Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
101


__ADS_3

Cahaya hanya bisa menahan senyumnya melihat betapa posesifnya sang suami yang terus saja merengkuh pinggangnya saat mereka mulai masuk ke dalam gedung Wijaya . Diam diam mereka memang menjadi pusat perhatian karena ketampanan Bram menjadi magnet kuat para pegawai yang sebagian besar adalah para wanita . Dan seharusnya dialah yang lebih posesif karena suaminya yang lebih dominan menjadi pusat perhatian .


" Aku nggak bakal lari dari kamu Bee , jadi jangan kenceng kenceng peluknya . O iya hari ini mungkin aku pulang malam karena banyak yang harus aku selesaikan dengan Pak Alif sebelum kita berangkat honeymoon ! Kasihan kalau harus lbu yang merampungkan , dia sudah fokus pada usaha butiknya "


" Hissshhh pria tua itu lagi !! Kenapa dia harus selalu ada di sekitarmu ?! Tidak bisakah kau angkat seorang wanita untuk menjadi asistenmu !? " gerutu Bram yang tidak suka jika wanitanya dekat dengan pria lain ... pria tua sekalipun ! Dulu ia sempat mengira Pak Alif adalah salah seorang sugar daddy pemangsa wanita wanita muda . Wajah kurang kasih sayang dari pria tua itu yang membuatnya berpikir yang tidak tidak .


" Dia sangat baik dan bertanggung jawab Bee , dia yang membantu ibu tanpa pamrih saat ayah meninggal dulu . Walau papa Hardian juga membantu tapi Pak Alif juga punya andil besar dengan kebangkitan Wijaya ! Tapi ide kamu boleh juga , besok pulang honeymoon aku akan cari asisten wanita untuk membantu tugas Pak Alif . Lhohh kamu mau antar aku sampai atas ?? " tanya Cahaya ketika Bram ikut masuk ke lift yang disediakan khusus untuknya . Hanya dia , ibunya dan Pak Alif yang dapat menggunakan akses lift ini untuk mempermudah aktivitas mereka .


" Kangen .... "


" Bener bener kamu Bee ! Cubit nih ya kalau macem macem , ini sudah ada di kantor . Lagian kamu juga harus kerja kan ?? Masa CEO ngaret sih , di pecat sama papa baru tahu rasa kamu !! " kesal Cahaya karena suaminya yang selalu tak mengenal tempat , dimanapun Bram akan selalu manja padanya .

__ADS_1


" Aku baru nanti jam 9 ada meeting , lumayan masih ada satu setengah jam sama kamu . Memangnya salah kalau seorang suami mau mengantar istrinya sampai ke ruang kantornya !? " kilah Bram mendorong tubuh istrinya merapat ke dinding lift ketika pintunya sudah tertutup .


" Mau apa kamu Bee ??!! "


" Ckk ... cuma mau cium sebentar, " sahut Bram langsung meraih bibir kemerahan sang istri dengan tidak sabar . Masing masing mulai hanyut dengan permainan bibir mereka , dan suara deheman seseorang membuat mereka terlonjak kaget dan melepaskan tautan bibir mereka seketika .


Seorang pria parubaya terlihat berdiri di depan lift dengan pandangan tertunduk , seperti biasanya Pak Alif selalu menyambut kedatangan Lena ataupun Cahaya di lift yang di khususkan untuk mereka . Biasanya Pak Alif akan berjalan di belakang untuk menjelaskan jadwal Cahaya hari ini . Pria parubaya itu pasti tak menyangka jika akan melihat adegan mesra Nona Mudanya .


" Pengganggu ..... kita lanjutkan lagi sayang , jangan hiraukan dia ! " ujar Bram meraih kembali pinggang istrinya . Tapi sebuah cubitan mendarat di perut ratanya hingga pria tampan itu memekik kaget .


" Selamat pagi Pak Alif , ada jadwal untuk saya hari ini ?? "

__ADS_1


Bram mendengus kesal ketika perhatian istrinya teralih pada pria tua yang baginya sangat menyebalkan itu .


" Hari ini tidak ada jadwal meeting tapi kita akan selesaikan checking laporan akhir bulan di setiap divisi. " kata pak Alif menjelaskan , dan itu terdengar lebih seperti genderang perang untuk Bram .


" lstriku sedang program kehamilan jadi awas saja jika kau membuatnya lembur hari ini ! " jetus Bram yang langsung mendapat cubitan kecil ditangannya .


" Apa sih Bee !! "


" Kita pengantin baru sayang , harusnya dia paham tentang hal itu . Semua asistenmu dan pegawai perusahaan ini di bayar mahal untuk menyelesaikan semua hal tentang perusahaan .... " protes Bram yang sejujurnya tak suka melihat istrinya bekerja terlalu keras di perusahaan .


" Kirimkan semua laporan ke emailku dan aku yang akan memeriksanya . Aku sudah tangani laporan bulan lalu jadi sepertinya tidak akan sulit untuk menyelesaikan bulan ini . Dan awas saja jika kau masih membuat istriku kelelahan .... " Bukan suatu hal yang sulit baginya untuk ikut memeriksa laporan Wijaya karena Hardian adalah salah satu tangan kanan Lena untuk mengawasi jalannya perusahaan .

__ADS_1


" Baik Tuan Muda , saya akan kirim semua laporannya segera . Dan semoga program kehamilan Nona Muda segera berhasil ! "


Cahaya menghela nafasnya , sepertinya dia harus membiasakan diri dengan suami over posesifnya . Walau kadang terlihat tidak masuk akal tapi ia tahu jika Bram melakukan semua itu karena sangat mencintainya .


__ADS_2