Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
122


__ADS_3

" Lhoohh Kak Gisel ?? Kesini sendirian !? " tanya Vina ketika melihat kakak iparnya datang sendirian di rumah kosnya . Wanita bergaya elegan itu sempat menjadi pusat perhatian teman teman kosnya . Walau perutnya sudah mulai membuncit tapi gaya glamournya masih sangat terlihat . Semua yang menempel di tubuhnya adalah barang branded .


Sebenarnya Martin memberikan rumah kos yang paling nyaman untuk gadisnya . Rumah yang ditempati Bina punya ruang tamu soendiri walau kecil , ruang tidur , dapur dan kamar mandi di dalamnya . Ukurannya pun lebih luas di bandingkan lainnya . Tapi entah kenapa Gisel melihat rumah ini kurang layak untuk adik iparnya . Setidaknya Vina harus punya apartemen sendiri .


" Tadi Kakak jalan jalan di sekitar sini , terus mampir ke sini kangen sama kamu !! " ujar Gisel duduk di sofa kecil yang kelihatannya masih baru .


" Nggak salah Kak ?? Masa kangen sama Vina sih ... sama Kak Gibran kali ! Kak Gisel mau minum apa ?? "


" Ckk nggak usah nawarin kalau adanya cuma air putih ... "


Vina tertawa lepas , dia lupa jika dia sekarang hidup di rumah kos . Jika ingin minum sekarang hanya ada air galon isi ulang saja . ltu saja Martin yang menyediakan khusus untuknya di dalam kamar . Karena penghuni kos lain akan minum di air galon isi ulang yang di gunakan bersama sama . Galon sengaja di letakkan di beberapa titik agar penghuni mudah mengambilnya . Jika airnya habis sebelum jadwal para penghuni kos harus membeli air minum secara mandiri .

__ADS_1


" Kamu betah disini ?? "


" Ya di betah betahin Kak , tapi ini jauh lebih nyaman daripada Vina harus tinggal di rumah . Tidak usah terlalu khawatir Kak, " jawab Vina . Dia bersyukur kakak iparnya yang baru juga sangat memperhatikannya .


" Aku punya apartemen yang ada di daerah sini , jika mau kau bisa memakainya . Aku akan membicarakan ini dengan kakakmu . Kau juga adikku sekarang , itu artinya kau juga sudah menjadi tanggung jawabku, " ujar Gisel berharap Vina mau tinggal di apartemen miliknya yang memang sudah lama tidak ia tempati . Disana lebih nyaman dan lebih aman karena sistem penjagaannya 24 jam .


" Malah jadi ngerepotin Kak Gisel nanti , udah nggak apa apa Vina disini saja . Hitung hitung belajar cara hidup yang manusiawi ... " ujar Vina sambil tertawa walau sebenarnya dia juga masih ' kaget ' dengan cara hidup yang ia jalani sekarang .


" Nah kan .... kan sudah Vina bilang nggak mau bikin repot . Uang saku dari Kak Gibran masih cukup kok ! Tapi terimakasih sudah sampai segitunya perhatian sama Vina, " ujar Vina terharu walaupun dia jahat tapi Tuhan memberinya dua kakak ipar yang sama baiknya .


" Sayang makan siang yuk !! "

__ADS_1


Suara seorang pria membuat dua wanita menoleh seketika . Martin terlihat menggaruk tengkuknya ketika mengetahui jika bukan hanya Vina yang ada di ruangan itu .


" Oooo ... pantes nggak mau pindah , ternyata ada pangeran berkuda putih di sini, " goda Gisel yang langsung tahu jika pria muda yang berdiri di depan pintu adalah kekasih adik iparnya .


" Ini Kak Gisel , istri Kak Gibran ... " kata Vina memperkenalkan kakak iparnya pada kekasihnya .


" Hai Kak , saya Martin .... calon suami Vina !! " sapa Martin yang langsung mendapat tatapan penuh tanya dari wanita hamil di depannya .


" Calon suami ?? Maksudnya ?? "


" Dalam waktu dekat jika Kak Gibran sudah memberikan restunya kami akan segera menikah ! " kata Martin mantap .

__ADS_1


" Kalau begitu aku dukung kalian sepenuhnya !! Aku yang akan jadi garda terdepan jika ada yang ingin mengganggu rencana pernikahan kalian ! "


__ADS_2