
Guntur menghela napas pelan membaringkan tubuh di tempat tidur sambil menutup mata dengan lengan. Ia sudah berusaha untuk tidak menjadi laki-laki egois, memaksa Yumna melupakan Geo. Tapi semua itu jadi bumerang untuk dirinya sendiri.
Geo memang tidak bisa merebut Yumna dari sisinya. Namun ada yang lebih menyakitkan daripada itu. Sang istri menyimpan nama laki-laki lain di hatinya.
Yumna mengendap-endap mendorong pintu kamar sang suami dengan pelan agar tidak menimbulkan suara. Wanita itu naik keatas tempat tidur dengan perlahan, melingkarkan tanganny di pinggang Guntur.
Menyadari ada tangan mungil yang melingkar di pinggangnya, Guntur mengusap-usap tangan itu untuk meredakan emosi tanpa membuka mata.
Wanita itu memberanikan diri naik keatas tubuh sang suami, memindahkan tangan Guntur yang menutup mata. Ia sudah seperti perempuan murahan untuk menaklukkan hati suaminya. Bukan hanya kali ini Yumna bersikap seperti ini, memulai percintaan lebih dulu.
Yumna langsung menyosor bibir Guntur dengan lembut. Tentu saja Guntur membalasnya karena tidak ingin membuat istri kecilnya kecewa. Ia memberikan saja apa yang istrinya itu mau.
Bukannya senang, Yumna malah merasa terluka. Guntur hanya menuruti keinginannya tanpa memberikan rasa cintanya seperti biasa. Wanita itu terisak dalam pelukan Guntur.
"Apa ada yang sakit Sayang?" Spontan Guntur membuka suaranya yang selama percintaan tadi dia hanya memberikan yang Yumna mau tanpa memujanya seperti biasa.
"Apa Abang menyakiti Ara tadi?" Guntur menyingkap selimut memeriksa seluruh tubuh Yumna. Khawatir dia menggauli istrinya terlalu kasar.
"Hati Ara yang sakit Abang," lirih perempuan itu semakin terisak. Guntur menyelimuti istrinya kembali lalu memeluknya dengan erat. Harusnya dia yang sakit hati kenapa malah istrinya yang merasa sakit hati.
__ADS_1
"Ara gak suka Abang diam seperti ini. Abang bilang gak marah, tapi lihat Ara aja Abang gak betah lagi. Apa Ara sudah gak memuaskan buat Abang."
Lagi-lagi Guntur hanya bisa menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. Kenapa jadi terbalik seperti ini sih.
"Abang itu takut Ara kenapa-kenapa, kalau Ara tetap teguh dengan pendirian Ara yang ingin menghabisi Brayen dan Leo." Ungkap Guntur lembut, "apa Geo lebih penting dari Abang?"
"Suami Ara cuma Abang," jawab Yumna pelan saat menyadari kesalahannya. Dia yang sudah membuat suaminya kecewa karena tidak sadar menyebutkan nama Geo tadi.
"Maafin Ara," wanita itu memunguti pakaiannya lalu beranjak ke kamar mandi.
Daddy benar, tidak semua masalah bisa diselesaikan ditempat tidur. Terbukti sang suami hari ini menggaulinya dengan dingin.
Selesai mandi Yumna duduk termenung di balkon kamar sambil menggenggam cincin Geo yang masih tersemat di kalungnya. Sebelum-sebelumnya Guntur tidak pernah mempermasalahkan perasaannya pada Geo.
Tapi hari ini Guntur terlihat berbeda. Apa suaminya itu akan berpaling ke lain hati. Mengingat tadi tidak ada kehangatan dan tatapan memuja lagi dari Guntur saat bercinta dengannya.
"Apa Ara sudah membosankan?" Yumna melirik kearah tempat tidur dimana sang suami masih tertidur dengan nyenyak. Sedang dia, jangankan tidur pikirannya saja masih berkecamuk hebat.
Saat-saat seperti ini dia jadi merindukan Geo. Yumna memukul kepalanya pelan, kenapa masih ada Geo dipikirannya. Sedang dirinya kini sudah menjadi milik orang lain.
__ADS_1
"Aaaaa... kepala Ara mau pecah!!" Teriaknya tertahan karena suaminya masih tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bikin Ara kabur/jangan nih 😄
__ADS_1