Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
91


__ADS_3

Karena hari ini adalah weekend Gibran bersiap untuk datang kembali ke rumah sakit untuk menemui Gisel . Tadi dia juga mengijinkan Vina kembali menyetir mobilnya sendiri karena menurut laporan yang ia dapat dari sang supir , Vina sudah berubah . Gadis itu mulai bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan sudah fokus untuk kuliahnya .


Walau sudah mulai percaya tapi Gibran tetap akan memantau Vina , ia tidak ingin Vina terjerumus pergaulan bebas seperti teman temannya . Dan pagi ini ia menghubungi Martin untuk minta tolong mengawasi Vina di taman . Tanpa sepengetahuan adiknya ia memang sudah mengenal sang ketua mahasiswa itu cukup lama .


Dia bahkan sering datang nongkrong di kosan Martin hanya untuk mengetahui bagaimana perkembangan adiknya di kampus . Walau jauh lebih muda tapi Gibran merasa ' nyambung ' jika berbicara dengan Martin .


" Mau kemana kamu pagi pagi begini ?? lnem saja belum selesai bikin sarapan, " tegur Sofi yang melihat putranya sudah rapi dengan tangan sudah membawa kunci mobilnya .


" Gibran mau ke rumah sakit Bu ... "


" Jangan katakan kalau kau mau bertemu dengan Gisel , jangan biang buang waktumu untuk itu !! Belum tentu jika anak di dalam kandungannya itu adalah anakmu ! "


Gibran tak terlalu memusingkan perkataan ibunya karena jika ia menanggapinya maka kemungkinan besar hanya akan memicu sebuah pertengkaran hebat .

__ADS_1


" Gibran !!! Kau dengar lbumu ini bicara kan !?? Jangan melakukan hal hal yang tidak berguna .... " pekik Sofi yang berada di abaikan , ia masih merasakan malu ketika dua penjaga keluarga Darsono itu mengusirnya dengan paksa . Padahal ia hanya merasa membela nama baik putranya , ia rasa Gibran tidak akan bisa meniduri Gisel sementara putranya masih tergila gila pada mantan istrinya . Dan ini akan menjadi aib yang akan ia ingat seumur hidupnya .


" Gibran berhenti kau !! "


Satu teriakan itu membuat langkah Gibran terhenti dan membalikkan badan ke arah ibunya .


" Apa mau lbu ??! "


Gibran memejamkan matanya dan seulas senyum yang hambar terukir di bibirnya . Masih teringat jelas di otaknya bagaimana ibunya setiap hari memprovokasi dirinya untuk semakin membenci wanita yang paling ia cintai itu . Dan sayangnya cintanya tidak terlalu kuat untuk mempercayai istrinya sendiri .


" lbu menyuruhku untuk mengejar wanita yang sudah aku lepas ?? Bukankah seharusnya lbu sudah puas karena dia sudah keluar selamanya dari rumah kita ?? Bukankah itu yang ibu inginkan sejak awal pernikahanku ?? lbu tidak pernah menyukainya hanya karena dia adalah anak yatim piatu ... "


" Kau menyalahkan lbu ?? Memang siapa yang menyuruhmu untuk langsung menalaknya waktu itu ?? Tapi jangan memikirkan itu lagi , lbu pasti akan melakukan segala cara agar kau bisa kembali padanya ! " kata Sofi dengan penuh semangat , akan menyenangkan jika ia bisa berbesan dengan janda kaya raya yang mempunyai tambang uang yang tak akan pernah kering itu .

__ADS_1


" Terserah !!! " sinis Gibran yang langsung pergi dari tempat itu , tak peduli dengan ibunya yang masih berteriak memanggilnya . Di lajukan mobilnya secepatnya ke arah rumah sakit dengan harapan Gisel sudah mau bertemu dan bicara dengannya .


Sampai di tempat yang dituju ia segera memarkirkan mobilnya , setelah itu ia segera bergegas menuju kamar Gisel yang ada di lantai dua rumah sakit itu . Sudah ia duga , dua penjaga masih saja berkeras jika ia belum boleh bertemu dengan Nona Muda mereka .


" Cepatlah minggir !! Aku ingin menemui Gisel , kalian lihat sendiri kan kalau aku sudah bertemu Nyonya Darsono kemarin !? '


" Tapi tetap saja tugas kami adalah menghalangi siapapun yang ingin mengganggu istirahat Nona , itu adalah pesan dari Tuan Besar langsung . Kami tidak mau ambil resiko untuk melanggarnya . Bekerjasamalah dengan baik Tuan karena jika tidak kami tidak akan lagi sungkan pada anda !! " ujar salah satu penjaga dengan sopan tapi dengan nada mengancam..


Gibran harus berpikir dua kali untuk nekat , walaupun ia bisa saja berkelahi dengan kedua penjaga itu tapi ia berpikir bagaimana jika seseorang mengambil gambar atau video yang bisa merusak citra nama perusahaannya .


Dengan langkah lunglai ia kemudian perlahan berjalan menjauh dari depan kamar rawat milik Gisel . Beberapa melangkah ke depan salah satu penjaga memanggilnya , pria itu tampak masih memegang ponsel yang dia tempelkan di telinganya .


" Anda boleh masuk Tuan , Nona memberikan anda waktu sepuluh menit untuk berbicara. "

__ADS_1


__ADS_2