Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
41. Mimpi


__ADS_3

“Ayo aku antar pulang, gak usah kerja hari ini.” Beritahu Guntur setelah mereka sudah berada dalam mobil. Cukup lama ia menemani Yumna di pemakaman sampai mau diajak pulang.


Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala, “Ara gak mau pulang. Di rumah sepi, kepikiran Geo terus.”


“Tapi aku harus ke kantor gak bisa menemanimu terus-terusan disini,” ujar Guntur yang mulai frustasi. Tadi dia sudah susah payah membujuk Yumna agar mau pulang. Mereka berpanas-panasan di tengah makam dengan cuara yang cerah begini.


“Ara mau ikut,” rengek Yumna manja.


“Enggak!!” jawab Guntur tegas. Apa kata orang nanti kalau dia membawa anak kecil ini ke kantor.


“Ara di sini aja,” ujarnya keluar dari mobil berlari masuk ke area makam lagi.


Guntur menghela nafas berat, rasanya ingin dia tinggal saja gadis merepotkan ini. Dikasih hati minta rempela. Dengan kesabaran penuh ia menyusul Yumna. Gadis itu menangis lagi sambil memeluk gundukan tanah pemakaman Geo.


“Ayo ikut ke kantor,” Guntur membangunkan Yumna. Membersihkan pakaian gadis itu dari tanah, dia sudah seperti babysitter.


“Tapi jangan rewel, kalau rewel ku antar ke tempat penitipan anak.” Selorohnya setelah selesai membersihkan pakaian Yumna. Ia menuntun gadis itu kembali ke mobil.


“Abang,” rengek Yumna manja.


“Aku bukan Abangmu!!!” Ingin sekali Guntur berkata seperti itu. Tapi itu akan membuat anak kecil ini kabur-kaburan lagi. Dia yang jadi lelah sendiri mengurusnya. 


“Mau apa, hm. Makan, minum susu atau dikelonin.” Sahut Guntur kesal, memasukkan paksa gadis itu ke mobil. Lalu ia duduk dibalik kemudi.


“Gak jadi,” ujar Yumna memajukan bibir.


Guntur menjalankan mobilnya saja tanpa meladeni. Dia sudah lelah mengurus Yumna, tubuhnya gerah. 


Sesampainya di kantor Emeral Corp. Guntur menggandeng tangan Yumna tanpa melepaskan. Takut gadis itu berbuat ulah lagi, kepalanya sudah pusing ditambah perut yang lapar.

__ADS_1


“Bos punya keponakan yang sudah besar?” tanya Zufar. Ia menyelidiki melihat penampilan Yumna acak-acakan. Guntur membawa gadis itu ke ruangan Tomi bukan ke ruangannya.


Tomi ingin tertawa gelak melihat muka masam Guntur. Jelas saja lelaki itu kesal karena ulah Yumna.


“Kamu istirahat di sini, di dalam ada kamar. Kalau mau mandi, mandilah.” Ucap Guntur, Tomi membiarkan saja. Lagian dia di ruangan tidak sendirian, ada Zufar yang menemaninya.


“Abang mau kemana?” rengek Yumna dengan mata berkaca-kaca.


“Kerja Ara!” Guntur ingin mengeluarkan teriakan emasnya tapi urung. Itu akan membuatnya tambah repot kalau gadis ini menangis lagi.


“Ara mau ikut Abang, gak mau ditinggal di sini. Mending Ara sama Geo aja!!” Yumna menghentak-hentakkan kaki, merajuk.


Rasanya Guntur ingin melenyapkan diri sekarang juga.


“Oke, ikut aku.” Katanya pasrah, Guntur sudah sangat lelah kejar-kejaran dengan Yumna setengah harian ini.


Tomi ingin tertawa tapi tidak tega, “Zufar pesankan makan siang untuk mereka.” Ujarnya, melihat dari penampilan Guntur yang juga acak-acak pasti mereka belum makan siang.


