
"Ara keluar kau!!" Teriak Leo menggelegar.
Dia berseru senang saat mendapat informasi Guntur membawa istrinya pindah rumah. Karena disini penjagaan tidak seketat di kediaman Tora maupun Emran jadi mudah untuknya menyusup.
Setelah cukup lama mengintai sampai mobil Guntur pergi akhirnya ia punya kesempatan untuk menyelinap masuk.
"Geo," gumam Yumna sangat familiar dengan suara itu. Beberapa saat kemudian wanita hamil itu tersadar kalau bukan suara Geo didengar telinganya melainkan Leo.
"Abang!!" Yumna bergegas menekan nomor telepon sang suami. Dengan kondisi kepala pusing seperti ini dia tidak akan sanggup menghadapi Leo. Belum lagi memikirkan ibu mertuanya.
"Kenapa Sayang, Abang lagi meeting. Abang tutup dulu ya," ujar Guntur yang tengah meeting dengan direksi.
"Jangan Abang, Leo ada disini. Ara gak tau gimana keadaan Mama diluar. Ara masih pusing," ucap Yumna diserang panik.
"Leo!! Ara bisa bangun, kunci pintunya." Dikte Guntur tanpa sadar mengundang tatapan semua orang kearahnya.
"Ara pusing banget Abang," Yumna tetap berusaha bangun dengan kepalanya yang berat.
"Disini kau rupanya!!" Leo mengambil ponsel di tangan Yumna lalu membantingnya.
"Ara!!" Panggil Guntur nyaring, namun tidak ada sahutan lagi dari seberang sana.
"Maaf," ucapnya saat sadar jadi pusat perhatian.
"Ada apa?" Tanya Tomi tanpa berekspresi.
"Leo masuk ke rumah lagi," jawab Guntur lalu bergegas pergi. Sangat khawatir dengan keadaan istrinya, tadi sempat terdengar suara Leo sebelum telepon terputus.
__ADS_1
Dengan terpaksa Tomi menunda meeting penting hari ini dan meminta maaf pada semua orang yang hadir. Ia meminta Zufar untuk mengurus kekacauan itu dan segera menyusul Guntur.
*
*
*
"Geo," gumam Yumna. Senyuman terbit dari bibirnya. Perempuan itu langsung memeluk tubuh Leo.
"Ini beneran Geo?" Yumna memegang rahang tegas pria yang sangat dirindukannya. "Kenapa hp Ara dibanting," ucapnya manja.
Leo mematung di tempat saat mendapat pelukan dari Yumna. Ia yang melihat wajah lugu wanita itu jadi tidak tega ingin menyakitinya. Leo membelai lembut pipi wanita yang pernah jadi kekasih kakak kembarannya.
"Jangan marah, Ara takut Geo marah." Yumna kembali bergumam.
"Demam, pantas saja dia menganggap aku Geo." Leo langsung menggendong wanita itu keluar dari rumah.
"Kita jalan Sayang," jawab Leo lembut. Memasukkan Yumna ke mobil dan memangkunya. Kenapa dia jadi terpesona dengan wajah cantik perempuan di pangkuannya ini.
"Apa yang sakit?" Tanya Leo.
"Kepala Ara sakit, boleh kita ke rumah sakit dulu." Ujar Yumna seraya memegangi kepalanya.
"Tentu Sayang," Leo memberikan belaian lembut di rambut Yumna.
"Ara kangen?" Leo tahu kalau Yumna sangat mencintai kakaknya sampai wanita ini hampir gila.
__ADS_1
"Banget," jawab Yumna menyandarkan kepala ke bahu Leo dengan nyaman.
Sementara Guntur yang baru tiba di rumahnya tidak melihat ada siapa-siapa disana. Rumahnya sepi, tidak ada bekas kekacauan juga. Ia langsung masuk ke kamar, istrinya tidak ada hanya ada ponsel yang hancur berserakan di lantai.
"Mama!!" Teriak Guntur panik saat menemukan mamanya pingsan di dapur bersama dua asisten rumah tangga.
"Mereka dibius," gumamnya langsung menggendong sang mama dan membaringkannya ke sofa.
"Ara mana?" Tanya Tomi seraya membantu Guntur.
Guntur menggelengkan kepala lemas, dia juga tidak tau dimana istrinya berada sekarang. Yumna sedang sakit, bagaimana bisa menghadapi Leo sendirian.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...💥💥💥...
Duh masa Ara gak bisa bedain sih kalau itu Leo 🤦♀️