
Sepanjang jam kuliah Yumna terus menguap menahan kantuk. Bagaimana tidak mengantuk, malam tadi dia bergulat dengan sang suami sampai tengah malam. Dan sekarang tubuhnya serasa remuk.
"Maafin Mommy Nak, bukan Mommy membencimu. Tapi Mommy sangat takut," lirih Yumna mengelus perut datarnya. Setelahnya ia menelungkupkan wajah di meja kantin dan tertidur disana.
"Geo," lirih Yumna saat mendapat elusan lembut di kepala dan mencium aroma parfum mantan kekasihnya itu.
Yumna mengangkat wajah dan membuka mata, pria yang duduk di sampingnya benar-benar Geo.
"Ya ini aku Geo, Sayang." Pria itu tersenyum manis, menarik Yumna dalam pelukan. "Lama tidak berjumpa bagaimana kabarmu?"
Yumna menepuk pipi kanan dan kirinya memastikan ini bukan alam mimpi.
Geo terkekeh melihat tingkah kekasihnya. "Aku bukan mimpi Sayang, kamu kenapa? Aku ini nyata." Lanjutnya mengecup puncak kepala wanitanya penuh kasih.
Wanita itu menggelengkan kepala, "gak mungkin. Geo sudah meninggal," lirih Yumna pelan mendorong tubuh pria yang mengaku sebagai Geo menjauh darinya.
"Aku belum meninggal Sayang, Ara gak lihat langsung mayatku saat dimakamkan waktu itu kan?"
__ADS_1
Yumna mengangguk ragu, ia memang tidak menghadiri langsung pemakaman itu. Mereka mendekat ke area pemakaman setelah sepi. "Lalu Geo kemana kalau gak meninggal? Geo dimana saat Ara butuh?"
"Maaf Sayang, aku harus mendapatkan perawatan dan harus memalsukan kematianku." Lirih Geo dengan rasa bersalah telah membiarkan wanita tersayangnya terpuruk.
"Bohong, kamu bukan Geo tapi Leo!" Ucap Yumna dengan sarkas, "Geo gak mungkin masih hidup, Geo gak mungkin pura-pura mati untuk menghindari Ara."
"Ara," Geo menatap wanitanya dengan tatapan terluka. "Please percaya aku beneran Geo Sayang," mohonnya.
"Enggak, Ara gak akan bisa percaya sama orang yang sudah membunuh Geo!!"
Yumna terdiam seperti orang linglung, dia bingung antara percaya dan tidak dengan pria yang ada di hadapannya saat ini.
"Cukup Leo, Ara gak akan termakan sandiwara murahan ini." Ucapnya seraya menghempaskan tangan lelaki itu.
"Kenapa Ara gak percaya kalau aku bukan Leo?" Geo tidak tau apa yang terjadi selama ia tidak ada disisi sang kekasih.
"Satu tahun lebih bagaimana Ara bisa percaya dengan orang yang mengaku sebagai Geo!!" Teriak Yumna lantang lalu pergi dari kantin dengan pikiran yang berkecamuk. Meninggalkan lelaki yang membisu di tempat duduknya.
__ADS_1
Kenapa hati kecilnya percaya kalau itu Geo. "Oh Tuhan, Ara harus apa?"
...💥💥💥 ...
"Ara kenapa Sayang, sakit?" Guntur menatap bingung istrinya yang tidak bersuara sepanjang jalan pulang.
"Cuma capek, Abang." Yumna lebih memilih memejamkan mata daripada memikirkan Geo yang tiba-tiba hadir. Lebih tepat orang yang mengaku sebagai Geo, bisa saja itu Leo yang sedang melakukan misi untuk membunuhnya.
"Ara mau makan sesuatu?" Tanya Guntur lagi, semenjak hamil Yumna tidak pernah mengidam apapun yang aneh. Ia tahu istrinya itu tidak tidur.
"Abang, Ara mau bongkar kuburan Geo boleh?" Tanya Yumna tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba mau bongkar kuburan Geo?" Guntur merasa aneh dengan sikap sang istrinya. Yumna menceritakan secara singkat pertemuannya dengan lelaki yang mengaku sebagai Geo.
"Kalau benar Geo masih hidup apa Ara akan ninggalin Abang?" Guntur menatap istrinya sendu.
Yumna tidak bisa menjawab, bingung hatinya kemana. Dan apa yang diinginkannya saat ini.
__ADS_1