
" Bee .... "
Cahaya menghampiri sang suami yang sudah mengenakan baju rumahan dan tiduran di atas ranjangnya . Pria itu terlihat pura pura memejamkan matanya . Cahaya tahu Bram pasti masih marah dengan kejadian yang baru saja terjadi .
Wanita itu sengaja tidak langsung menyusul suaminya naik di atas ranjang . Cahaya membersihkan dirinya dulu di kamar mandi kemudian memakai koleksi lingerienya yang beberapa hari yang lalu sengaja ia beli dan ia tempatkan di kamar suaminya yang ada di rumah mertuanya . Cahaya hanya berpikir untuk membawa suasana baru dengan mengenakan baju baju seperti itu .
Selesai memakai lingerie ia sengaja berlama lama di depan meja rias untuk merawat diri . Memakaikan butter ke seluruh tubuh , memakai vitamin rambut hingga mengaplikasikan parfum dengan aroma lembut ke beberapa titik ditubuhnya . Cahaya tersenyum ketika sang suami sudah bergerak gelisah dengan mata yang masih pura pura terpejam . Wanita itu tahu wangi tubuhnya sudah mengganggu ketenangan suaminya .
Setelah selesai ia perlahan naik ke atas ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hingga hanya kepalanya yang masih terlihat . Cahaya tidur dengan memunggungi sang suami yang masih pura pura tidur telentang . Senyum wanita itu mengembang ketika lirih ia mendengar suara suaminya .
" Sayaaanngggg ... kok malah aku yang dicuekin sih !! Sayang kangeeeennnn !! "
Cahaya tertawa dalam hatinya tapi ia pura pura tak mendengarnya , sama seperti ketika ia memanggil sang suami yang malah pura pura tidur tadi . Kadang Bram menjelma menjadi pria dewasa tapi kadang suaminya menjadi kekanakan dan manja seperti ini . Pria dingin dan temperamen itu harus dibujuk jika sedang marah . Sama seperti seorang anak yang harus di belikan permen atau balon ketika sedang marah .
" Sayaaanngg .... "
__ADS_1
Bram menyingkap selimut yang menutupi tubuh istrinya dan berkali kali ia harus sulit menelan salivanya ketika melihat tubuh sintal yang hanya terbalut lingerie transparan sewarna kulit yang hampir sembilan puluh persen memperlihatkan kulit mulus istrinya .
Seketika Cahaya membalikkan badan dan kembali menaikkan selimut hingga menutup tubuhnya ketika merasakan sapuan lembut di area pinggangnya . Kini tubuhnya berhadapan dengan sang suami yang memandangnya sayu .
" Katanya marah ... jadi nggak usah colak colek ! Kalau mau bobo ya bobo saja , ribet !! " sungut Cahaya semakin merapatkan selimut agar menutupi seluruh tubuhnya . Tak ia biarkan tangan kekar yang menyelusup di bawah selimutnya .
" Siapa yang marah ?? Aku cuma tidak suka ketika melihatmu tidak nyaman . Kau pasti merasa terbebani ketika mama memberikan susu pra matterna itu , susu yang di konsumsi untuk mempersiapkan kehamilan . ltu seolah olah mama sedang memaksa kita untuk segera punya momongan ! "
" Aku mengerti Bee , tapi sangat wajar jika mama , papa atau siapapun anggota keluarga kita mengharap hadirnya seorang anak diantara kita . Karena itu adalah salah satu hakekat sebuah pernikahan yaitu memberikan penerus keluarga . Maksud mama baik Bee , susu itu bukan hanya untuk mempersiapkan kehamilan tapi juga untuk kesehatan . Seharusnya kau senang karena mama memberikan perhatian yang begitu besar padaku , bukan malahan marah seperti ini, " kata Cahaya tanpa nada mengajari atau pun menggurui .
" Bee jangan macem macem deh !! Tadi di hotel kan sudah dua kali , capeknya saja masih berasa ... " cicit Cahaya menggigit lembut tangan jahil yang dari tadi ada di balik selimutnya .
" Siapa suruh t*lanjang bobonya , kan jadi pengen lagi sayang .... "
" Hisshhh mana ada t*lanjang !!! lni memang baju tidurnya model begini , lingerie namanya . Cantik ya Bee kalau pakai beginian !? " goda Cahaya yang sudah melihat wajah suaminya memerah sempurna . Dia yakin jiwa laki laki pria disebelahnya sudah berkobar , apalagi dia sudah menyingkap selimut yang membungkus seluruh tubuhnya tadi .
__ADS_1
" Cantik banget sayang , tapi lebih cantik kalau enggak pakai apa apa .... "
SRREEKKKKK
" Akkkhhhhhh .... " pekik Cahaya kaget ketika dua tangan kekar itu tiba tiba merobek lingerie yang dia kenakan .
" Susah bukanya .... nggak ada kancingnya !! "
" Kan bisa bilang dulu kalau mau di buka , tinggal dilepas dari atas, " gerutu Cahaya tak habis pikir dengan ketidaksabaran sang suami .
" Ckk kelamaan !!! Ya Tuhan ... kau memang indah sayang !! "
" Awwwsshhh .... pelan Bee !! " pekik Cahaya yang tak bisa menahan suaranya ketika lidah nakal dirinya sudah bermain di bawah sana . Bram.selalu bisa membawanya melayang ke langit ketujuh .
Dan seperti malam malam sebelumnya , mereka kembali menghabiskan malam panas mereka dengan penuh gairah . Tak pernah bosan mereka menggapai puncak kenikmatan itu bersama sama , berharap suatu saat ada anugerah yang dititipkan pada mereka sesuai harapan orang tua mereka .
__ADS_1