Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
60. Ragu


__ADS_3

"Astaga!!" Teriak Guntur saat masuk ke rumah Ghani yang pintunya tidak dikunci.


Untung dia lekas membalikkan badan saat melihat ruang tengah itu berhamburan pakaian. Jangan ditanya apa yang terjadi. Apalagi sampai berpikir kalau di rumah itu ada pencuri pakaian yang kabur sampai berceceran membawanya.


"Bangun Gha!!" Teriak Guntur, "dasar pasangan gila. Tidak tau waktu dan tempat untuk bercinta." Gumamnya frustasi.


Bagaimana tidak frustasi, Guntur datang ke rumah Ghani untuk menenangkan diri. Malah melihat pemandangan yang membuatnya panas dingin.


Ia baru pulang dari rumah Yumna, tapi calon istrinya itu malah mengusirnya pulang. Kalau diam di rumah lagi-lagi Guntur harus menebalkan kuping mendengarkan ocehan Mama Hasna. Apalagi kalau di rumah Mama Mira, ia akan semakin pusing.


Ghani terbangun masih memeluk istrinya yang tertidur lelap. "Jangan balik badan Guntur, tutup mata." Ucapnya saat menyadari ada Guntur di depan pintu.


Lekas ia mengambil pakaian dan memakainya. Ghani langsung menggendong Khalisa ke kamar. Apa dia lupa mengunci pintu sampai Guntur bisa masuk ke rumahnya.


Setelahnya Ghani kembali memunguti pakaian Khalisa. Guntur masih memejamkan mata, memikirkan apa yang sudah Ghani lakukan di siang bolong membuatnya merinding.


"Kalian memang tinggal berdua, bisa bercinta dimana aja. Tapi pintu dikunci juga, untung gue cepat sadar kalau kalian sudah gak waras." Guntur berdecak sangat kesal. Sepupunya itu hanya menanggapi dengan kekehan kecil. Ia tidak sempat melihat Khalisa karena memang terlindung sofa.


"Namanya juga lupa mau gimana," jawab Ghani cengengesan.


"Lo bikin gue panas dingin," desis Guntur yang masih kesal karena ketiban sial.


"Bawa berendam di kolam renang," jawab Ghani santai. Mengambil dua kaleng minuman soda.


"Kenapa? Lagi galau?" Tebaknya. Pasti ada sesuatu kalau Guntur sampai mencarinya ke rumah. Biasanya sepupunya itu menunggu di rumah utama kalau ada yang ingin dibicarakan.


Guntur hanya mengangguk lemas. Tentu saja ia galau, karena tidak bisa melepas rindu dengan gadis kecil yang sudah membuatnya gila.


Ghani tertawa gelak. "Sekarang baru tau rasanya direpotkan perempuan kan. Tapi mereka itu ngangenin," gumamnya seraya menghabiskan satu kaleng minuman soda.


"Ngangenin sih ngangenin, tapi gak gini juga. Kemaren belum puas ketemu, hari ini malah diusir." Sahut Guntur tidak bersemangat mengingat acara melepas rindunya yang gagal total.


"Sabar, cuma tiga minggu. Kalau bikin anak, kemungkinan bisa jadi sih!!" Ghani malah semakin menggoda dengan gelak tawa.


"Gha!!" Geram Guntur melemparkan kaleng yang sudah diremas-remasnya.

__ADS_1


"Arraz mana?" Tanyanya, lebih baik dia membuat keponakannya itu menangis daripada meladeni Ghani.


"Lagi ngapelin calon istrinya," jawab Ghani asal. Meniru ucapan Arraz yang menganggap bayi berumur tiga hari itu calon istri.


"Gue bilangin Kha nih!!" Ancam Guntur dengan memainkan alis.


"Eitss, nanti ngamuk singa betina gue. Jangan macam-macam!!" Sergah Ghani dengan mata melotot.


"Tuh kan takut juga," ledek Guntur.


"Bukan takut, tapi bujuknya yang repot kalau ngamuk. Mending cari aman," Ghani membela diri.


