
Tora sudah menunggu kedatangan putrinya di depan pintu setelah anak buahnya mengabari mereka hampir sampai.
“Daddy!!” Yumna langsung menghambur ke pelukan Tora setelah sampai.
“Ayo masuk dulu,” ajak Tora pada Ammar.
“Gendong,” pinta Yumna sengaja dimanja-manjakan.
“Daddy encok gendong kamu Sayang, kalau gendong cucu mau.” Tora mengerling jahil pada putrinya.
“Baang Agaaaa!!” Teriak Yumna memanggil Sagara, gadis itu berlari mendatangi sang abang.
“Cepat bikin cucu buat Daddy, biar Daddy gak teror Ara!!” Seru Yumna menjadikan Sagara sasaran kekesalannya.
“Terus kenapa Ara yang teror Abang sekarang?” tanya Aga dengan kekehan.
“Iiih Abang ngeselin. Ayo Bang kita nikah!!” Ucap Yumna asal pada Ammar, lelaki itu hanya menanggapi dengan tawa kecil.
“Bikinin Abangnya minum Sayang," ujar Tora kemudian mengajak Ammar duduk.
“Daddy, Ara gak bisa.” Ucap Yumna pelan dengan pipi yang digembung-gembungkan.
“Bikin minum aja gak bisa gimana mau jadi istri, hm. Ammar mana mau sama perempuan manja seperti kamu,” canda Tora.
“Geo mau,” jawab Yumna sendu.
Tora dan Sagara saling pandang, dia sudah salah bicara. “Maaf, Daddy cuma bercanda Sayang.” Ucapnya, menarik Yumna untuk duduk di sampingnya.
"Daddy benar kok. Ara ini cuma anak manja yang nyusahin dan suka ngerepotin," sebut Yumna.
"Enggak, sampai kapanpun Ara putri kebanggaan Daddy." Tora memeluk putrinya dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Daddy mau bicara sama Bang Ammar, Ara mandi dulu ya Sayang."
"Yes Daddy," Yumna melepaskan diri dari pelukan sang ayah, beranjak ke kamarnya. Sagara pun beranjak mengikuti sang adik, daddy-nya ingin bicara empat mata dengan Ammar.
...🐾🐾🐾...
“Suka banget datang gak bilang-bilang,” ujar Sheryl yang membawakan Guntur minuman. “Kalau aku gak ada di rumah kan buang-buang waktu Mas aja.”
Guntur hanya menanggapi dengan senyuman.
"Mama, ayo kita susul Papa." Rengek Sesa yang habis menangis sesenggukan.
"Papanya dimana Sayang?" Tanya Guntur, membawa Sesa duduk di pangkuannya.
Ia belum siap membicarakan masalah pernikahan sekarang. Rasanya tidak tega membuat Sheryl terluka.
"Di rumah nenek, tapi nenek galak. Sesa gak suka tinggal disana. Sesa mau papa tinggal disini lagi." Adu gadis kecil itu, Guntur melirik Sheryl yang wajahnya berubah mendung.
“Sayang, tolong ambilin hp ku ketinggalan di kamar.” Ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul dibalik pintu. Guntur menatap Sheryl penuh tanda tanya. “Maaf, biar aku ambil sendiri.” Lanjut lelaki itu karena merasa sudah mengganggu.
“Ijin sama Mama dulu Sayang,” lelaki itu menggendong putrinya.
“Boleh Mama?” tanya gadis kecil itu penuh harap.
Sheryl hanya mengangguk kecil, menatap mantan suaminya sambil tersenyum. Guntur bisa melihat masih ada cinta di sana.
“Aku bisa jelasin, Mas.” Ujar Sheryl, khawatir Guntur salah paham. Setelah mantan suaminya masuk ke kamar.
“Jelaskan,” jawab Guntur tenang. Kalau begini dia tidak perlu susah-susah mencari alasan.
“Kami bercerai karena orang tuanya tidak menyukaiku. Mereka memaksa kami terpisah,” ucap Sheryl sendu.
__ADS_1
“Kalian masih saling mencintai?” tanya Guntur. Perempuan itu hanya mengangguk lemah.
“Kembalilah, Sesa butuh kalian bersama. Dia butuh cinta dari ayah kandungnya setiap saat.”
“Tapi Mas, kita udah mau menikah. Dan aku gak mungkin kembali sama dia.”
“Jangan pikirkan aku, pikirkan Sesa. Kamu tidak perlu merasa bersalah.” Guntur membawa Sheryl dalam pelukan. Tidak ada perasaan apapun selain kasihan.
“Maafkan aku Mas,” ucap Sheryl dengan penuh rasa bersalah.
Dia bukan ingin menipu Guntur. Semua karena Zufar, sang adik ipar yang memintanya untuk belajar membuka hati. Karena kasihan melihatnya harus membesarkan Sesa sendirian. Meskipun mantan suaminya tidak pernah lepas tanggung jawab.
“Tidak perlu minta maaf, kembalilah dengan cintamu." Ucap Guntur berbesar hati, menepuk pelan bahu Sheryl seraya mengurai pelukannya.
"Sesa aku bawa pulang dulu ya," ijin ayah Sesa pada mantan istrinya. Walau hatinya sakit melihat perempuan tersayangnya mau menikah lagi. Tapi itu lebih baik daripada Sheryl tidak bisa bahagia bersamanya.
"Gak mau dibawa sekalian?" Tanya Guntur yang dianggap mantan suami Sheryl candaan. Lelaki itu menanggapi dengan senyuman.
"Bawalah, aku kembalikan Sheryl padamu," Guntur mendekati lelaki itu dan menepuknya di bahu sambil tersenyum.
Ternyata bukan dia yang ke lain hati, tapi Sheryl lah yang lebih dulu tak memberikan hati untuknya. Perempuan itu hanya bersikap baik dan hormat kepadanya sebagai calon suami.
"Jangan bercanda, kalian sebentar lagi menikah." Ucap lelaki yang mendekap erat putrinya.
"Aku tidak sedang bercanda. Aku tidak bisa merebut kebahagiaan orang lain. Jika aku menikahinya maka tidak hanya Sheryl yang terluka tapi kalian juga, dan aku." Guntur berkata bijak, dalam hatinya sangat girang. Ia tidak perlu membuat banyak drama untuk mengagalkan pernikahan ini.
Sheryl hanya diam ditempatnya semula dengan kepala menunduk malu.
"Sungguh, apa yang kudengar ini serius?" Tanya lelaki itu girang. Guntur menjawab dengan anggukan sambil tersenyum.
"Sayang kita akan bersama lagi dan pergi dari kota ini." Ucap pria itu mendekati Sheryl dan memeluknya setelah menurunkan Sesa.
__ADS_1
Ia sampai bertengkar dengan adiknya karena menjodohkan ibu dari anaknya ini dengan lelaki lain.
Guntur menghirup nafas panjang, salahkan Zufar yang tidak memberitahunya sedari awal kalau Sheryl mantan kakak iparnya. Hampir saja dia merenggut kebahagiaan tiga orang yang masih saling mencintai itu.