Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
102. Emosi


__ADS_3

Geo membawa wanitanya menuju rumah sakit tempat dimana kembarannya itu dirawat karena dihajar Guntur. Sekarang dia mengerti kenapa Guntur menghajar Leo sampai sekarat.


"Itu Leo," tunjuk Geo pada pria yang sangat mirip dengannya masih terbaring lemah di rumah sakit.


"Dia kritis karena dihajar suamimu," ucapnya pelan karena tidak ingin menyinggung perasaan Yumna.


Setelahnya Geo membawa Yumna ke mobilnya, mengajaknya mengunjungi tempat yang sering mereka datangi saat bersama dulu. Tanpa tau ada sepasang mata yang terus mengikuti kebersamaan dua orang itu.


"Ara sudah menikah, Geo." Yumna tidak tahan untuk tidak menumpahkan air matanya dengan semua kenyataan yang terjadi dalam hidupnya.


"Aku tau, tapi kalau Ara merasa tidak bahagia aku bisa membahagiakanmu Sayang. Kita sama-sama lagi." Geo memeluk wanitanya erat, apa yang Yumna alami karenanya.


Yumna tidak menjawab menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Geo.


"Ara ngapain sendirian ke rumah sakit?" Tanya Geo lembut tanpa menghakimi, membiarkan Yumna meluapkan segala rasa sakitnya.


"Ara hamil, tapi Ara takut." Lirih Yumna tanpa menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Apa yang membuat Ara takut?" Geo memindahkan Yumna untuk duduk di pangkuannya.


"Ara takut melahirkan," lirihnya pelan.


Geo mengangguk mengerti, tidak bertanya apa-apa lagi. Inilah yang Yumna suka dari Geo, tidak pernah menghakiminya dan menganggapnya kekanak-kanakan. Pria itu selalu menerimanya apapun kekurangan yang ada di dirinya.


"Lalu apa kata dokter tadi?"


"Ara sekarang sedang stres, jadi semakin ketakutan." Jawab Yumna hampir tidak terdengar karena suara tangis.


"Guntur menyakiti Ara?" Geo mengusap lembut rambut kekasih yang sangat dicintainya.


Lagi-lagi Geo mengangguk mengerti semakin mengeratkan pelukannya. "Ara bahagia menikah dengan Guntur, Sayang?"


"Ara takut kehilangan Abang seperti takut kehilangan Geo hari itu." Jawab Yumna dengan jujur, dia bahkan tidak tau bagaimana perasaannya sekarang.


Geo tersenyum mengecup kedua kelopak mata wanitanya. "Katakan Ara ingin bersama Guntur atau sama aku?"

__ADS_1


"Jangan tanya Ara, Ara gak tahu!" Jawab Yumna sendu, tidak bisa dibohongi kalau hatinya sangat bahagia melihat Geo kembali.


Tapi disisi lain dia takut Guntur semakin marah dengannya. Kalau dia tidak menginginkan Guntur kenapa harus takut lelaki itu marah.


"Jangan dipikirkan, Ara mau makan sesuatu?" Geo tersenyum mengusap perut datar Yumna, harusnya perut ini mengandung anaknya. Tapi apa mau dikata semua sudah terjadi. Dan wanitanya sudah mencintai lelaki lain.


Salahnya yang tidan mengijinkan sang papa untuk memberitahu semua orang kalau dia masih hidup. Perlu waktu satu tahun lebih untuknya agar bisa kembali pulih setelah mengalami kelumpuhan akibat racun yang disuntikkan Leo.


Ia harus dilarikan ke Singapura oleh sang ayah tanpa sepengetahuan siapapun. Karena takut Leo membunuhnya yang sedang tidak berdaya.


"Antar Ara kembali ke kampus boleh. Dan jangan buat Abang cemburu, walau Ara sangat ingin bersama Geo tapi sekarang sudah tidak mungkin." Yumna kembali menangisi nasibnya yang tidak beruntung.


Guntur memang mencintainya, tapi kadang pria itu bersikap sangat dingin kalau sedang marah. Berbeda dengan Geo yang selalu hangat padanya.


"Aku gak bisa janji, kalau Guntur menyakitimu lagi. Maka aku tidak akan segan-segan merebutmu darinya." Geo menghapus sisa air mata di pipi sang kekasih. Mata itu sudah membengkak dengan hidung memerah.


Bibir yang sangat ia jaga sekarang sudah menjadi milik pria lain. Selama tiga tahun Geo tidak pernah menyentuh Yumna selain pipi kening dan memeluknya. Tapi ternyata perempuan yang sangat ia jaga ini sudah menjadi istri orang.

__ADS_1


"Ayo aku antar ke kampus." Geo memindahkan Yumna kembali ke jok sampingnya. Lalu mengantarkan wanitanya ke kampus sambil tersenyum mengelus puncak kepala Yumna. Senyuman yang selalu ia sunggingkan itu untuk menutupi luka dalam di hatinya.


Guntur berkali-kali menarik napas panjang dan memejamkan mata untuk meredakan emosi. Ia tidak melihat jelas apa yang dilakukan Geo dan Yumna di mobil sampai sangat lama baru pergi dari parkiran rumah sakit.


__ADS_2