Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
139. Pengganggu


__ADS_3

Suara-suara aneh dalam kamar pasangan suami istri itu semakin beradu dengan hawa yang semakin panas. Guntur tidak tanggung-tanggung menghajar Yumna sampai kelelahan. Gairahnya semakin menggebu-gebu saat Yumna lagi-lagi mendesah sexy. Sampai terdengar suara ketukan di pintu, namun tidak membuat Guntur melepaskan istrinya.


Tok... tok... tok...


Lagi-lagi pintu kamar diketuk dengan keras.


"Abang, buka pintu." Ucap Yumna yang sudah lemas, tulang-tulang kakinya serasa jeli.


"Sebentar Sayang," ucap Guntur menyelesaikan pekerjaannya dan langsung terkapar setelah mendapatkan pelepasan yang kesekian kalinya malam ini.


Tok... tok... tok...


Pintu kamar di ketuk semakin keras membuat Guntur mengumpat dalam hati. Sedang Yumna sudah menutup mata karena rasa lelah yang mendera.


Guntur mengusap kening sang istri yang dibanjiri keringat lalu mengecupnya. Setelahnya ia menyelimuti Yumna sampai ke leher.


"Tidurlah sebentar Sayang, karena setelah ini Ara akan bekerja keras lagi." Gumamnya dengan seringaian tipis. Lalu bangkit memakai pakaiannya kemudian membuka pintu.

__ADS_1


"Sialan, kau ternyata membuat adikku kelelahan!!" Umpat Sagara kesal melihat Guntur yang masih bermandikan keringat dan adiknya tergelung selimut di tempat tidur. Sedang dia sejak tadi berdiri di depan pintu kamar menunggu.


Dengan seringaian licik Sagara langsung masuk ke kamar dan naik ke tempat tidur memeluk adiknya.


Aksi Sagara itu membuat Guntur melotot tajam dan menarik tubuh kakak iparnya sebelum berhasil memeluk Yumna yang masih belum mengenakan apa-apa.


"Aga keluar!!" Teriak Guntur, tidak rela tubuh istrinya yang masih polos di peluk sang ipar. Walau Yumna menggunakan selimut tetap saja.


Yumna yang mendengar suara teriakan membuka mata. Dan mendapati sang suami yang terlihat sangat marah pada kakaknya.


"Jangan bergerak Sayang," Guntur langsung menarik Sagara menjauhi dari tempat tidur.


Sagara hanya tersenyum tipis mengedipkan mata pada sang adik. Tidak melawan saat ditarik Guntur.


"Hei kalian kenapa lagi bertengkar malam-malam!" Teriak Ayumi yang datang ke kamar putrinya dengan buru-buru disusul sang suami.


"Anak Mom ini ingin mengganggu istriku!!" Seru Guntur emosi melepaskan Sagara lalu mendekati Yumna di tempat tidur dan memeluknya. Untung saja Sagara tidak sempat menyentuh tubuh istrinya ini.

__ADS_1


"Sagara!!" Tegur Tora, putranya itu tersenyum tipis karena sudah berhasil membuat keributan.


Sagara lagi-lagi mendekati tempat tidur dan mencuri satu kecupan di pipi sang adik yang berada dalam pelukan Guntur. Aksi itu kembali membuat Guntur menatap tajam Sagara.


"Jangan buat adikku kelelahan lagi, atau kuculik dia!!" Ancam Sagara sebelum meninggalkan kamar dengan gelak tawa karena sudah berhasil menghancurkan kesenangan Guntur.


Ayumi menarik napas panjang, sepertinya putra-putrinya ini harus dipisahkan. Dia takut rumah tangga putrinya retak karena keusilan putra sulungnya.


"Bawalah Ara tinggal di tempat lain. Biar Mommy yang menjaga Yara," ucap Ayumi mendekati anak dan menantunya kemudian menoleh pada sang suami yang hanya mengangguk.


"Thanks Mom, aku tidak rela kalau istri tersayangku ini dipeluk lelaki lain walaupun abangnya sendiri." Ucap Guntur serius menguatkan pelukannya pada Yumna. Dan kalimat itu berhasil membuat Yumna sangat bahagia.


"Ya, besok kalian pindahlah. Bawa nanny Bian, dan jangan setiap malam membuat putriku kelelahan." Ayumi mengusap kepala menantunya kemudian mengajak sang suami keluar kamar untuk mengurus putranya yang semakin usil.


"Tidur lagi Sayang," Guntur jadi tidak tega menguras tenaga istrinya ini lagi. Membiarkan sang istri tertidur dalam pelukannya.


"I love you," lirihnya kemudian mengecup kedua kelopak mata Yumna.

__ADS_1


__ADS_2