
Seperti biasanya saat weekend Vina selalu menyempatkan diri untuk olah raga pagi . Biasanya dia bersepeda mengelilingi daerah sekitar yang tidak terlalu jauh dari rumah , tapi entah kali ini dia ingin jogging di taman yang ada di pinggir kota . Kali ini dia mendapat ijin dari kakaknya untuk menyetir mobilnya sendiri untuk menuju area itu .
Rasanya sangat bahagia ketika bisa pergi tanpa seseorang mengikuti walau itu adalah supirnya sendiri . Vina melihat keramaian taman pagi ini dengan sangat antusias . Setelah memarkirkan mobilnya dia langsung berlari kecil mengitari jogging track di taman itu . Tanpa ia sadari kecantikannya mampu menyerap perhatian banyak kaum adam yang ada di sekitarnya .
Setelah lari beberapa saat hingga peluh membanjiri tubuhnya , saatnya untuk mencari kuliner kegemarannya . Pertama yang dituju adalah depot bubur ayam yang masih antri pembeli . Vina rela duduk di tenda untuk menunggu sang penjual bubur membuat buburnya . Sambil duduk menunggu ia iseng membuka ponselnya dan Vina sedikit terkejut karena mendapat sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenalnya .
Kau cantik jika berkeringat .....
Walau sudah ia baca tapi ia enggan untuk bertanya siapa pengirimnya karena menurutnya tidak penting untuk menanggapi orang iseng . Sampai akhirnya matanya berbinar ketika buburnya sudah datang , bubur nasi dengan toping ayam dan bawang goreng melimpah sesuai keinginannya .
Setelah memasukkan ponselnya dalam tas pinggangnya gadis itu kemudian mulai menikmati semangkuk bubur di depannya . Saking asyiknya sampai ia tak sadar jika ada seorang pria muda yang sudah duduk tepat di depannya dan dengan leluasa menikmati wajah cantiknya . Pria itu hanya bisa geleng geleng kepala ketika melihat Vina beberapa kali menambahkan beberapa sendok sambal di mangkuknya .
" Kok jadi pedes ya .... kalau ada Kak Cahaya pasti aku dimarahi kalau pagi pagi makan pedes begini ! Jadi kangen sama dia ... " lirihnya menyambar segelas es teh yang ada di depannya dan menenggaknya hingga habis tak bersisa . Tapi ketika sudah menghabiskan es di gelas yang dipegang ia baru sadar jika tadi dia sudah menghabiskan es teh miliknya . Jadi tidak mungkin jika gelasnya terisi kembali dengan otomatis .
__ADS_1
" Ceroboh !!! Kau minum es punyaku .... "
Suara itu , Vina merasa sangat mengenal suara yang terdengar tepat di depannya . Benar saja ... pria yang tidak ingin dia lihat malah sudah duduk dengan santainya di depannya . Pria itu menatap dirinya dengan tatapan yang tak dapat ia artikan .
" Jangan melihatku seperti aku ini adalah seorang pencuri , aku hanya tidak sengaja meminum es milikmu !! Salah sendiri kenapa gelasmu ada di depanku ! " ketus Vina sebal .
" Ckk kau bisa lihat kan ?? Aku duduk di depanmu , tentu saja gelasku juga ada di depanmu .... " kilah Martin tak mau disalahkan , tapi ia suka jika gadis di depannya mau berbicara santai seperti ini kepadanya . Setidaknya tidak ada sorot takut ataupun enggan seperti biasanya .
Martin segera berlari untuk mengejar gadis yang dengan seenaknya melenggang meninggalkannya .
" Gadis nakal !! " lirihnya merasa gemas melihat Vina sudah mengantri lagi di penjual toge goreng yang tak jauh dari depot bubur tadi .
" Kau sudah berlari lima putaran mengelilingi taman . Kau bakar seluruh kalorimu !! Tapi sepertinya semua itu tidak ada gunanya , kau kalap makan setelahnya . Jangan terlalu berlebihan karena hasilnya tidak akan baik, " ujar Martin yang tadi melihat Vina menghabiskan satu mangkuk bubur dengan dua gelas minuman sekaligus . Dia saja sudah kenyang hanya dengan melihat cara gadis itu makan .
__ADS_1
Vina tak menanggapi kata kata Martin , tapi suasana hatinya sedang sangat baik kali ini . Dia terlampau bahagia karena di ijinkan kakaknya untuk menyetir sendiri lagi . Mungkin itu yang membuat nafsu makannya meningkat drastis .
Akhirnya pesanannya datang , sepiring tauge goreng dengan bumbu kacang di atasnya . Aromanya benar benar membuat perutnya lapar kembali . Vina mengerutkan dahinya ketika Martin ikut mengambil sendok padahal tidak ada apapun di depan pria itu . Dan lebih terkejut ketika pria menyebalkan itu ikut menyendok makanan di piringnya .
" Apa yang Kak Martin lakukan !? " kata Vina menarik mundur piringnya yang ada di atas meja , menjauhkannya dari pria pencuri makanan di depannya .
" Tadi kau curi es tehku !! Sekarang aku hanya membantumu untuk menghabiskan makananmu . Apa itu salah !!??? Akan berdosa jika kau menyisakan makananmu ... " sahut Martin sekenanya . Makan sepiring berdua seperti ini terasa sangat nikmat untuknya .
" Tadi aku sudah pesankan dua gelas es untuk Kak Martin , kenapa malah ikut kesini sih ??!! "
" lni kakiku ... terserah aku mau kemana ! " jawab Martin dengan tersenyum lebar . Gadis di depannya menjadi lebih cantik jika sedang marah marah seperti ini .
Vina meneruskan makannya dengan bibir mengerucut , sesekali ia sengaja mendorong sendok Martin agar menjauh dari piringnya . Moodnya serasa dijatuhkan dari ketinggian , rasa bahagianya berganti dengan rasa kesal yang mendalam pada pria pengganggu bernama Martin itu .
__ADS_1