
" Kenapa lbu tidak datang ke acara penting Kak Gibran ?? Hari ini dia menempuh hidup baru , tidak ibu ikut bahagia untuknya !? " tanya Vina ketika sudah pulang ke kediaman Bagaskara . Kakak iparnya sudah memintanya untuk menginap tapi dia menolaknya dengan alasan masih banyak tugas kuliah yang harus dikerjakan .
" Persetan dengan acaranya !! Otak anak itu sudah tidak bisa berpikir lagi , lbu sudah susah susah mengusahakan yang terbaik tapi wanita itu sudah mengacaukan semuanya !! " ketus Sofi menjawab pertanyaan putrinya .
Sebenarnya Vina sangat malas untuk berbicara dengan ibunya tapi kali ini wanita yang sudah melahirkannya itu sudah berbuat keterlaluan . Tadi di kediaman Darsono dia sempat mendengar cukup banyak tamu yang menanyakan tentang orang tua dari mempelai pria . Dan Vina tahu kakaknya pasti merasa tidak enak dengan hal ini .
" Sudah ada cucu ibu di perut Kak Gisel , tidakkah lbu senang ketika mendengarnya !? Bukankah dulu itu yang selalu kita permasalahkan ketika Kak Cahaya masih ada di sini ?? Kak Gibran sangat bahagia karena akhirnya dia bisa mempunyai keturunan . Tidakkah lbu juga merasakan itu !? "
" ltu pasti anak orang lain , Gibran tidak mungkin menyentuh wanita yang tidak dicintainya ! lbu tidak bodoh Vin !!! "
Vina menghela nafasnya dalam dalam , kakaknya benar sebaiknya tidak usah beradu argumen dengan ibunya . Karena apapun yang terjadi ibunya tetap saja akan merasa paling benar . Perlahan dia melangkah untuk pergi meninggalkan ibunya , tapi langkahnya terhenti ketika terdengar Sofi memanggil namanya .
" Vin ... lbu pinjam mobil kamu sebentar , lbu cuma mau ke minimarket diujung jalan sana . Kejauhan kalau harus jalan kaki lagipula sudah malam banget !! "
Vina tak bergeming , hanya menatap ibunya dengan rasa malas . Dia masih ingat peringatan sang kakak yang melarangnya keras menyerahkan kunci mobilnya apapun alasannya . Gibran takut jika mobil adiknya akan diminta untuk di jadikan modal judi ibunya .
__ADS_1
" Kenapa harus memakai mobil Vina ?? Bukankah ada supir lbu !? "
" Tidak usah banyak tanya , cepat berikan kunci mobilnya !!! " pekik Sofi sambil mendekat kearah putrinya .
" Maaf tapi Vina tidak bisa memberikan kunci itu pada lbu . Vina tidak bisa menyalahi aturan yang sudah Kak Gibran buat ! " ujar Vina yang setelahnya ingin melangkah masuk menuju kamarnya . Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuknya , tapi ia senang karena merasa punya banyak saudara baru di keluarga Darsono . Keluarga besar kakak iparnya sangat ramah dan mudah di ajak berbicara , baik yang seumuran ataupun yang lebih tua sekalipun . Mereka bahkan tidak menanyakan perihal ibunya demi menjaga perasaannya dan kakaknya .
" Ibu hanya meminjamnya untuk pergi sebentar , apa susahnya sih !!! "
" Apa susahnya memakai supir lbu sendiri ?? lbu sendiri yang mengatakan jika ini sudah malam , sangat berbahaya jika kita keluar sendirian ! " kilah Vina dengan melanjutkan langkahnya kembali .
Tiba tiba saja Sofi mendorong Vina hingga gadis itu terjerembab di atas lantai . Ada kemarahan di mata wanita parubaya itu . Kedua anaknya sudah berani melawan keinginannya ! Padahal selama ini dia merasakan ikut berjuang untuk kehidupan keluarganya .
" Kau dan kakakmu adalah anak yang tidak tahu di untung !! Uang yang kalian pakai adalah uang milik lbu .... perusahaan adalah milik suami lbu !! ltu artinya jika seluruh harta Bagaskara adalah hak lbu sepenuhnya . Tapi kalian buat lbu menjadi pengemis di rumah lbu sendiri .... "
" Karma ..... " walau masih terasa sakit di kedua kakinya tapi Vina berusaha bangkit . Dia buang ketakutannya hanya untuk mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini tidak menyukai perangai ibunya .
__ADS_1
" Tidakkah lbu merasakan itu sebagai karma yang lbu dapatkan ?? Dulu ibu mengatakan itu untuk mengeluarkan kak Cahaya dari rumah ini . Dan kini kata kata itu benar benar terjadi pada lbu ! Kak Gibran sendiri yang mengambil alih tugas untuk mengatur keuangan keluarga !! "
" Jangan banyak omong , satu kali lagi lbu minta padamu ... kemarikan kunci mobilnya !!!!! "
" TIDAK .... sekali tidak tetap akan tidak Bu !! "
PLAKKKKKK ....
Vina terpaku , pipinya terasa sangat panas mendapat tamparan begitu keras dari ibunya . Satu tamparan yang baru sekali ini dia dapatkan dari ibu yang dulu sangat menyayanginya .
" Vin .... l-ibu ... " lirih Sofi juga kaget dengan tindakan spontannya .
Vina berlari keluar rumah , yang ia inginkan sekarang adalah segera pergi dari neraka itu . Neraka yang dia buat sendiri , sudah banyak kebencian yang dia ciptakan disana . Dan Tuhan mengembalikan itu semua padanya , seperti kata pepatah yang mengatakan siapa yang menabur dialah yang akan menuai .
Seperti kesetanan Vina menginjak gas dalam dalam , dia benar benar ingin segera menjauh agar tidak mengingat semua dosanya yang ia lakukan di rumah itu . Entah kenapa tapi hanya satu nama yang ada di hati dan pikirannya sekarang ... satu nama tempatnya untuk bersandar .
__ADS_1
" Kak Martin ... "