Gemuruh Cinta Sang Guntur

Gemuruh Cinta Sang Guntur
36. Wasiat


__ADS_3

“Mama gak rela harta kakakmu dikuasai gadis itu, Leo!!” Amuk ibu Geo setelah pembacaan surat wasiat dari Geo. Perempuan paruh baya itu syok.


Saham perusahaan yang selama ini atas nama Geo sudah dibalik nama untuk Yumna. Rumah serta mobil dan uang tabungan yang sudah Geo siapkan untuk mereka menikah juga diwasiatkan untuk gadis itu. 


“Mama tenang aja, biar aku yang urus anak itu.” Leo meyakinkan ibunya.


“Gimana caranya kamu mengurusnya hah!! Kamu bahkan hampir dua kali mati di tangan gadis itu!!” Sarkas sang ibu berang.


“Mama sudah, itu semua hasil kerja keras Geo. Terserah mau dia apakan, kalau memang mau diberikan pada orang yang dicintainya itu haknya.” Ujar Ferdinand, ayah Geo menengahi. Mereka tidak akan miskin hanya karena harta Geo tidak dikuasai keluarganya.


“Enggak Pah, Mama gak rela. Selama ini kita yang membesarkan dan merawat Geo. Kenapa orang lain yang menikmatinya," kekeuhnya.


“Terserah Mama, Papa capek ngasih tau kalian yang serakah ini!” Seru sang suami kesal, meninggalkan ibu dan anak itu.


Bukan hanya itu yang membuatnya kesal, kematian putra tersayangnya juga karena ulah si bungsu. Kalau bukan anak, mungkin sudah dia buat mendekam di jeruji besi seumur hidup anaknya itu.


...🐾🐾🐾...


“Ini rumah impian Ara, Daddy.” Gumam Yumna pelan dengan air mata kerinduan pada sang kekasih.


Bersama ayah dan pengacara Geo dia mendatangi rumah yang baru selesai dibangun itu. Geo memang mendesain rumah ini khusus sesuai keinginan Yumna.


Rumah dua tingkat yang mungil dengan halaman luas. Dilengkapi spot olahraga dan latihan menembak. Dulu Yumna sering latihan menembak bersama Geo kalau abangnya sedang sibuk.


Tora memeluk sang putri, kini dia sangat menyesal telah menjadi penghalang anak tersayangnya untuk hidup bahagia bersama Geo. Sekarang sudah terlambat, dia baru menyadari kalau pemuda itu memang sangat menyayangi putrinya.


“Berbahagialah, karena kamu menjadi perempuan yang sangat dicintai Geo sampai dia menghembuskan nafas terakhir. Cinta kalian kekal Sayang, walau tidak ditakdirkan bersama.”


“Ara bahagia pernah menjadi orang yang sangat dicintai Geo,” ucapnya dengan air mata yang semakin deras mengalir.


Tora menarik nafas pelan, dadanya ikut terasa sesak. Semua terjadi karena keegoisannya.

__ADS_1


“Maaf sudah menghancurkan kebahagiaan Ara, Daddy menyesal Sayang.” Ungkap Tora yang tidak dapat membendung air matanya lagi. Dia ikut meneteskan air mata salam pelukan sang putri.


“Sekarang Daddy percayakan kalau Geo orang baik,” sebut Yumna sendu.


“Ya, Daddy percaya Sayang.” sahut Tora pelan.


Setelah puas berkeliling Tora mengajak putrinya pulang. Kunci rumah dan mobil itu sudah ada di tangan mereka.


“Ara merasa gak berhak menerima semua ini, Daddy.” Gumam Yumna setelah sampai rumah. Meletakkan kunci rumah, mobil dan buku tabungan ke atas meja sambil menutup mata dengan kedua telapak tangan.


Yumna kembali menangis. Dia hanya butuh Geo ada di sisinya, bukan semua harta ini. Hatinya sangat rindu dengan sosok lelaki yang sangat penyabar dan selalu menuruti semua keinginannya itu.


Tora menarik anak gadisnya dalam pelukan, “itu bukti Geo sangat mencintaimu Sayang. Simpanlah, uangnya bisa kamu bagikan untuk orang-orang yang membutuhkan. Mintalah pada mereka untuk mendoakan Geo. Rumah dan mobil biar saja disana, nanti kita cari orang untuk merawat rumah itu. Kalau Ara kangen, bisa melihat-lihatnya kesana.”


