Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
50


__ADS_3

Angkat teleponnya !!!


lni masalah hidup dan mati .....


Gista berdecak kesal ketika membaca pesan dari orang yang tidak ia kenal itu . Setelah makan malam tadi ponselnya dipenuhi dengan panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak ia kenali . Walau begitu ada rasa penasaran tentang siapa pengirim pesan itu . Dia khawatir jika memang ada orang yang dikenalnya sedang membutuhkan bantuan darinya .


Untung saja ia memakai mode silent hingga tidak mengganggu makan malamnya dengan ibunya . Banyak hal yang harus membuatnya bisa beradaptasi , termasuk nama panggilan . Lena lebih suka memanggilnya dengan nama Aya yang diambil dari kata Cahaya .


Lena memanggilnya dengan nama yang sudah diberikan ayah kandungnya padanya , Cahaya Cinta Wijaya . Dan nama itu pula yang sekarang resmi disandangnya setelah melalui beberapa proses yang di urus oleh pengacara keluarga .


" Hissshhhh .... " Gista kembali berdecak ketika nomor itu malah kembali menghubunginya . Tapi refleks tangannya malah menerima panggilan itu karena rasa penasarannya tentang siapa sebenarnya sang penelpon .


" Halo .... "


" KENAPA LAMA SEKALI MENGANGKATNYA HAHHH !!! "


Gista langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya , sepertinya ia tahu siapa yang sedang berteriak padanya . Dia tetap menjauhkan ponselnya karena teriakan itu masih terdengar , setelah terdiam barulah dia mendekatkan kembali ponselnya untuk ia dengar .


" Sudah marah marahnya !? " tanya Gista pada seseorang diseberang sana .

__ADS_1


" Sudah ... " jawab orang itu datar hingga membuat Gista tertawa kecil , sang singa sudah berubah kembali menjadi kucing manja . ltu satu hal yang ia suka dari Bram , walau temperamen tapi dengan cepat ia bisa menyadari kesalahannya .


" Kau tahu kenapa aku tidak mengangkat atau membalas pesan darimu !? "


" Karena kau tidak tahu itu nomorku . Ckk ... tapi kau juga salah kenapa tidak mencoba untuk mengangkatnya sekali saja !! Kau pikir aku pengangguran !? Masih banyak tugas kuliah yang harus aku selesaikan " ujar Bram tetap tidak mau disalahkan .


" Aku sudah menitipkan hutangku pada Mbak lnem , kau mau apalagi !? Awas saja jika kau akan bilang jika ada bunganya ... "


" Kau tidak bisa pergi begitu saja , kau masih membawa sesuatu yang sudah kau curi dariku "


Jika saja ia berhadapan langsung dengan pria muda yang pantas menjadi adiknya itu pasti sekarang akan ia pukul atau cubit sekeras kerasnya . Gista sudah melunasi hutangnya , kini malah dituduh mencuri sesuatu .


" Tidak akan aku ijinkan untuk mengembalikannya .... "


" Jangan bertele tele !! Apa yang sudah aku curi !? "


" Hatiku .... "


" Kau !!!! "

__ADS_1


Gista langsung menutup panggilan di ponselnya . Dia merutuki diri sendiri karena malah tersanjung dengan rayuan murahan dari Bram itu . Satu tahun setelah pernikahannya Gibran tak pernah lagi menunjukkan rasa cinta dan kasih sayangnya seperti saat mereka pacaran dulu . Sikap suaminya berubah drastis , walau tak ada kebencian tapi kehidupan pernikahan mereka terasa hambar .


Apapun yang ia lakukan selalu salah di mata Gibran , tapi Gista tetap mencoba bertahan karena ia yakin suatu saat cinta mereka yang akan menang . Gista yakin mereka bisa melalui semua ini dengan baik . Dan nyatanya perjuangannya berakhir ketika kata talak itu telah terucap dari mulut suaminya .


Tak ada kebencian dan tak ada dendam di hatinya . Dia sudah berjuang keras untuk bertahan , dan jika akhirnya rumah tangganya harus berakhir maka Gista yakin Allah sudah menyiapkan sebuah jalan yang lebih baik untuknya .


TINNNGGGGGG....


Sebuah notif pesan terdengar lagi dan ia yakin Bram yang kembali mengirimi dirinya pesan .


Aku tunggu besok di area parkir kantor Wijaya , jika terlalu lama maka aku akan naik dan mencarimu di setiap sudut bangunan !!!


Gista mendesah kasar , dia lupa jika Bram tahu tempat kerjanya . Dulu pria itu yang mengantarkan dirinya untuk melamar kerja di perusahaan ibunya itu .


" Dasar pria pemaksa !! Menyebalkan !! "


*


Bram berguling guling di kasurnya , rasanya bahagia ketika sudah bisa mendengar suara merdu dari pemilik hatinya . Besok ia akan menunggu Gista di area parkir karena ia memang sudah sangat merindukan wajah cantik itu .

__ADS_1


Bram hanya ingin melihatnya , tidak lebih .Tapi ancamannya untuk naik ke kantor Wijaya hanyalah gertakan karena ia tidak mungkin melakukan itu . Pasti akan ada banyak pertanyaan dari sang CEO jika ia ketahuan diam diam datang ke kantor itu . Lena Wijaya sang pemilik sekaligus menjadi CEO adalah wanita yang ia anggap ibu kedua dalam hidupnya setelah Sartika .


__ADS_2