Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
37


__ADS_3

" Kita makan saja dulu Mah ! Aku kan tidak mengatakan jika Bram akan pulang malam ini juga , dia akan pulang jika hatinya sudah benar benar siap untuk pulang ! Anak itu masih kecewa pada kita, " kata Hardian mencoba membujuk istrinya yang tak mau menyentuh makan malamnya .


" Tapi aku yakin dia pulang sekarang Mas , hatiku berkata putraku akan pulang saat ini . Semarah apapun dia tetap anak kita , dia sangat menyayangi kita Tidak apa apa jika Mas ingin makan duluan tapi aku akan menunggu dia ... "


Hardian menghela nafasnya , ada rasa sesal kenapa harus terlalu cepat mengatakan niat Bram untuk pulang . Dia seperti sedang memberi harapan palsu untuk istrinya , wanita halalnya menjadi terlalu berharap dengan kabar kepulangan putranya .


Dari pagi istrinya terlihat bersemangat setelah satu tahun ini selalu murung . Sering Hardian menawari istrinya untuk bertemu dengan Bram tapi Sartika selalu menolaknya . Wanita itu takut jika dia atau suaminya memaksa untuk bertemu maka Bram akan lari bertambah jauh dari mereka . Sartika cukup senang jika mengetahui keadaan Bram baik baik saja .


" Atau jangan jangan dia tidak tahu alamat rumah baru ini Mas ... bisa saja dia pulang ke rumah lama kita !! Coba kau hubungi Bram Mas !! Atau kirimkan alamat rumah kita padanya ... kasihan jika Bram lama menunggu kita membuka pintunya , dia pasti mengira kita tidak peduli padanya ! "


" Mahhhh .... tenang, " ujar Hardian sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya . Sartika mulai kalut karena terlalu lama menunggu .


" Kita sudah bisa melewati satu tahun ini bersama sama , aku rasa beberapa hari tidak menjadi masalah bukan !? Bukannya kamu yang memintaku untuk tidak memaksanya pulang ?? Kita hanya perlu bersabar sedikit lagi .... "


" Masss !!! Ada yang membunyikan bel !! "

__ADS_1


Hardian dan Sartika segera beranjak ketika mendengar seseorang membunyikan bel rumah mereka . Asisten rumah tangga mereka terlihat berjalan datang menghampiri ,


" Di depan ada tamu , Tuan Muda pulang Nyonya !! Tapi itu ...." kata wanita parubaya itu ikut senang karena majikan yang sudah lama pergi telah kembali .


" Kenapa tidak disuruh masuk Mbok !? " kata Sartika bergegas untuk pergi ke depan , dia takut Bram akan pergi lagi .


Sartika memandang heran suaminya ketika tidak menemukan siapapun di depan pintu , tapi sebuah motor masih terparkir di depan teras rumah . Hardian tahu jika itu adalah motor yang sering di gunakan putranya untuk mencari nafkah .


TLEBUGGHHH ...


Suara teriakan satpam rumah terdengar dari samping rumah , kemudian mereka ingat jika di samping rumah ada dua pohon jambu air yang sedang berbuah cukup lebat . Sartika dan suaminya langsung berjalan ke arah halaman samping rumah mereka yang memang cukup luas . Hardian sengaja membeli rumah yang mempunyai halaman luas agar istrinya bisa menyalurkan hobinya untuk berkebun .


" Ya Tuhan .. jangan jangan dia !! "


Dan benar dugaan mereka , jika di rumah Bram tetaplah akan menjadi Bram putra mereka ! Saat ini Bram sedang memanjat pohon jambu dengan dua satpam di bawah menggelar sarung untuk menangkap jambu agar tidak terjatuh di tanah .

__ADS_1


" Hissshh belum berubah ... Braaamm turun !! Sedang apa kau di atas !! " teriak Hardian sebal , dia pikir akan terjadi drama air mata mengharu biru yang akan terjadi pada mereka malam ini .


Dulu saat ada di rumah lama ada sebuah pohon mangga di dekat pos satpam , Bram sering memanjat pohon itu kemudian meminta simbok membuat sambal lutis dengan banyak cabai . Bram akan pesta mangga sambil main catur di pos jaga rumah mereka .


" Nanggung Pah !! Mahhh simbok sudah bikin sambelnya belum ??!!!! " teriak Bram yang terlihat masih berada di atas .


" Turun dulu Nak !! Kan bisa besok lagi ... " jawab Sartika panik sekaligus khawatir karena pohon jambu yang sedang di naiki Bram cukup tinggi .


Lima menit kemudian Bram terlihat turun dengan suara menggerutu , pria muda itu langsung melepas kaosnya di atas tanah dengan dua tangan mengibas ngibaskan sesuatu di tubuhnya .


" Maahhh .... semut !! "


Hardian menarik lengan istrinya yang ingin membantu putranya menghilangkan semut di tubuh putranya .


" Biarkan saja , biar tahu rasa dia Mah !! Sudah capek capek kita nunggu dia pulang , bukannya sungkem sama kita dulu malah manjat pohon jambu .... " kesal Hardian , pertemuan pertama mereka setelah satu tahun berpisah sangat jauh dari bayangannya . Dia harus kembali disuguhi tingkah menyebalkan putranya !

__ADS_1


__ADS_2