“Kalau Ara bisa menukar semua harta itu dengan Geo, Ara hanya ingin Geo Daddy. Ara hanya ingin Geo hidup lagi." Lirih Yumna, siapa yang kuat mendengar kesakitan gadis itu. Bahkan Ayumi ikut menangis mendengar curhatan anak kesayangannya.


“Tidak ada yang bisa menawar kehendak Tuhan Sayang,” Tora menopangkan dagu di kepala putrinya. "Semua takdir yang terjadi ini tidak bisa kita cegah. Kecuali menerimanya dengan hati yang lapang."


"Ara tidak sekuat itu, Daddy."


Yumna menghirup udara yang banyak, hidungnya terasa sesak karena kebanyakan menangis.


"Mampet," ucapnya sambil memencet hidung dengan bibir maju mundur. Membuat yang melihatnya gemas dan tertawa. Kesedihan di ruangan itu tiba-tiba lenyap terbawa udara.


“Istirahat sana sama Mommy, kamu kebanyakan menangis jadi hidungnya mampet."


"Ara nangisnya dikit aja, dua kali." Sebutnya sambil mengangkat dua jari seperti anak kecil.


"Iya-iya nangisnya dikit, cuma air matanya aja yang satu gayung." Jawab Tora dengan kekehan diikuti sang abang. Sejurus Yumna langsung memanyunkan bibirnya.


"Ayo istirahat ke kamarmu aja Sayang," ajak Ayumi.

__ADS_1


Gadis itu menurut, mengikuti sang mommy ke kamar bersama kakak iparnya.


“Perketat penjagaan adikmu Ga, keluarga Geo pasti tidak akan tinggal diam. Sekarang perusahaan F-Jewelry itu lima belas persen sahamnya atas nama Ara.” Sebut Tora yang membuat Sagara membelalakkan mata, adiknya kaya mendadak.


F-Jewelry merupakan perusahaan perhiasan terkemuka. Bahan baku yang digunakan berlian import dari Antwerp-Belgia. Tempat itu terkenal sebagai pusat pengolahan berlian terbaik dan terkemuka. Hanya di Antwerp sebuah berlian bisa diolah hingga 56 cutting (sayatan). Jumlah cutting ini merupakan salah satu syarat dari penentu kualitas berlian.


“Itu sudah atas nama Ara?” Aga memastikan kalau telinganya tidaklah salah dengar.


“Jangan seperti orang miskin yang tiba-tiba kaya mendadak!!” Tora berdecak, ternyata putranya memiliki jiwa missqueen.


“Daddy, aku hanya terpana. Ternyata masih ada laki-laki yang seperti itu di dunia ini. Rela memberikan apapun untuk perempuan tersayangnya. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi," sahut Sagara dengan kekehan.


"Ya, Daddy lah yang salah sudah menghalangi kebahagiaan mereka." Lagi-lagi Tora menyalahkan dirinya atas kepergian kekasih sang putri.


...🦋🦋🦋...


Yang belum mampir di Story Ajari Aku mencintaimu. Hayook kita mampir dulu sambil menunggu cerita ini update 😄



Panggilan Emran, sang papa yang meminta Ghani kembali ke Indonesia sebulan yang lalu ternyata untuk membicarakan perihal pernikahan yang sudah direncanakan Emran sejak lama. Ancaman Emran membuat Ghani tak bisa berkutik.


Ghani terpaksa menyembunyikan status pernikahannya dari sang kekasih.


Bagi Khalisa bukan sebuah keberuntungan bertemu dengan Ghani kembali setelah tak pernah bertukar kabar selama tujuh belas tahun.


Bisakah Khalisa bertahan dengan pernikahan tanpa cinta ini, sedang suaminya masih mencintai perempuan lain.


...***...


"Kamu sendiri yang membuatmu terjebak." Ghani sudah berdiri di depannya, menyalahkan semua yang terjadi pada Khalisa. "Kalau kamu tidak menyetujui lamaran Papa tidak akan terjebak seperti ini." Sangat jelas kekesalan lelaki itu ditujukan padanya.

__ADS_1


"Kalau kamu bisa menahan Papamu untuk tidak melamarku semua ini tidak akan terjadi Gha, kamu memanfaatkanku agar masih bisa menikmati kekayaan yang Papamu berikan."


"Benar, aku akan menyiksamu dengan menjadi istriku, Kha." Suara tawa yang menyeramkan keluar dari mulut lelaki itu. Membuat Khalisa bergidik ngeri, berlari ke ranjang menyelimuti seluruh tubuh. Ghani kemudian pergi meninggalkan kamar.


__ADS_2