Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
137. Cemburu


__ADS_3

“Sayang, Ara kelelahan? Nanti biar nanny aja yang menemani baby di kamarnya kalau malam,” saran Tora.


Ia kasihan melihat putrinya yang harus membesarkan dua baby, juga tugas-tugas kuliah. Sangat jelas wajah putrinya itu kelelahan dengan lingkar mata yang menghitam seperti panda.


“Ara kelelahan bukan karena baby Daddy,” Yumna memajukan bibirnya sambil menarik kursi dan duduk untuk menikmati sarapan. Karena hari ini dia ada kuliah pagi, “Abang yang bikin Ara begadang.” Lanjutnya membuat si tersangka memelototkan mata.


“Abang mau protes? Kan emang Abang yang bikin Ara begadang.” Cerocos Yumna sebelum Guntur membuka mulut.


“Sayang, Abang bukan mau protes. Tapi Ara gak harus ngomong di tengah umum juga.” Guntur menghela napas panjang karena sang mertua sudah menatapnya tajam.


“Tuhkan jadinya mata Daddy mau keluar,” ucap Guntur dengan suara kecil di telinga sang istri.  “Kalau Abang diusir Daddy dari rumah ini nanti gimana?” Lanjutnya mash dengan suara lirih, “Ara mau?”


Yumna cepat menggelengkan kepala, “Daddy!! Matanya ish jangan natap Abang gitu,” ucap Yumna. Guntur berseru senang dalam hati, mudah saja menghasut istri kecilnya ini. Daripada kena sasaran sang mertua.


“Kalau Abang pingsan nanti gimana,” lanjut Yumna yang berhasil membuat Guntur menghela napas panjang kembali.


“Hemm, makan-makan!” Sagara memainkan sendok dan garpu di tangannya sampai berdenting. Enak saja mereka bermesraan sedang dia kesepian sendirian. 


“Ayo makan Sayang,” Sagara menyendokkan nasi goreng ke mulut sang adik sambil tersenyum. Dia rindu dengan kemanjaan Ranaya saat mengandung. Pantas saja tiga bulan terakhir istrinya itu tidak mau jauh darinya. Kemanapun ia pergi Ranaya pasti selalu ingin ikut, ternyata itu kebersamaan terindah mereka yang terakhir.

__ADS_1


“Abang kenapa? Pasti teringat Kak Aya lagi,” gumam Yumna. Ia bisa merasakan kesedihan yang menyelimuti hati sang abang.


“Sayang suami Ara disini loh!” Kesal Guntur karena lagi-lagi Sagara mencuri perhatian istrinya.


Suara Guntur membuat Sagara dan Ranaya yang sibuk dengan pikirannya masing-masing menoleh kearah empunya.


“Dan Abang tersayang Ara disini loh,” ujar Sagara tidak mau kalah. Sengaja ingin membuat Guntur panas.


“Iyakan Sayang, ayo makan lagi.” Sagara kembali menyuapi Yumna tanpa mempedulikan tatapan tajam sang Guntur.


“Yang suami Ara disini siapa sih?” Tanya Guntur dengan suara meninggi. Dia merasa lelah karena Yumna selalu membagi perhatiannya untuk Sagara. Belum lagi dua baby yang membuatnya kehilangan banyak waktu bersama sang istri.


“Hei, kau itu kenapa sih? Tentu saja semua tahu yang jadi suami Ara itu kau!” Ucap Sagara sambil menahan tawanya. Sedang Ayumi dan Tora menggelengkan kepala dengan keributan yang terjadi di meja makan.


“Sudah gak nafsu makan!!” Guntur melepaskan sendok dan garpu di tangannya lalu berdiri dan meninggalkan meja makan.


Yumna menarik napas berat lalu mengambil tas dan menyusul sang suami.


“Kasihan adikmu jangan dikerjain seperti itu. Dia sudah capek mengurus dua baby,” tegur Ayumi yang baru menyadari kalau semua itu disengaja putra sulungnya.

__ADS_1


“Lucu banget wajah Guntur Mom, masa cemburu sama aku!” Sagara tertawa gelak setelah berhasil membuat Guntur cemburu.


“Sagara!!” Tegur Tora.


“Yes Dad,” Sagara langsung berhenti tertawa dan memakan sarapannya dalam diam.


Sementara itu Yumna menyusul Guntur sampai ke garasi, dia ikut masuk ke mobil. Untung perlengkapan kuliahnya sudah siap. Ibu menyusui itu mengabaikan perutnya yang keroncongan. Menyusui dua bayi membuatnya sering lapar.


“Abang, maafin Ara. Ara cuma kasihan sama Bang Aga karena gak ada Kak Aya yang memperhatikannya.” Ucap Yumna pada sang suami yang menjalankan mobil keluar dari garasi tanpa mempedulikan keberadaannya.


Karena tidak dihiraukan Guntur Yumna hanya diam mengeluarkan sandwich dari dalam tas. Bekalnya untuk nanti siang di kampus terpaksa ia makan duluan.


“Ara lapar?” tanya Guntur yang tidak bisa mengacuhkan istri kecilnya itu.


“Iya Abang,” jawab Yumna sambil memakan sandwich untuk mengganjal perut. 


“Maaf,” Guntur mengelus puncak kepala kesayangannya. Karena dia marah-mara jadinya Yumna tidak sempat sarapan. Entah kenapa melihat Sagara yang sangat dekat dengan sang istri membuat hatinya panas. Padahal dia tahu sejak dulu Sagara dan Yumna selalu begitu.


“Ara yang minta maaf, Abang.” Yumna meraih tangan Guntur dan mengecupnya. "Ara cuma kasihan sama Bang Aga.

__ADS_1


Guntur mengangguk, dia mengerti kebingungan Yumna yang tidak tahu harus bersikap seperti apa diantara mereka. Tapi rasa cemburunya juga tidak bisa dihilangkan. Dia ingin waktu Yumna hanya untuknya. Jangankan pada Sagara, pada baby Bian saja Guntur merasa cemburu.


^^^                                                                 ^^^


__ADS_2