
Baik Yumna maupun Guntur saling diam sibuk dengan pikiran masing-masing. Yumna memikirkan kebenaran ucapan pria yang mengaku sebagai Geo.
Sedang Guntur sibuk memikirkan cara agar bisa membuat Yumna bertahan disisinya. Walau sedang hamil bisa saja sang istri lebih memilih Geo dibanding dirinya.
Guntur duduk di teras samping yang menghadap ke rumah Ghani untuk menjernihkan pikirannya sejenak. Dia meninggalkan istrinya sendirian di kamar.
"Tumben ada dedemit yang nongkrong disini, lagi diusir dari kamar?" Canda Ghani mendekati sepupunya namun tidak direspon Guntur. Melihat sang sepupu yang sedang dalam mode serius akhirnya Ghani ikut serius.
"Ada apa?" Tanyanya khawatir Guntur kesambet karena terlalu lama melamun.
"Tadi ada yang datang menemui Ara mengaku sebagai Geo, sedang Leo masih terbaring koma di rumah sakit. Apa mungkin Geo masih hidup?" Guntur menerawang kearah langit mencoba mencari jawaban.
"Apa yang bisa membuat Ara bertahan disisiku?"
__ADS_1
Ghani tidak menjawab, masih berusaha mencerna bagaimana orang mati bisa hidup kembali. Atau bagaimana caranya orang yang sudah jadi mayat bangkit dari kubur.
"Tidak ada," Guntur menjawab pertanyaannya sendiri saat Ghani tak kunjung bicara.
"Mengandung anakku saja dia enggan." Sekarang ia mengerti, mungkin Yumna bukan takut melahirkan tapi memang tidak ingin memiliki anak darinya.
"Kenapa tidak diajak bicara dari hati ke hati. Apa yang Ara inginkan kalau memang Geo masih hidup." Ucap Ghani realistis, mengabaikan pikirannya yang memikirkan cara mayat bangkit dari kubur.
"Tanpa ditanyapun aku bisa tahu jawabannya," Guntur mengusap wajah dengan kasar. "Apa aku harus melepaskannya agar dia bahagia?" Tanyanya putus asa, sampai sekarangpun nama lelaki itu masih sangat bertahta di hati istrinya.
"Apa yang ada di otak Ara belum tentu sama dengan yang ada di otakmu." Guntur menghela napas panjang, kalau biasanya melihat dia diam Yumna akan membujuknya tapi sekarang tidak.
"Cobalah ajak bicara dulu, jangan terburu-buru menyimpulkan. Perempuan terlalu rumit untuk dimengerti. Yang ditanya saja jawabannya bisa terserah apalagi kalau tidak ditanya," nasehat Ghani.
__ADS_1
"Tapi aku masih penasaran bagaimana mayat Geo bisa bangkit dari kubur?" Tanya Ghani serius, yang beberapa detik kemudian mendapat tinjuan dari Guntur.
Sementara di dalam kamar Yumna gelisah bolak-balik karena tidak bisa tidur walau lampu kamar sudah dimatikan.
"Abang pergi kemana?" Gumam Yumna pada dirinya sendiri. Sejak di mobil tadi Guntur mendiamkannya karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan suaminya itu.
"Dek bisa cepat keluar, Mommy takut!" Lirihnya memukul-mukul perut yang terasa tidak nyaman sejak tadi.
"Kepala Mommy rasanya mau pecah sekarang." Keluh Yumna tanpa sadar suaminya sudah berdiri di depan pintu.
Guntur memejamkan mata menarik napas panjang. Ingin sekali dia marah mendengar ucapan sang istri yang ingin anak mereka cepat keluar. Itu artinya Yumna masih ingin menggugurkan kandungannya.
Ia masuk ke kamar kemudian berbaring membelakangi Yumna. Tadi dia ingin mengajak istrinya itu bicara dari hati ke hati. Tapi setelah mendengar keinginan Yumna Guntur mengurungkannya. Untuk apalagi, sekarang sudah sangat jelas Yumna tidak menginginkan anak darinya.
__ADS_1
"Abang," ucap Yumna pelan. "Apa Abang mendengar apa yang kuucapkannya tadi. Oh Tuhan, aku dalam masalah besar kalau dia menceritakannya pada Daddy." Batinnya semakin pusing, semua serba salah.