
Esok harinya Sherly dan Vina tampak duduk di area taman kampus . Vina yang tadi sengaja mengirim pesan agar mereka datang lebih awal agar bisa punya lebih banyak waktu untuk berbicara .
" Maaf jika aku sudah membuatmu kecewa , tapi sungguh hubunganku dengan Kak Martin mengalir begitu saja , bukan karena ego untuk mengalahkan kamu Sher ! Aku tidak pernah merasa bersaing dengan siapapun apalagi denganmu , kau sahabat terbaik yang pernah aku miliki . Sudah banyak momen yang kita lewati sama sama baik senang maupun susah .... "
" Jangan bertele tele , apa yang ingin kau sampaikan padaku ? Kau ingin aku menjauhi calon suamimu itu ?? Jangan mimpi !!! Jika kau bisa mendapatkannya dengan cara kotor maka akupun punya cara lebih kotor untuk bisa mendapatkannya !! Kau selalu saja merebut apa yang aku inginkan ! " ketus Sherly dengan penuh kebencian .
Vina menghembuskan nafasnya dalam dalam , sepertinya akan sangat sulit menghancurkan tembok kebencian yang sudah dibangun Sherly untuknya .
" Maaf jika selama ini aku tidak mengerti dengan perasaanmu , aku tidak mengerti dengan apa yang kau inginkan ! Tapi sungguh aku yang seharusnya iri denganmu . Kau punya dua orang tua yang sangat sayang padamu , kau punya banyak sahabat yang mengelilingimu ... kau punya banyak hal yang tidak aku punya, "
" Kau merebut semua yang aku inginkan , semua pria pria bodoh itu memujamu ! Zacky mau menjadi pacarku agar dia bisa lebih dekat denganmu . Dia bilang wanita sepertimu lebih menantang dan menyenangkan untuk di dekati . Cihh .... tapi yang kulihat kau hanya gadis naif bodoh yang tidak tahu arah hidup ! Kau pikir aku benar benar menjadi sahabatmu ?? Ha .. ha ... benar benar bodoh !! "
" Ya sudah , tidak apa apa jika persahabatan kita ini memang tidak berarti untukmu . Aku tidak membencimu dengan apa yang sudah terjadi . Satu yang aku minta darimu ... jauhi calon suamiku ! Kau bisa lakukan apapun padaku tapi tidak dengannya . Tidak pernah aku ijinkan kau untuk mendekatinya apapun alasannya ... dia milikku . Hanya milikku !! "
Sherly membuang pandangannya ketika tatapan Vina menghunus padanya . Tidak pernah ia melihat Vina yang seperti ini , tatapan itu seperti akan mel*matnya habis . Gadis yang selalu baik padanya itu seakan berubah menjadi monster ganas .
" Sayang !! Sebentar lagi kelasmu mulai ... ayo !! "
Vina langsung beranjak pergi ketika Martin terlihat berdiri tak jauh darinya . Sepertinya calon suaminya itu sudah mengawasinya dari tadi , mungkin karena khawatir Sherly nekat melakukan sesuatu padanya .
__ADS_1
" Ciee ciee dia hanya milikku ... so sweet banget sih ! Harusnya jangan hanya pada wanita jahat itu , umumkan pada semuanya jika aku hanyalah milikmu, " goda Martin hingga gemas melihat pipi kemerahan gadisnya .
" Siapa takut !! Aku akan buat baliho di depan kampus dengan tulisan bahwa Gunung es kampus sudah menjadi milikku , tidak aku ijinkan gadis manapun mendekatinya ... " sahut Vina tanpa menoleh ke arah kekasihnya . Gadis itu melepas tangan kekasihnya karena sudah sampai di depan kelasnya .
" Gunung es ? Maksudmu gunung es itu aku ? Ya Tuhan kau memang ... "
Vina menoleh kebelakang dan menjulurkan sedikit lidahnya untuk mengejek . Pria itu pasti sedang kesal padanya karena tak bisa melakukan apapun untuk membalasnya .
" Awas kau gadis nakal !! "
*
" Sayaaanngg .... selamat ya !! "
Turun dari pesawat Cahaya langsung disambut oleh dua ibu yang sangat menantikan kedatangannya . Hardian terlihat menghampiri putranya dan memeluknya sekilas , pria itu juga mengucapkan selamat pada putranya . Akhirnya baik Sadewo maupun Wijaya mempunyai calon penerus baru .
" Jangan kenceng kenceng peluknya Mah !! Ada anak Bram di perut Cahaya ... "
" Hisshhh anak ini , Mama pernah hamil jadi Mama sangat tahu mana yang boleh mana yang tidak boleh dilakukan . Memeluk tidak akan membahayakan siapapun !! "
__ADS_1
Lena tak bisa menyembunyikan air matanya , setelah sekian lama dia kembali bisa bertemu dengan putri kandungnya dan kini Tuhan kembali memberinya anugerah seorang cucu sebagai penerusnya .
" Ibu ... jangan menangis, " lirih Cahaya yang tahu dengan apa yang dirasakan ibunya saat ini .
" lbu sangat bahagia sayang , terimakasih sudah kembali hadir di hidup lbu ... " kata Lena memeluk putrinya erat .
" Mbak sebaiknya kita pulang , Cahaya pasti sangat lelah setelah perjalanan panjangnya . Bukankah dia butuh lebih banyak istirahat !? " kata Sartika .
" Kau benar , sebaiknya kita pulang ... "
Bram merengkuh pinggang istrinya , dikecupnya kening wanita yang sangat dicintainya itu .
" Terimakasih sudah berada di sisiku , kalian adalah sumber bahagia hidupku . Aku tidak sempurna tapi aku akan belajar menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian . Aku mencintaimu sayang ... "
" Aku juga mencintaimu Bee ... "
~ ***T A M A T ~
Emak tamatkan novel ke enam ini , terimakasih masih mau mendampingi proses belajar Emak hingga saat ini . Dukungan kalian adalah motivasi terbesar Emak untuk tetap terus berkarya . Nantikan karya selanjutnya yaaa 😘😘😘😘😘*** ...
__ADS_1