Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
120. Baby Gemoy


__ADS_3

Kediaman Damanuri


"Dad, aku bawakan cucu buat Daddy." Guntur tersenyum cerah memberikan baby Nefa pada ayah mertuanya. Dia mendapatkan ide ini setelah teringat dengan kedua orang tuanya yang sangat menginginkan cucu. Sekalian saja untuk mengerjai Tomi.


"Kalian mungut anak siapa?" Walaupun kaget Tora tetap menyambut baby gemoy itu dengan senang hati. Dia sudah berpikir Guntur mengadopsi bayi saat melihat Yumna membawa perlengkapan bayi dari popok sampai susu dan pakaian. Karena tidak mengenali kalau itu putri Tomi.


"Nyulik Dad bukan mungut," jawab Guntur sambil tertawa. Tawanya semakin lepas saat membayangkan Tomi yang kebingungan mencari anaknya nanti.


"Ara panggil Mommy dulu," ujar Yumna yang diangguki Guntur. Setelah meletakkan barang-barang di meja wanita hamil itu mencari sang mommy ke dapur.


"Anak siapa kau bawa," Tora menciumi gemas pipi Nefa yang asik memainkan krincingan di tangannya.


"Anak Tomi," jawab Guntur singkat.


"Sudah ijin membawanya?" Selidik Tora penuh curiga.


"Namanya nyulik mana ada ijin Dad," lagi-lagi Guntur tertawa.


"Kau ini gila!!" Desis Tora.


"Bukan aku yang gila, mereka yang gila. Masa tamu disuruh momong mereka malah asik bercinta di kamar. Lagian aku bawa Nefa kesini biar Daddy sama Mommy senang." Guntur tersenyum menoel-noel gemas pipi keponakannya.


"Tapi bagus juga Daddy jadi bisa main sama baby," ujar Tora senang. Senyuman tak berhenti mengembang dari bibirnya.

__ADS_1


"Aaaaa, anak siapa ini gemesin banget." Pekik Ayumi gemas langsung menciumi pipi Nefa tanpa berhenti sampai membuat baby girl itu menangis kegerahan. Bahkan pipinya sudah memerah karena terlalu lama dicium.


"Mommy berhenti. Mommy bisa membunuh Nefa!!" Seru Yumna, malah dia yang ketakutan melihat Nefa menangis keras. Sedang Ayumi malah semakin gemas.


"Nefa gak akan mati karena dicium Sayang," Tora mengulurkan tangan agar putrinya duduk. Baby girl itu sudah berhenti menangis setelah ditimang-timang Ayumi.


"Mom mandikan dulu kalian bawa baju gantinyakan?" Tanya Ayumi yang tak kalah bahagianya dari sang suami setelah menemukan baby girl itu.


"Ada, tapi pakaian baru." Guntur mengeluarkan pakaian yang mereka beli dalam perjalanan pulang tadi.


"Dicuci dulu nanti Nefa gatal-gatal!" Seru Yumna.


"Ara minta pelayan cucikan sana, langsung kering ya Sayang. Sekalian bikinin susu," pinta Ayumi.


"Yes Mom," Yumna menurut saja walau tidak tahu cara mencuci yang langsung kering itu bagaimana.


"Mas, cepat jemput Nefa!" Ucap Anindi ketus, Nefa tidak akan dibawa Guntur kalau mereka tadi tidak bercinta.


"Nanti kita jemput Nefa Sayang, sekarang kamu makan dulu." Bujuk Tomi, bunda Nefa itu sampai tidak mau makan karena merajuk. Semua gara-gara Guntur yang membuat kekacauan. Dia seperti orang gila mencari putrinya.


"Nefa baik-baik saja, ayo kamu makan dulu." Emran menunjukkan video Tora sedang menimang Nefa yang dikirimkan Guntur pada menantunya. Agar Anindi mau makan, karena mereka semua sudah selesai makan.


Walau Emran sempat memarahi Guntur karena sudah membawa Nefa diam-diam. Tapi dia bangga karena Guntur melakukan semua itu untuk menyenangkan hati kedua mertuanya yang sangat menginginkan cucu.

__ADS_1


Anindi akhirnya makan karena tidak enak pada papa mertuanya. Dengan perasaan yang masih kesal pada sang suami.


...🌺🌺🌺 ...


"Yah sudah dijemput," Ayumi menatap sendu bayi mungil yang tertidur digendongannya. Anindi jadi tidak tega mengambil putrinya dari ibu mertua Guntur.


"Kita bisa menemui Nefa kapanpun Mom, biar Nefa pulang dulu ya." Yumna bisa merasakan kesedihan sang mommy.


"Iya," Ayumi memberikan Nefa dengan hati-hati pada Anindi. Setelahnya beralih mengelus perut Yumna yang duduk di sampingnya.


"Sebentar lagi Mommy punya cucu juga," seru perempuan paruh baya itu dengan senyuman bahagia.


"Iya ini cucu Mommy dari Ara," Yumna memeluk sang mommy dengan haru.


Ditengah keharuan ibu dan anak itu, Tomi terus menatap tajam Guntur. Sedang yang ditatap hanya menyengir lebar tanpa dosa.


"Kau harus berterimakasih padaku karena sudah membuat si belalai buka puasa," bisik Guntur dengan senyuman khasnya saat Tomi berpamitan pulang.


"Terima kasih," ucap Tomi dingin menepuk punggung Guntur dengan energi penuh sampai menimbulkan bunyi bukk-bukk.


"Sakit gila, tanganmu itu berdarah dingin!!" Seru Guntur langsung menjauh dari Tomi sambil mengusap punggungnya yang terasa pedas.


Tomi mengendikkan bahu lalu menggenggam tangan Anindi. Setelah tersenyum pada Tora, Ayumi dan Yumna dia membawa anak dan istrinya pulang.

__ADS_1


__ADS_2