
Guntur membawa Yumna ke kantin kampus, mana tega dia membiarkan ibu menyusui kesayangannya ini kelaparan.
"Makan yang banyak Sayang," ucapnya seraya mengelus puncak kepala wanitanya dengan lembut. Aksinya itu mengundang perhatian para pengunjung kantin, terutama para wanita. Apalagi penampilan Guntur yang menggunakan setelan jas membuatnya semakin gagah dan menawan.
"Abang, diliatin orang. Ara malu," ucap Yumna pelan menyingkirkan tangan sang suami.
"Ara malu punya suami tampan seperti Abang ini, hm." Goda Guntur, tangannya membersihkan bibir Yumna sambil tersenyum.
"Abang, Ara beneran malu." Yumna menundukkan kepala sambil melanjutkan sarapan.
"Jangan malu Sayang, kita sudah halal. Yang pacaran diujung sana aja gak malu," kekeh Guntur.
Yumna mengangkat kepala mengikuti arah lirikan sang suami. "Mereka ngapain Abang?" Tanyanya kaget.
"Ciuman Sayang, Ara mau nyoba disini juga?" Guntur memainkan alis menggoda sang istri.
Yumna cepat menggelengkan kepala, "kayak gak ada tempat lain aja ciuman disini. Biar semua orang tahu kalau dia punya pacar gitu," gerutunya.
Suami Yumna itu menanggapi celotehan sang istri dengan kekehan kecil, "ayo habiskan sarapannya. Abang ada meeting pagi ini," Guntur mengalihkan perhatian wanitanya.
"Abang beneran gak mau sarapan?"
"Nanti aja Abang sarapannya Sayang."
"Abang gak masih marah sama Ara kan?" Tanya Yumna lagi.
"Enggak Sayang," Guntur mengacak gemas puncak kepala istrinya.
__ADS_1
"Kalau gak marah bantu Ara ngabisin," Yumna tersenyum menyuapi sang suami. Guntur menerimanya dengan senang hati.
Setelah selesai sarapan dan mengantar sang istri ke kelas Guntur langsung berangkat ke kantor.
...🌹🌹🌹 ...
"Sayang, ingat perempuan yang kecelakaan di tolong Geo?" Tanya Guntur saat Yumna tengah bermanja-manja padanya. Malam ini baby Bian dan baby Yara dijaga oleh para nanny-nya sesuai perintah Dad Tora. Kecuali mereka rewel baru Yumna turun tangan.
"Ingat, kenapa? Gak meninggalkan?" Tanya Yumna, kejadiannya sudah delapan bulan yang lalu. Dia baru memikirkan hari ini.
"Kalau Abang ngomong dengerin dulu Sayang," Guntur mencubit gemas hidung sang istri karena memotong pembicaraannya.
"Telinga Ara masih dengar Abang. Ara kan nanya balik," sahut Yumna dengan bibir yang mengerucut tajam.
Guntur semakin gemas, dengan gerakan cepat mengulum bibir mungil Yumna. Yumna yang mendapat serangan dadakan memukul-mukul dada bidang Guntur karena kesulitan bernapas.
"Abang cerita sambil main gimana?"
"Gak mau, cerita dulu. Nanti Ara gak konsen kalau dibikin penasaran." Ucap Yumna masih dengan wajah merengut. Dan wajah itu terlihat semakin lucu di mata Guntur.
"Semangat banget mau dengar cerita mantan!!" Guntur dengan usil menjawil-jawil hidung sang istri.
"Abang ish, yang bahas itu duluan siapa." Rajuk Yumna menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur dan berkelumbun selimut.
"Sayang Abang bercanda," Guntur menarik selimut Yumna lalu memeluknya seraya menciumi basah di pipi.
"Mereka menikah," beritahu Guntur memberikan ponselnya pada sang istri. Menunjukkan undangan yang dikirimkan Ken tadi siang.
__ADS_1
"Menikah, kok bisa?" Tanya Yumna terkejut.
"Ya bisa, kalau mau nikah tinggal ke KUA Sayang." Jawab Guntur dengan kekehan.
"Ish Abang, bukan itu. Kenapa Geo bisa nikah sama perempuan itu?" Yumna mencubit kesal pinggang sang suami yang tidak mengerti pemikirannya.
"Ya bisa, emang Geo harus nikah sama Ara, hm." Guntur mengelus-elus puncak kepala wanitanya dengan satu kaki sudah mengunci tubuh Yumna.
"Ya enggak sih, Ara cuma bingung."
"Bingung kenapa, hm. Ara masih cinta sama Geo?" Pancing Guntur.
"Abang, kenapa masih mikir kesana!" Kesal Yumna mencubit keras pinggang sang suami sampai si empunya meringis.
"Aaww!! Abang cuma nanya Sayang. Abang percaya kok cinta Ara hanya untuk Abang sekarang," Guntur kembali memeluk gemas istri kecilnya.
"Kenapa Ara gak dapat undangan dari Geo Abang?" Tanya Yumna, entah apa yang dirasakannya saat ini.
"Abang juga gak dapat, Abang dapatnya dari keluarga pihak wanita. Mungkin Geo masih menyembunyikan dirinya setelah kematian palsu itu." Jelas Guntur lembut sambil menyelami netra sang istri.
Yumna mengangguk mengerti walau merasa janggal. Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan cinta pertamanya itu.
"Ara memikirkan Geo?" Tanya Guntur yang bisa merasakan perubahan ekspresi sang istri.
"Abang jangan salah paham," lirih Yumna takut suaminya marah dan mengabaikannya seperti dulu lagi hanya karena cemburu pada Geo.
"Abang cuma bertanya Sayang," Guntur terkekeh mengecup kening Yumna dengan lembut kemudian beralih ke bibir. Ia tidak akan membiarkan wanitanya memikirkan lelaki lain. Dan inilah caranya. Kecupan yang Guntur berikan itu sekarang sudah berubah menjadi sesapan panas yang menuntut. Ia sudah siap lahir dan batin untuk mengeksplor istri tercintanya malam ini.
__ADS_1