
"Papa sudah bilang jangan pernah cari tau tentang Ara lagi. Beruntung Papa bisa cepat membawamu pergi tanpa sepengetahuan mama dan adikmu." Ferdinand menatap putranya penuh arti. Ia tau Geo sangat mencintai Yumna tapi tidak ada pilihan lain selain berfokus pada keselamatan sang putra waktu itu.
"Kenapa gak Papa biarkan Geo mati saja daripada harus tersiksa seperti ini melihat Ara bersama orang lain." Geo masih melum bisa menerima kenyataan kalau wanita yang sangat dipujanya sudah bersuami.
"Kamu itu putra Papa, bagaimana Papa bisa membiarkanmu mati karena perbuatan adikmu sendiri. Jangan lemah, semua keinginanmu sudah Papa penuhi untuk memberikan semua yang kamu miliki untuk Ara."
"Untuk apa Geo hidup sekarang Pah?" Pria itu menatap sang ayah dengan sendu.
"Lupakan Ara dan cari kebahagiaan yang baru. Lepaskan cintamu Nak," Ferdinand tidak ingin putranya terbelenggu pada cinta yang tidak bisa dimiliki.
"Aku berjuang melanjutkan hidup untuk Ara Pah, setiap helaan napasku ini hanya ingin ku persembahkan untuk Ara." Geo berkali-kali mengusap wajah dengan kasar untuk menghilangkan kekecewaan di hatinya.
"Kamu terlalu bodoh jika berpikir seperti itu Geo!! Masih banyak wanita yang bisa memberikanmu cinta. Kamu tahu bagaimana susahnya Papa membuat semua orang percaya kalau kamu itu sudah meninggal." Ferdinand menatap tajam putranya, banyak kebohongan yang ia lakukan demi bisa menyelamatkan Geo.
"Tinggallah di luar negeri atau dimanapun tempat yang jauh mulai sekarang. Kamu terlalu ceroboh menampakkan diri di depan Ara. Papa sudah memperingatkan jangan muncul di hadapan orang yang kamu kenal sebagai Geo."
__ADS_1
"Aku berjuang sembuh untuk Ara Pah, kalau tahu akhirnya begini lebih baik aku mati saja." Lagi-lagi Geo mendesah frustasi.
"Geo!!" Sentak Ferdinand, dia tidak suka putranya putus asa seperti itu. "Kembalilah ke Singapura, Papa akan siapkan semuanya. Jangan temui Ara lagi, jangan rusak kebahagiaannya. Dia sudah cukup menderita karena ulah adikmu."
"Papa menyayangi kalian, kalau tidak menyayangi kalian Papa akan membiarkanmu mati kemudian membunuh Leo agar semuanya impas." Ucap Ferdinand yang membuat Geo tak dapat bersuara lagi.
"Jika kamu menyayangi Papa maka menurutlah Nak, hanya kamu harapan Papa satu-satunya. Apa yang bisa Papa harapkan dari Leo, saudaranya sendiripun bahkan ingin dia dibunuhnya." Ferdinand menghela napas lelah, salah apa dia sampai kedua putranya kembarnya memiliki sikap yang sangat bertolak belakang.
"Ya," jawab Geo lesu. Jika bukan dia siapa lagi yang bisa membuat sang papa bahagia. "Apa Ara pernah menengok rumah yang aku buatkan untuknya."
"Papa juga sangat ingin menjadikan Ara sebagai menantu, tapi itu sudah tidak mungkin Nak. Pantang bagi Papa mengajarimu untuk merusak rumah tangga orang lain."
"Tapi Guntur menyakiti Ara Pah. Aku tidak bisa membiarkan Ara menangis karena sikap Guntur."
"Bukan menyakiti, hanya salah paham karena cemburu dengan kehadiranmu. Kalau mereka belum membaik juga, nanti Papa yang akan menemui Guntur dan meminta maaf padanya."
__ADS_1
"Pah," Geo menggeleng tidak setuju. Dia tidak mengerti dengan pemikiran sang papa yang malah mendukung Guntur menjadi suami Yumna dibanding dirinya yang memiliki wanita itu.
"Papa ingin Tuhan membalas perbuatan ini dengan mempertemukanmu pada perempuan yang baik." Harap Ferdinand dengan tulus.
"Percayalah Nak, luka itu selalu ada obatnya. Dan akan cepat sembuh jika menemukan obat yang tepat," nasehatnya lembut.
"Tapi bagaimana jika obat untuiku hanya Ara?" Tanya Geo dengan senyuman miring mengejek nasibnya yang kurang beruntung.
"Ingatlah dia sudah menjadi milik pria lain sekarang. Apa kamu ingin milikmu nanti direbut pria lain juga."
Geo cepat menggelengkan kepala sebagai jawaban, mana ada orang yang suka kalau miliknya direbut.
"Percayalah kau akan menemukan pengobat lukamu suatu saat nanti." Ferdinand menepuk pundak putranya untuk menguatkan. Dia sengaja menutup rapat informasi semua tentang Yumna saat proses penyembuhan Geo.
Dengan berat hati Geo menyetujui keinginan sang papa untuk menjauhi Yumna. Dan menyimpan semua kenangan manisnya saat bersama gadis itu.
__ADS_1
"Ara, kenapa harus sesakit ini Sayang. Tidak bisakah aku minta pada Tuhan untuk memutar waktu kembali. Waktu itu aku hanya minta Guntur untuk menjagamu, bukan untuk menggantikan posisiku."