Sekarang mereka sedang bermain catur di halaman belakang rumah . Dia yang tadi minta ijin untuk membuat susu untukmu, " kata Nyonya Darsono yang seketika membuat Gisel berpikir .
" Tamunya membuat susu untukku ? Bagaimana bisa !? "
" Gibran sedang ada di halaman belakang , ayahmu yang mengundangnya datang ke rumah . Tadi Gibran mengatakan tidak akan memaksa bertemu jika kau masih tidak ingin melihatnya . Dia hanya ingin memenuhi undangan ayahmu dan akan pergi setelahnya ! "
Gisel masih berpikir , sepertinya ada yang sudah terjadi tanpa sepengetahuannya . Tidak mungkin dua pria generasi itu akur dengan tiba tiba . Gisel sangat paham dengan sifat dan watak ayahnya . Walau bijaksana tapi Heru bukanlah seorang pemaaf , dan menurutnya Gibran dan dirinya sudah melakukan kesalahan yang sulit untuk di maafkan .
" Kau mau kemana sayang !? Pelan pelan saja jalannya tidak usah lari begitu ! " pekik Nyonya Darsono ketika melihat putrinya beranjak dari ranjang dan berlari kecil keluar kamar .
__ADS_1
" Aku hanya ingin melihat dia Bu !!! "