Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
67. Kuliah


__ADS_3

Setiap hari Guntur dibuat gemas oleh kelakuan istri kecilnya ini. Jika di pasangkan seragam SMP, mungkin orang akan percaya kalau istrinya masih anak sekolahan.


"Kuliah yang bener, jangan nakal. Oke!" Ujar Guntur kala mengantar Yumna ke kampus.


"Ara malas Abang," jawab Yumna jujur. Kalau orang kebanyakan akan menurut di depan. Tapi tidak dengannya yang jujur melakukan penolakan.


"Gak Abang temani tidur kalau gak nurut!"


Satu kemenangan buat Guntur karena Yumna takut tidur sendirian. Jadi dia tidak perlu khawatir diusir dari kamar.


Yumna memberengut masam, menggelengkan kepala.


"Milih nurut atau milih tidur sendiri, hm?" Guntur memberikan pilihan yang keduanya sama-sama tidak Yumna suka.


"Kenapa pilihannya gak ada yang enak sih Abang, kasih pilihan itu yang mudah. Ara malas mikir nih," ujarnya seraya menggoyang-goyang tangan Guntur.


"Dulu juga tidur sendiri kan? Kuliah juga. Lalu sulitnya dimana?" Guntur sangat ingin tertawa melihat ekspresi Yumna.


"Tapi dulu kan kamar Ara ada disebelah kamar Daddy."


"Gak ada bedanya Sayang, kamar Abang juga ada orangnya disebelah.


"Mana ada, kamarnya kosong. Pasti ada hantunya," Yumna sengaja mengulur-ulur waktu.


"Sudah sana masuk ke kelas, kenapa jadi bahas kamar kosong sih." Usir Guntur yang tau sifat licik istrinya ini.


"Ara malas Abang," jawabnya dengan rengekan berharap Guntur berhenti melakukan pemaksaan.


"Apa perlu Abang jadi dosen biar Ara semangat kuliah?"


"Gak perlu, banyak kok dosen ganteng disana. Ara gak mau cari semangat, Ara tuh malas. M-A-L-A-S." Eja Yumna dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Oke, kalau gitu Ara tidur di rumah Daddy!!" Putus Guntur.


"Abang, kenapa jadi pisah ranjang sih. Ara tuh cuma malas kuliah." Yumna semakin merengek manja.


"Ara, Abang harus ke kantor. Kalau Ara mau berdebat, debat aja sama setir. Abang naik taksi!!" Kesal Guntur.


Pantas saja mertuanya menyerah memaksa Yumna kuliah, kalau susahnya seperti ini.


"Ara ikut ke kantor ya, ya. Boleh ya," katanya dengan mengedipkan mata manja.


"Ara janji apa sama Daddy, mau kuliah yang benerkan semester ini. Apa Ara juga ingat, Geo mau Ara selesain kuliah kan?" Sebut Guntur yang sudah lelah membujuk sang istri.


"Tapi Ara malas gimana dong?"


"Gak ada malas-malasan," Guntur akhirnya keluar dari mobil. Menyeret istrinya masuk ke kampus tidak mempedulikan para mahasiswa dan mahasiswi yang menatap kearah mereka.


"Abang pake masker!!" Titah Yumna mengambilkan Guntur masker bergambar mickey mouse.


"Ish ini gambarnya lucu Abang. Itu banyak mahasiswi kecentilan yang liatin Abang, cepat pake!!" Paksa Yumna.


Guntur kekeuh menolak. Bisa jatuh harga dirinya keren-keren pake jas gini maskernya gambar mickey mouse.


"Kalau Ara gak mau kuliah, Abang setiap hari nongkrong disini nungguin Ara. Biar banyak yang naksir," serunya dengan senyum kemenangan.


"Nggak mau. Itu ya senyumannya cuma buat Ara. Minara Yumna, ingat! Gak boleh buat yang lain." Yumna berusaha mengimbangi langkah lebar sang suami.


"Makanya kuliah yang bener kalau gak mau Abang jagain disini."


"Iya-iya Ara kuliah! Abang ngapain bawa Ara ke ruangan rektor." Yumna membulatkan mata setelah sadar mereka sedang berdiri di depan pintu yang bertuliskan REKTOR diatasnya.


"Guntur, kenapa istrinya diseret!" Tegur Luthfi sang paman yang merupakan rektor di Universitas Pancasila ini.

__ADS_1


"Dia mau bolos lagi Paman, DO aja sekalian!" Guntur menyeringai licik pada sang istri.


"Abang kenal?" Yumna meneguk ludah kasar. Pita suaranya seakan tercekat mendengar Guntur menyebut pria paruh baya itu paman.


Kenapa dia tidak melihat rektor itu hadir diacara pernikahannya. Tapi tunggu dulu, diakan memang tidak tau wajah rektor bagaimana. Sudah tentu tidak teperhatikan olehnya, Yumna menepuk jidatnya keras.


"Kenapa, Ara gak tau kalau ini muka Rektor Universitas Pancasila tempat Ara kuliah?" Tebak Guntur.


Yumna mengangguk malu. Luthfi terkekeh geli, gadis yang sekarang menjadi istri Guntur ini memang tidak menonjol di kampus.


"Makanya jangan suka bolos kuliah!" Guntur menjitak kening Yumna pelan.


"Ara gak bolos Abang, Ara cuma cuti kuliah." Yumna membela diri agar tidak semakin malu.


"Iya cuti, tapi Daddy yang ngurusnya. Emang Ara gak masuk kuliah pernah ngasih info ke kampus." Tanya Guntur dengan sorot mata menajam. Yumna cepat menggelengkan kepala.


"Dasar anak nakal!!" Gumam Guntur, "sana masuk ke kelas!!" Titahnya.


"Temani," Yumna masih berani merengek manja.


"Minara Yumna Damanuri, ini kampus manjanya dikurangin!!" Guntur menghela nafas gusar.


"Tapi Abang megang tangan Ara. Ara kan jadinya gak bisa jalan sendiri," Yumna mencari alasan.


Luthfi yang mendengar itu sontak dibuat tertawa. Baru pernah dia menemukan gadis yang seperti ini.


"Ara sadar gak sih manjanya kelewatan. Sini Abang gendong, mau diantar kemana." Ujar Guntur terlewat kesal pada tingkah sang istri. Tidak salah, perempuan memang selalu merepotkan.


"Ara bisa jalan sendiri Abang," ucap Yumna tanpa rasa bersalah menggandeng tangan Guntur agar semua orang tau kalau pria ini sudah jadi miliknya.


...🐾🐾🐾...

__ADS_1


Silahkan yang mau menghujat Ara πŸ˜†πŸ˜†


__ADS_2