"Gak gue aduin kalau lo nemanin latihan menembak. Kita lama gak main-main," ajak Guntur. Sudah lama mereka tidak pernah olahraga menembak lagi. Hanya Zaky yang masih rutin melakukannya.


"Ogah, lo suka banget bikin gue repot. Sudah tau Kha gak suka."


"Kha gak akan tau kalau lo gak bilang. Bilang aja ada urusan," Guntur menghasut sepupunya.


"Gue malas, mending pacaran sama Kha di rumah. Sudah pasti bisa jadi anak. Punggung tuh belum sembuh, nanti pingsan lagi. Cemen banget," ejek Ghani sambil menahan tawa.


"Cemen lo bilang. Dulu juga hampir mati waktu luka lo ditinju Tomi." Guntur mengingatkan, "cepetan temani. Atau gue bunuh diri nih!!"


"Ghaaa!!" Rengek Guntur seperti anak kecil menarik-narik tangan sang sepupu.


"Iya-iya. Gue mandi dan pamit Kha dulu," pasrah Ghani.


"Good," Guntur mengacungkan jempol dengan cengiran lebar.


...🥀🥀🥀 ...


"Araa!!!" Teriak Guntur dengan berapi-api. Dia bukan menghilangkan stress pergi ke tempat ini. Malah melihat gadisnya bersama laki-laki lain.


Yumna membelalakkan mata, pistol di tangannya sampai terjatuh karena terkejut melihat Guntur..


"Kau mengusirku pulang dan ternyata malah asik berduaan dengan Ammar disini!!" Ucap Guntur murka melihat Ammar yang menempel pada Yumna.

__ADS_1


"Jangan berteriak," tegur Ghani menenangkan sepupunya. Yumna itu seperti Khalisa yang tidak suka dibentak dan diperlakukan dengan kasar.


"Pulang!!" Guntur menarik tangan Yumna dengan kasar.


"Abang sakit," rengek Yumna. Dia juga malu karena menjadi bahan tontonan.


"Guntur lepas!!" Ammar mencengkram tangan Guntur, melepaskan tangan Yumna dari pegangan laki-laki itu.


"Kau jangan cari kesempatan Ammar, dia calon istriku!!" Tukas Guntur semakin marah.


"Masih calon istrikan? Bukan istri, kamu tidak berhak melarang Ara dan bersikap kasar padanya." Ammar tersenyum miring menarik Yumna kesisinya.


"Ara pulang!!" Guntur benar benar-benar dibuat emosi melihat gadis yang sama sekali tidak menolak diperlakukan Ammar dengan mesra.


Apa yang diucapkan Ammar memang benar, dia tidak punya hak apapun atas Yumna. Tapi dia tidak bisa melihat gadisnya disentuh lelaki lain sesuka hati.


"Abang, Ara baru main sebentar." Sahut Yumna pelan berharap Guntur berhenti memarahinya.


"Pulang atau kita batalkan saja..."


"Jangan katakan kalimat yang bisa membuatmu menyesal," potong Ghani sebelum Guntur melanjutkan kalimatnya. Ia menarik Guntur mundur.


"Ara pulang," ucap Ghani lebih lembut kemudian membawa Guntur ke tempat lain.


Ammar membawa Yumna yang hampir menangis ke tempat yang lebih sepi.


"Jangan dipikirkan, Guntur cuma lagi cemburu." Ammar mengusap rambut gadis itu dengan lembut menenangkannya.


"Geo gak pernah kasar sama Ara," gumam Yumna sendu.


"Guntur bukan Geo, Ara harus ingat itu. Gak boleh membandingkan dua orang yang memang berbeda," nasehat Ammar.


"Ara ragu menikah dengan Guntur," sebut Yumna dengan mata berkaca-kaca.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Othor crazy up kok tapi dicicil. Asal jangan Guntur yang nyicil Ara duluan 🤣. Nungguin Guntur-Ara halal emang mau ngapain 🤣


Yang hot-hot adanya cuma diatas kompor🤭


__ADS_2