Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
49


__ADS_3

" Mas Jarwo tahu kemana wanita itu pergi ?? " tanya Bram yang sudah dua hari ini tidak bertemu dengan pemilik hatinya . Otaknya menjadi tidak bisa berpikir dan hatinya terasa tidak tenang , Bram khawatir terjadi sesuatu pada Gista karena ia tahu mantan suami wanita itu terlalu over posesif .


Sore setelah pulang kerja ia menyempatkan diri berkunjung ke rumah Jarwo untuk bertanya tentang Gista . Kebetulan supir angkot itu juga sudah berada di rumah .


" Lha wanita yang mana to Mas ?? Wanita kan banyak ! Ada lnem , Mak Sri , Mbak Neny atau penjual kopi di pasar juga wanita lho ! Yang mana coba ?! " jawab Jarwo yang sebenarnya tahu siapa wanita yang Bram maksud . Pria muda itu masih selalu gengsi untuk mengakui jika dia tertarik dengan janda muda mantan majikan istrinya .


" Mantan majikan Mbak lnem .... "


" Ooooo ... itu ! Saya sih kurang tahu Mas soalnya kemarin pamitannya sama lnem , bukan sama saya . Dengar dengar sih Mbak Gista mau tinggal sama keluarganya. "


Bram semakin panik , Gista adalah yatim piatu berarti tidak mungkin ia mempunyai saudara lagi . Dia berpikir mungkin saja Gibran memaksanya untuk pulang dan kembali menjadi istrinya padahal Gista sudah mantap untuk berpisah .


" Jangan panik dulu begitu to Mas , setel kendo ( santai saja) ! Kalau Mbak Gista ada yang memaksa seperti yang Mas pikirkan pasti dia sudah minta tolong sama lnem atau sama saya . Bisa juga ia langsung minta tolong sama Mas Bram !! "


Bram diam , ia menatap supir angkot berwajah sangar di depannya . Bagaimana bisa pria bertatto itu bisa membaca jalan pikirannya , semua yang dikatakan persis seperti yang sedang dia pikirkan .

__ADS_1


" Mantan suaminya masih ingin dia kembali bersamanya Mas , saya takut pria bernama Gibran itu nekat membawa Gista kembali padanya, " ujar Bram akhirnya mengakui kekhawatirannya .


" Ndak semudah itu mereka kembali Mas ! Mas Gibran sudah menalak tiga istrinya , itu artinya tidak ada satupun jalan kembali kecuali jika Mbak Gista sudah menjadi janda untuk kedua kalinya . Dengan kata lain Mbak Gista sudah menikah dengan orang lain kemudian suami barunya menceraikannya . Nahhh ... jika itu terjadi baru Mas Gibran boleh kembali pada mantan istrinya ! ltupun jika Mbak Gista masih mau balikan sama dia "


" Mimpi .... jika dia sudah jadi milikku maka sampai matipun aku tidak akan melepasnya !!! "


Jarwo tertawa mendengar gumaman Bram , benar dugaannya jika pria tampan didepannya ini memang sudah tergila gila pada mantan majikan istrinya .


" Assalamualaikum .... "


" Walaikumsalam ! " sahut kompak dua pria itu .


" Lhohhh ada tamu to , sudah lama Mas Bram ??! Tahu begitu tadi lnem mampir ke pasar beli martabak manis dulu, " kata lnem yang kemudian meraih tangan suaminya untuk salam takzim .


" Bram cuma mampir sebentar kok Mbak ! O iya apa saya boleh bertanya !? "

__ADS_1


" Tanya apa Mas ? Jangan pertanyaan yang susah susah ya !? Suka loading soalnya kalau mikir ... " sahut lnem sambil tertawa kecil .


" Saya hanya ingin bertanya kemana Gista pergi , kata Mas Jarwo kemarin dia sempat berpamitan pada Mbak lnem . Maaf , tapi saya masih ada urusan sama dia Mbak "


Inem menatap ke arah suaminya dan Jarwo terlihat menganggukkan kepalanya , seakan memberi ijin sang istri untuk berbicara lebih lanjut .


" Kemarin Mbak Gista pamit ke saya jika ingin tinggal bersama ibunya . Katanya belum lama ini dia bertemu dengan keluarganya . Dia juga titip ini , katanya suruh di kasihkan pada mas Bram, " lnem memberikan satu amplop kecil pada Bram .


Bram terlihat meremat amplop putih yang baru saja ia buka , raut mukanya menjadi merah padam karena menahan kemarahannya . Amplop itu berisi dua lembar uang seratus ribuan yang artinya jika Gista sudah membayar lunas hutang yang sejatinya tidak pernah ada .


Hutang yang sebenarnya direkayasa Bram agar bisa lebih leluasa mendekati pemilik hatinya . Dan uang dua ratus ribu ini seakan menutup jalannya untuk mendapatkan wanita itu . Tidak , tentu saja tidak akan ada satupun yang bisa menghalanginya untuk terus berjuang sampai Gista benar benar menjadi miliknya .


" Mbak lnem punya nomor ponsel milik Gista ?? Apa saya boleh memintanya !? "


" Ada Mas ... sebentar, " jawab lnem yang kemudian mengambil tasnya .

__ADS_1


Setelah berhasil mendapat nomor yang di inginkannya Bram segera pamit . Pria muda itu segera melesatkan motornya untuk kembali ke rumah sebelum ibunya khawatir padanya .


Jika Gista berpikir semua berakhir dengan uang dua ratus ribu yang di berikan padanya maka wanita itu salah besar !! Apapun yang terjadi dia tidak akan membiarkan Gista menjauh darinya karena mau tidak mau , cepat atau lambat wanita itu akan segera menjadi miliknya .


__ADS_2