Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
91. Sadar


__ADS_3

“Dasar keras kepala!!" Sarkas Ayumi geram, saat putrinya dalam kondisi seperti inipun masih saja bersikap keras.


"Guntur itu suami Ara, dia yang lebih berhak atas Ara kalau Mas lupa itu!!” Lanjutnya dengan meletup-letup.


"Mom, Dad cukup. Jangan bertengkar di rumah sakit!!" Tegur Sagara dingin, sejak adiknya hilang pasangan suami istri itu jadi lebih sering bertengkar.


"Pasang infusnya lagi ya Sayang, Ara harus cepat sembuh agar bisa ketemu Guntur." Bujuk Sagara, mengambil alih Yumna dari sang mommy dan meminta kedua orang tuanya menunggu diluar. Orang sakit bisa tambah sakit mendengar dua orang tua itu. Ia membaringkan Yumna kembali ke brankar dan memanggil perawat.


"Ara mau Abang disini," perempuan hamil itu kembali merengek manja.


"Nanti kalau Daddy pulang, Abang minta Guntur kesini." Sagara tersenyum mengusap kepala sang adik.


...🐣🐣🐣 ...


"Ara sudah sadar," beritahu Zaky pada Guntur.

__ADS_1


Guntur hanya mengangguk, dia tidak bisa juga menemui istrinya itu. Karena sang mertua melarangnya.


"Gak ke rumah sakit?" Tanya Zaky, tidak tau kalau Guntur berkali-kali diusir saat ingin menemui Yumna.


"Guntur diusir mertuanya, Sayang. Dasar tidak tahu terima kasih anaknya sudah diselamatkan!!" Gerutu Ghina kesal, kalau Tora itu anak kecil pasti sudah dia pites-pites.


Gunturlah yang membawa sang istri ke rumah sakit saat anak buahnya berhasil menemukan persembunyian Brayen. Tapi sayang mereka terlambat. Yumna berhasil membunuh lelaki itu, namun kondisi istrinya tidak kalah mengenaskan. Kalau saja mereka tidak cepat datang, anak dan istrinya pasti sudah tidak bernyawa lagi.


"Ara bertahan Sayang, kalian harus bertahan." Gumam Guntur, membawa Yumna ke mobil. Tidak terasa air matanya berjatuhan, "kalian harus kuat. Ara jangan tinggalin Abang."


Guntur membawa Yumna ke rumah sakit terdekat. Karena fasilitas disana tidak sebaik di Emeral Hospital, ia langsung minta pemindahan rumah sakit agar istrinya mendapatkan pelayanan terbaik.


"Semua gara-gara kau tidak becus menjaga putriku. Mulai sekarang jangan temui Ara lagi!!" Tora naik pitam melihat tubuh sang putri penuh lebam dan tidak sadarkan diri.


Selama dua puluh satu tahun dia menjaga Yumna, hal mengerikan seperti ini tidak pernah terjadi. Setiap kali Brayen ingin menyakiti Yumna, ia selalu berhasil menggagalkannya.

__ADS_1


"Daddy! Mana bisa seperti itu, aku ini suaminya dan di dalam perut Ara itu ada calon anakku!!" Bantah Guntur tidak terima, kalau disalahkan tidak masalah baginya asal jangan dipisahkan dengan istrinya yang tengah kritis.


"Aku tidak peduli, aku tidak akan mengijinkan putriku bersama orang yang tidak bisa menjaganya!!"


"Mas, kamu keterlaluan dengan menantu sendiri. Guntur yang sudah menemukan Ara, harusnya kamu berterima kasih!!" Tegur Ayumi.


"Sudah seharusnya dia mencari Ara. Karena dia yang sudah membuat putriku hilang!!" Jawab Tora dengan angkuh.


"Sudah Mom, kalian jangan bertengkar. Aku titip Ara," sergah Guntur lebih dulu sebelum ibu mertuanya mengomel lebih panjang.


Lebih baik ia mengalah daripada membuat keributan di rumah sakit. Guntur masih bisa memantau Yumna walau tidak bisa menemuinya langsung. Suami Yumna itu pulang dengan wajah seperti benang kusut.


"Apa? Tora mengusir Guntur!!" Zaky yang mendengar ikutan emosi. "Biar kuhajar mertua lucknut seperti itu!!"


"Sudah, jangan diperpanjang nanti kita bicarakan baik-baik dengan Tora." Sela Emran menengahi.

__ADS_1


"Tapi Pah, ini gak adil buat Guntur. Emang cuma Tora yang sedih melihat Ara sakit." Zaky tidak tega melihat wajah kumal sang ipar yang beberapa hari tidak terurus ini karena sibuk mencari Yumna.


"Nanti Papa yang bicara dengan Tora." Putus Emran sebelum masalah tambah panjang karena anak-anaknya ikutan terbawa emosi. Itu bisa berimbas pada hubungan Guntur dan Yumna nantinya.


__ADS_2