
“Ara, ngapain peluk orang begitu. Gak boleh!!” Guntur menarik Yumna yang nyaman berada dalam pelukan Ammar.
Satu minggu ini dia sibuk mengurus pembatalan pernikahan. Serta mendapat tausiyah khusus dari Hasna dan Mira. Guntur tidak sempat lagi mendatangi Yumna. Bukan tidak sempat, tapi dilarang dua perempuan yang paling berkuasa atas hidupnya itu.
“Serah Ara, ngapain Om datang kesini malam-malam tanpa diundang kayak jailangkung.”
Mendengar kalimat itu saja rasanya Guntur ingin menggantung Yumna hidup-hidup agar lebih penurut padanya.
“Abangkan sudah bilang, tunggu Abang selesain semua masalah. Kenapa malah pacaran sih,” decak Guntur kesal.
“Om pulang, Ara gak butuh Om disini!!” Usir Yumna.
“Abang ayo kita nonton.” Ajak Yumna pada Ammar, sambil bergelayut manja kembali pada lelaki itu.
“Selesaikan masalah Ara dulu," tolak Ammar lembut. Gadis ini sebenarnya penurut kalau tau cara menaklukkannya.
“Ara gak punya masalah sama Om!! Om aja yang bermasalah sama Ara.” Ucap Yumna ketus, membuat Guntur mengelus dada.
Kenapa dari sekian banyak perempuan di bumi ini, hatinya harus terjatuh pada Yumna yang sangat susah diurus.
“Nontonnya sama aku!” tegas Guntur menarik Yumna agar berdiri sampai menubruk tubuhnya.
“Ara gak mau, Ara mau nikahnya sama Bang Ammar aja!!” Pekik Yumna tiba-tiba.
Guntur melepaskan tangan Yumna dengan helaan nafas panjang.
Sementara Ammar tidak ingin ikut campur dengan perdebatan yang terjadi. Dia tidak tau kenapa Yumna malah berbicara seperti itu.
__ADS_1
Tora memang memintanya untuk menikahi Yumna. Tapi Ammar menolak, karena tau hati gadis itu bukan untuknya. Ia hanya membantu menjaga Yumna sampai menemukan lelaki yang tepat.
“Ya sudah, Om pulang.” Ucap Guntur lemas menepuk puncak kepala Yumna lembut sambil tersenyum.
Mana bisa dia memaksa Yumna bersamanya. Guntur takut gadis itu gila lagi seperti waktu ditinggal Geo.
“Bagus!!” Desis Yumna mendorong Guntur dan duduk dengan manja di pangkuan Ammar.
Kemesraan itu masih bisa Guntur lihat. Lelaki itu menghela nafas pelan lalu pulang.
“Kenapa bersikap seperti itu, nanti Ara menyesal.” Ammar menenangkan gadis yang menangis dalam pelukannya sejak Guntur pergi.
Yumna menggeleng pelan, “Ara takut Om gak benar-benar cinta sama Ara.”
“Gimana Ara mau tau kalau gak dicoba. Sakit hati itu konsekuensi jatuh cinta, satu paket. Gak bisa dihindari,” nasehat Ammar.
“Segalak apapun orang pasti punya cara spesial untuk membahagiakan pasangannya,” Ammar mengusap-usap pipi Yumna sambil tersenyum.
“Kenapa Abang gak mau nikah sama Ara?” tanya Yumna mendelik.
“Karena Abang tau hati Ara buat orang lain, bukan buat Abang. Ayo nonton, kalau dilihat abang sama daddy kamu gak enak gini.” Ajak Ammar, gadis ini sesuka hati bermanja padanya tanpa mengerti kalau dia lelaki normal yang bisa saja khilaf.
“Biar aja, biar kita langsung dinikahkan.” Ucap Yumna asal dengan cengiran lebar.
“Jangan sembarangan, nanti patah hati kalau nikah sama Abang. Abang sudah punya pacar,” jawab Ammar. Sengaja agar Yumna berhenti membohongi perasaannya.
“Ih jahat!!” Seru Yumna langsung turun dari pangkuan lelaki itu.
__ADS_1
Ammar terkekeh geli, "emang kenapa kalau Abang punya pacar. Sini manja-manja lagi," godanya. Sekarang dia tau cara mengatasi putri Tora yang manjanya kebangetan ini.
"Ogah!!" Seru Yumna dengan bersedekap dada.
"Kenapa teriak-teriak sih Sayang, tadi Abang dengar suara Guntur. Mana orangnya?" Tanya Sagara.
"Sudah Ara usir!!" Sahutnya jutek.
"Diusir kemana?" Sagara mendekati sang adik, "kesini?" Tunjuknya ke dada Yumna. Sang adik mendengus semakin kesal.
"Kesempatan gak akan datang dua kali, jangan sampai menyesal." Sagara mengerling jahil pada adiknya kemudian tertawa gelak.
"Iih laki-laki semuanya sama aja, menyebalkan!!" Seru Yumna kesal dengan suara nyaring.
"Daddy juga laki-laki loh Sayang," Tora datang memeluk putrinya dari belakang.
"Daddy gak mau kamu kabur lagi karena dijodohkan, sekarang Daddy tanya. Mau sama Guntur atau Ammar?" Goda Tora dengan kerlingan nakal.
"Bang Ammar sudah punya pacar, Om Guntur sudah punya calon istri. Gak ada pilihan lain Daddy," sebut Yumna dengan pipi menggembung.
Tora melirik Ammar yang tersenyum penuh arti, "jadi gak mau dua-duanya nih. Kamu cari sendiri aja, Daddy gak ikut campur lagi. Tapi kuliah harus tetap dilanjut."
"Daddy ngomong apa sih, maksa banget biar Ara cepat nikah."
"Daddy cuma mau cepat punya cucu, Sayang."
Lagi-lagi Yumna mendengus mendengar pernyataan sang ayah, "ada Bang Aga, Daddy. Ara mau tidur, malas ngomong sama kalian." Rajuknya melepaskan pelukan Tora lalu kabur ke kamar. Tiga lelaki itu tertawa geli.
__ADS_1