“Sekarang Ara mandi dulu,” Guntur memberikan paper bag yang sempat dibawanya karena tau Yumna pasti butuh ganti baju.


“Setelah itu istirahat,” ucapnya lembut agar gadis ini tidak banyak memberontak.


"Iya Abang." Sahutnya dengan anggukan, lalu masuk ke kamar mandi. Kalau begitukan adem, Guntur tidak perlu sampai naik darah mengurusnya.


Guntur memijat pelipis lelah seraya membuka laptop. Dia sendiri yang membuat dirinya susah. Kenapa dia harus peduli pada gadis merepotkan ini. Akhirnya sekarang benar-benar repotkan. Saking lelahnya Guntur membenamkan wajah di meja, sampai tidak sadar ia tertidur.


Yumna sudah selesai mandi dan segar. Ia mendekati Guntur yang tertidur di meja kerja, “maafin Ara sudah bikin Abang repot.” 


Tangannya terulur mengelus-elus rambut Guntur, membuat si empunya terusik dan mengangkat kepala dengan mata yang masih terpejam. Seperti ada aliran listrik yang menyentuh tubuh Guntur. Lelaki itu masih belum sepenuhnya sadar.

__ADS_1


“Maaf,” lirih Yumna melangkah mundur.


“Kemarilah,” ucap Guntur yang masih berada di alam mimpi. Menarik tangan Yumna, lalu mendudukkan di pangkuannya. Aroma sabun yang menelisik hidung membuat tubuh Guntur menegang.


“Abang,” ucap Yumna takut saat Guntur mengendus-endus pipinya. Menciumi wangi sabun yang gadis itu gunakan.


“Kenapa kalau dalam mimpi kamu lebih manis,” gumam Guntur langsung menyasar bibir Yumna.


Yumna tidak memberontak karena penasaran dengan rasa yang sudah membuat tubuhnya bergelenyar-gelenyar aneh. Kupu-kupu berterbangan di perutnya, sesapan lembut yang Guntur berikan menciptakan decakan-decakan manja dari bibir mungil itu.


Guntur semakin bersemangat melakukan permainan lidah. Sudah lama ia tidak merasakan sensasi seperti ini. Ingin rasanya ia menghempaskan tubuh mungil itu ke tempat tidur dan memanjakannya.


“Abang, ini bukan mimpi!” Lirih Yumna saat Guntur semakin menyisiri lehernya dengan suara sayu. Lelaki itu semakin membuat jantungnya berdebar-debar dengan rasa yang bisa membuatnya gila.


“Abaaang!!” Panggil Yumna lagi diikuti suara-suara manja.


Perlahan lelaki itu membuka mata sempurna. Dan terbelalak kaget melihat Yumna yang sudah terbakar gairah karena ulahnya.


“Ara!! Kamu ngapain hah!!” Guntur berteriak mendorong tubuh Yumna setelah sadar itu bukan mimpi. Lelaki itu mengusap wajah frustasi, apa yang sudah dilakukannya pada Yumna.


Yumna menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh. Ia begerak mundur, “Ara pulang. Maaf merepotkan Abang,” ucapnya sangat pelan dengan kepala terus menunduk takut.


Guntur membiarkan saja, dia benar-benar lelah. Lelaki itu menjambak-jambak rambut lalu melanjutkan tidur karena terlalu pusing.


Tidak lama setelahnya Zufar datang membawakan makanan. “Kemana anak kecil tadi?”


“Pergi,” sahut Guntur malas masih dengan mata masih terpejam.


Ia mengibaskan-ngibaskan tangan agar Zufar pergi dari ruangannya. Asisten Tomi itu dibuat melongo oleh kelakuan bos tengilnya ini.

__ADS_1


...🐾🐾🐾...


Sabar, sabar. Nanti othor sadarkan Guntur pake ketok palu di jidatnya dulu. Modus banget bilangnya di alam mimpi Tur, tapi menikmati, eh🤣


__ADS_2