Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
111


__ADS_3

Setelah perjamuan makan malam Heru mengajak menantunya berbicara di gazebo sambil menikmati secangkir kopi . Sedang Gisella bersama ibunya masih bercengkerama dengan beberapa saudara yang sengaja menginap malam itu untuk ikut merayakan kebahagiaan keluarga Darsono .


" Ayah ingin bicara denganku ?! "


" Aku memang tidak terlalu suka keramaian dan tidak pandai berbasa basi ! " sahut Heru yang membuat Gibran tertawa kecil . Rumah besar ini suasananya sekarang berubah total , walau acara pernikahan mereka dilakukan dengan sederhana tapi semua keluarga Darsono berkumpul . Bahkan ada yang menginap di hotel karena tidak kebagian kamar .


" Saya malah salut dengan keluarga ini , rasa kekeluargaannya masih terikat sangat erat ! Berbeda dengan kebanyakan keluarga di lbukota ini yang umumnya cuek dan tidak ada lagi rasa saling menghargai, " kata Gibran yang salut dengan keramahan sanak saudara keluarga Darsono yang berasal dari beberapa daerah di luar lbukota .


" Ya aku tahu tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan denganmu . lni tentang kau dan istrimu , jika menurut adat kami biasanya wanita akan mengikuti untuk tinggal di rumah suaminya . Tapi kau tahu kondisi kehamilan Gisella ... kau juga tahu ibumu tidak terlalu suka dengan pernikahan ini. "


" Saya tahu maksud Ayah , saya sangat mengerti ! Untuk sementara saya tidak akan membawa Gisel tinggal di kediaman Bagaskara . Tapi saya juga tidak bisa mencegah jika suatu saat Gisel menginginkan untuk mengunjunginya . Maksud saya Ayah sangat tahu bagaimana mood Gisel yang bisa cepat berubah ! Tapi saya berjanji akan menjaga anak dan istri saya dengan sebaik baiknya . Tidak akan saya biarkan siapapun mengganggu mereka ... siapapun !! "


Heru hanya manggut manggut dengan menyesap secangkir kopinya . Mereka bicara panjang lebar sampai tidak terasa malam sudah mulai larut .

__ADS_1


" Ajak istrimu ke atas , jika dituruti maka mereka akan berbicara sampai pagi karena sudah lama tidak berkumpul seperti itu, " tunjuk Heri pada beberapa wanita yang sedang berbincang dengan anak dan istrinya , ada juga beberapa anak yang malah sudah tidur dipangku ibunya .


Gibran mengangguk dan berjalan ke arah istrinya setelah sebelumnya sudah pamit pada ayah mertuanya .


" Nona nona cantik bisakah saya membawa istri saya untuk istirahat terlebih dahulu !!? "


Dan pertanyaan Gibran itu langsung mendapat sambutan heboh dari wanita wanita yang berkumpul bersama Gisella . Dan pipi pengantin wanitanya tampak memerah karena ada beberapa celetukan yang menggodanya .


" Duuhhhh nggak sabaran banget sih Mas Gibran !!! Masih sore juga .... "


Dan masih banyak celetukan yang membuat Gibran tersenyum menanggapinya , di raihnya tangan istrinya untuk membantunya bangkit dari duduknya . Gibran sangat hati hati menuntun istrinya ke lantai atas , karena kebetulan kamar Gisel ada di lantai dua rumah itu . Rencananya mereka akan pindah kebawah setelah semua acara mereka selesai .


" Jangan mandi malam malam , tidak baik untuk kesehatan si kecil ! " ujar Gibran ketika melihat Gisel mengambil handuk bersih dari lemarinya .

__ADS_1


" Aku hanya ingin membasuh tangan dan kaki saja , aku bukan anak kecil yang harus selalu kau nasehati ! " sungut Gisel yang kemudian berjalan ke arah kamar mandi , tapi langkahnya terhenti ketika merasa sang suami mengikuti langkahnya .


" Kenapa kau mengikutiku ?? Aku hanya ingin pergi ke kamar mandi , bukan ingin melarikan diri ! "


" Aku hanya ingin memastikan kau baik baik saja di dalam , ayah sudah berpesan kepadaku agar menjaga kalian berdua dengan baik, '" jawab Gibran masih berdiri di belakang istrinya , menurutnya kamar mandi bukanlah area aman untuk istrinya yang sedang hamil .


" Ok , tapi bukan berarti kau harus mengikuti kemanapun aku pergi !! "


" Aku tidak peduli , tidak ada yang bisa melarangku untuk menjaga istri dan anakku ! Kalian tanggung jawabku ... "


" Ya Tuhan .... " Gisel tak mau lagi berdebat dan melanjutkan langkahnya menuju wastafel yang ada di kamar mandi . Berbicara dengan suaminya selalu membuatnya darting .


Tapi sesaat kemudian Gisel mencari keberadaan suaminya ketika pria itu tak ada lagi di belakangnya . Spontan matanya mengarah pada suara air mengalir yang tak jauh darinya . Matanya terbelalak ketika melihat tubuh polos yang hanya terhalang kaca tembus pandang dengan santainya mandi mandi di bawah kucuran shower . Dengan jelas ia bisa melihat setiap lekuk tubuh dengan otot otot sempurna itu .

__ADS_1


" Dasar menyebalkan !!! "


__ADS_2