
" Kenapa muka ditekuk tekuk begitu Mas Bram ?? " tanya Jarwo yang malam ini ketika pulang menarik angkot sudah mendapati Bram tiduran di lincak ( kursi bambu panjang ) di halaman depan rumahnya . lnem istrinya mungkin belum tahu kedatangan tamu tampan mereka karena belum ada secangkir kopi yang terlihat di sekitar Bram .
" Kenapa wanita selalu membuat kita pusing ya Mas !! Cuek salah .... Diperhatikan juga salah, " kata Bram kesal , hari ini semua pesannya hanya centang dua . Tak ada satupun yang di baca oleh Cahaya . Wanita itu juga sudah tidak ada di kantor ketika ia menjemputnya .
Jarwo terkekeh mendengarnya , ia kemudian duduk di sisi Bram saat pria muda itu sudah bangun . Seperti ada sinyal kuat , lnem terlihat keluar menghampiri sang suami walau Jarwo tidak memanggilnya .
" Lho Mas Jarwo pulang bareng Mas Bram ?? Kok tidak masuk rumah sekalian tadi !? ltu lnem lagi bikin ubi goreng .... "
" Mas Bram sudah dari tadi tidur di depan rumah , lagi puyeng katanya !! " sahut Jarwo menanggapi istrinya .
" Lhohhh bukannya sudah mau menikah !? Kemarin Mbak Gista ... eh Mbak Cahaya main kesini cerita kalau akan ada yang melamar ! Terus saya bilang ya mending begitu jadi ada yang jagain . Lagi pula Mas Bram juga kelihatan cinta banget .... cantik sama ganteng , Pas !! "
" Apa Mbak ?? Dia bilang mau nikah ?? Beneran ? " tanya Bram bersemangat , padahal ia kira Cahaya menolak rencana dua keluarga itu . Bram merasa hanya dia yang berjuang sendirian .
" Lha kalau ada pria yang sudah mau bertanggung jawab atas dirinya kenapa harus ditolak ? Hanya saja Mbak Cahaya butuh waktu sejenak untuk rehat ... tenang , setelah melalui fase fase hidup yang tidak mudah . Jangan terlalu di kejar Mas !! Wong Mba Cahaya juga tidak bakalan lari kok ... sabar saja kuncinya ! "
__ADS_1
Bram mengangguk pelan , mungkin lnem benar . Cahaya tidak nyaman karena dia terlalu bersemangat mengejarnya , dia ingin semua serba instan termasuk pernikahan mereka . Padahal Cahaya mungkin masih trauma dengan kegagalan pernikahannya .
" Lhohh Mas mau kemana ??!! Ndak ngopi dulu to Mas !!!? " teriak Jarwo saat tiba tiba Bram beranjak dan berjalan cepat menuju mobilnya .
" Terimakasih Mas !! Tugas kuliahnya lagi banyak banget !! " sahut Bram , setidaknya setelah mendengar kata kata lnem hatinya menjadi sedikit tenang . Cahaya tidak menolaknya , wanita itu hanya butuh waktu .
Bram akan memberikan wanitanya waktu , untuk sementara dia tidak akan mengganggunya . Dia tidak akan mengantar , menjemput , mengirimi pesan atauoun menelponnya .
Sampai di rumah ia segera ke kamar untuk mengerjakan tugas tugas kuliahnya . Tapi matanya memicing ketika melihat pesan dari nomor yang tidak ia kenal .
PRAANNNGGG .....
Bram membanting ponselnya di lantai kamar ia tahu pasti siapa pengirim pesan itu , tidak ada orang yang berkepentingan selain mantan suami Cahaya . Bisa bisanya pria itu masih saja ingin mencampuri kehidupan wanita yang sudah tidak punya hubungan dengannya lagi . Walau marah tapi Bram masih bisa berpikir mungkin hal itu hanya untuk memancing emosinya saja . Mungkin Gibran ingin hubungannya dengan Cahaya retak .
Tapi Bram yakin cintanya sangat kuat , ia tidak akan mudah terhasut oleh Gibran . Jalannya untuk bersatu tinggal selangkah lagi , dan Bram tidak akan mengacaukan dengan mengumbar emosinya .
__ADS_1
*
Sementara Cahaya yang sedang berada di kamarnya juga menerima sebuah pesan dari nomor mantan suaminya . Walau enggan membukanya tapi akhirnya ia melihatnya juga ,
Selamat malam sayang , apa kau merindukanku ?? Bisakah kapan kapan aku datang silaturahmi ke rumahmu ? Aku juga ingin lebih mengenal ibumu .... selama lima tahun pernikahan belum sekalipun aku bertemu dengan beliau .
Cahaya berdecak kesal , dia berpikir tidak ada pentingnya jika Gibran datang bertamu ke rumah ini . Cahaya tahu jika Gibran bisa saja berbuat nekat karena Gibran yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Gibran yang dulu dia kenal .
Tidak ada lagi Gibran yang dewasa dan penuh kasih sayang . Mantan suaminya itu menjadi pribadi yang seenaknya sendiri , cenderung egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain .
Berkali kali ia menghela nafasnya , ibunya mungkin benar . Kegilaan Gibran akan terhenti jika dia sudah menikah ! Lena yakin jika Cahaya sudah punya pendamping maka Gibran akan menyingkir dengan sendirinya .
Dia harus mengatasi traumanya tentang kegagalan pernikahannya . Bram sangat mencintainya , Hardian dan Sartika juga sangat menyayanginya . Tidak akan ada lagi ' Sofi dan Vina ' lain yang akan merecoki rumah tangganya . Wanita itu meyakinkan dirinya sendiri jika semua akan baik baik saja karena ia dikelilingi orang orang yang menyayanginya .
Cahaya mengambil ponselnya dan ia mengirim pesan pada Bram .
__ADS_1
Aku terima pinangan mu ....