
Gibran langsung menuju ke rumah sakit setelah menelpon ibunya , dia memaksa ibunya untuk mengatakan dimana Gisella di rawat . Walau dia tak ingin percaya tapi jauh di dalam lubuk hatinya terasa membuncah ketika mengetahui akan mendapat keturunan . Hal yang ia nantikan selama beberapa tahun terakhir ini .
Sampai di depan kamar Gisella dua orang bertubuh besar menghadang langkahnya . Mereka tidak mengijinkan Gibran masuk dengan alasan jika Nona Muda mereka sedang istirahat .
" Aku tidak akan mengganggunya , aku hanya ingin melihat keadaan Gisella !! "
" Maaf tuan Gibran , tapi kami mendapat perintah tak ada seorang pun yang di ijinkan menemui Nona selain dokter dan perawat . Nona Gisella sedang benar benar butuh istirahat, " kata seorang penjaga tetap bersikukuh melarang Gibran masuk .
CEKLEKKK ....
Pintu kamar Gisel tampak di buka dari dalam , Nyonya Darsono melangkah mendekat dengan tatapan tajam yang tak lepas dari sang CEO Bagaskara . Walau begitu Gibran tak merasakan sedikitpun kebencian di sorot mata teduh itu .
__ADS_1
" Gisella sedang tidur , dokter baru saja memberinya obat agar dia bisa beristirahat . Dia sempat shock ketika mengetahui jika nyaris kehilangan janin di dalam perutnya . Kebetulan kau datang karena aku memang ingin bicara denganmu .... " ujar Nyonya Darsono yang kemudian duduk di kursi yang terdapat di depan kamar rawat putrinya .
Gibran menurut dengan duduk di kursi yang yang ada disamping wanita konglomerat itu . Dia sengaja diam untuk memberikan waktu pada wanita parubaya disampingnya untuk berbicara terlebih dahulu .
" Aku sempat terkejut ketika ibumu mengirimi gambar gambar Gisel berada di tengah antrian wanita wanita yang sedang hamil di rumah sakit ini . Aku rasa tidak ada seorang ibu yang berharap putrinya hamil tanpa mempunyai suami . Putriku sudah menceritakan semua tanpa terkecuali termasuk kesalahan satu malam yang ia perbuat denganmu, "
" Saya minta maaf .... "
" Dulu kami yang menjodohkan putri kami dengan anak dari sahabat kami . Kami kira hubungan baik itu akan semakin baik ketika anak anak kami disatukan . Tapi nyatanya kami salah , Gisella tidak bahagia dengan pernikahannya ! Dan suaminya ternyata mempunyai wanita lain di hatinya . Dan aku nyaris mengulangi kesalahan yang sama , aku menjodohkan dia dan dirimu yang jelas jelas masih mencintai mantan istrimu ! "
" Gisella tidak menuntut tanggung jawab darimu , dia tak keberatan menjadi orang tua tunggal dari bayi kalian !! "
__ADS_1
" Dan Nyonya menyetujuinya !? " tanya Gibran yang sedikit tersenyum hatinya ketika melihat betapa kukuhnya pendirian Gisella , wanita yang pernah dia tolak kehadirannya di hidupnya .
" Kami belum gila ... tidak ada orang tua yang mau putrinya mempunyai anak tanpa sebuah pernikahan sebelumnya . Kau tahu benar masyarakat kita , Gisel akan dipandang sebelah mata oleh mereka !! "
" Maka ijinkan saya untuk menikahinya ..... "
" Terlambat , setelah sembuh Gisella ingin tinggal di luar negeri beberapa waktu . Kecuali mempunyai bisnis disana dia juga ingin melahirkan disana . Gisel benar benar tidak ingin bertemu lagi denganmu dan ibu tidak bisa memaksanya ! Dokter mengatakan agar kami selalu menjaga moodnya , jangan sampai ada hal hal yang membuatnya tertekan karena itu akan mempengaruhi kondisi janinnya, " jelas Nyonya Darsono pada Gibran yang terlihat sedikit kecewa .
" Apa tidak ada kesempatan untuk saya lagi ?? "
" lbu tidak tahu Nak !! Tapi lbu mohon jangan paksa Gisel untuk menerimamu . Jauhi dia !! Kehadiranmu mungkin akan membahayakan anak kalian . Aku harap kau mengerti tentang hal itu ... "
__ADS_1
" Menjauh darinya ?? "
" Jauhi Gisel ... selamanya !! "