Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Pembukaan


__ADS_3

*


*


Acara gunting pita telah selesai, kini semua orang telah memenuhi seluruh kursi di lantai satu dan dua Tasty Treats. Bahkan ada beberapa yang tidak kebagian tempat dan hanya bisa menelan kekecewaan. Ada yang kembali dan menunggu di luar dengan kursi tunggu yang memang sudah disediakan sejak awal. Ada juga beberapa yang seraya menunggu, berjalan-jalan lebih dulu ke tempat lain.


Sedangkan di dalam, semua orang telah disibukkan dengan pesanan. Para pegawai kewalahan karena dipanggil ke sana dan kemari oleh pelanggan yang sudah masuk.


Lantai satu dipenuhi oleh mahasiswa dan pelajar, ada juga beberapa warga biasa seperti satu keluarga yang datang ke tempat.


Lantai dua, dipenuhi oleh rekan bisnis Darren dan pengusaha yang memang tertarik pada restoran cafe Tasty Treats. Ada juga orang kaya yang sengaja datang dan masuk ke lantai dua.


Juga, ada satu keluarga kaya yang nekat memesan ruang VIP karena tidak kebagian tempat di lantai satu dan dua. Membuat Tasty Treats kekurangan pelayan karena terbagi-bagi. Yang pada akhirnya, keluarga Siska juga ikut turun tangan ikut melayani semua pelanggan.


Pelanggan lantai satu tidak berniat pergi ke lantai dua dan lantai tiga, berbeda dengan pelanggan lantai dua yang nekat masuk ke lantai tiga karena tidak kebagian tempat.


Harga di lantai satu dengan lantai dua dan tiga jauh berbeda. Para pelanggan juga sudah tahu dari akun sosial media burung biru restoran cafe tersebut.


Bahkan menu dan jenis makanan yang akan ada telah dipotong di status akun Tasty Treats cabang ibukota.


#Lantai 1


Mochi Bites


Croffle


Beef Bowl


Choco Banana


Pangsit


Sosis dan Bakso Bakar


Chinnamon Roll


Cappuccino Cincau


Smoothies


Latte

__ADS_1


#Lantai 2


Nasi Goreng spesial


Sup ekstra nasi


Ayam saus Madu


Beef Steak Ekstra kentang


Udang asam manis ekstra Nasi


Spaghetti


Salad buah


Salad sayur ekstra alpukat


Aneka jus


Teh hangat manis + Dingin


Smoothies


#Lantai tiga


Gabungan menu lantai 1 dan 2. Hanya saja ada satu menu yang menjadikan lantai 3 special, yakni aneka seafood, dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran rata-rata. Dengan harga yang tentunya di atas 300 ribu.


Sedangkan air putih dan teh tawar sudah menjadi hal yang gratis yang ditetapkan Tasty Treats di semua lantai.


Harga rata-rata menu di lantai satu adalah 25ribu ke atas. Sedangkan untuk minuman 15ribu keatas. Harga rata-rata di lantai 2 adalah 75ribu keatas, sedangkan untuk minuman sama hal nya dengan lantai 1. Dan harga rata-rata lantai 3 sama saja dengan lantai 1 dan 2, hanya berbeda di pembayaran muka, ada pembayaran 300ribu ke atas di awal untuk menempati ruang khusus di lantai 3.


Menu utama yang paling populer di lantai satu adalah mochi bites. Karena makanan manis ini baru akan populer di tahun 2020 an. Jadi di tahun 2010 ini, makanan manis tersebut masih belum ada. Dihargai 30ribu dengan 10 mochi bites ukuran dalam piring yang ditata dengan cantik.


Sedangkan menu utama di lantai dua adalah Ayam saus madu. Dihargai dengan harga 95ribu karena memang satu Ayam utuh yang dijualnya.


Dan menu lantai dua ini terbukti populer karena di hari pertama juga banyak yang memesannya. Bahkan Darren yang ada di meja no 5, dengan para rekan bisnisnya yang berjumlah 8 orang. Meja no 5 memang dikhususkan untuk banyak orang, dengan kisaran 10 orang.


Menu yang dipesan adalah Ayam saus madu, beef steak, ekstra madu, Udang asam manis ekstra nasi, dan Spaghetti, serta dua jenis salad. Ditambah coffe dan satu smoothies yang dipesan oleh Kathrin.


Kathrin memang termasuk di meja no 5 dengan Darren. Ia duduk di samping Ayahnya, Hartono yang memang diundang agar datang untuk menikmati hidangan di tempat baru.

__ADS_1


Dan hal ini tidak lepas dari pengawasan Siska. Siska yang awalnya mau melayani di lantai satu dengan dua kakak ipar dan adik adiknya, tidak jadi, karena selain di bawah memang sudah cukup orang, kedua kakak tidak mau melayani di atas karena orang-orangnya memang berasal dari kelas atas semua.


Kedua kakak tidak ingin melakukan kesalahan, otomatis Siska lah yang maju dan masuk ke dapur di lantai dua. Lagipula, Siska lebih baik dari dua kakak ipar juga dalam hal memasak, jadi kakak ipar percayakan lantai dua padanya. Terlebih, Siska juga bisa menjadi koki yang melayani di lantai 3 sekalian.


Alhasil, begitu Siska mengantarkan makanan ke meja pemesanan, Siska melihat jelas Darren tertawa di mejanya dengan beberapa kolega. Dan yang paling mencolok adalah Kathrin. Satu-satunya wanita muda yang ada di sana.


Siska mendengus kesal, tapi ia hanya bisa begitu saja. Tanpa bisa berbuat banyak. Menenangkan diri adalah yang paling utama. Lagipula, ia akan sibuk sepanjang hari, jadi tidak akan terus melihati mereka di meja no 5.


Tapi perkiraan Siska salah. 5 menit kemudian, Chika yang memang melayani di lantai dua beralasan sakit perut ketika mau mengantarkan makanan ke meja no 5. Ia menyerahkan tugasnya pada Siska, karena yang lain juga sangat sibuk melayani pelanggan lainnya.


Chika tidak memberi kesempatan pada Siska untuk menolak dengan berlari cepat ke kamar mandi. Alhasil Siska mau tidak mau mengambil alih, ia mengambil nampan dan menyajikan menu yang di bawanya dengan nampang dorong.


"Permisi, pesanan sudah datang." Ucap Siska dengan raut ramah.


Kemudian mengambil satu persatu pesanan dan memindahkannya ke meja.


Siska sesekali curi pandang pada Darren yang sedang mengelap mulut Kathrin. Kathrin sendiri terlihat senyum dengan wajah memerah. Keduanya berhadapan, dan Darren menjulurkan tangan pada Kathrin.


Siska tersenyum makin ramah, melihatnya.


"Kak Darren, aku bisa me lap nya sendiri." Ucap Kathrin malu-malu.


Siska terkejut, panggilannya bahkan sudah berubah menjadi Kak dalam beberapa hari. Dan begitu Siska melihat respon Darren, tidak ada tanda-tanda menolak, membuat Siska tersenyum sinis diam-diam.


"Tidak, sebentar lagi selesai. Biar aku saja." Balas Darren, meski tetap tanpa ekspresi, tapi Kathrin senang bukan main di sana.


"Jika tuan dan nyonya butuh menu atau hal lainnya, bisa memanggil saya di meja kasir sana. Selamat menikmati." Ucap Siska membungkuk ramah dan tersenyum.


Kathrin kemudian sadar, wanita yang mengantar makanan adalah Siska.


"Pelayan, terimakasih banyak. Kami akan memanggilmu ketika kami butuh." Ucap Kathrin kemudian, sengaja menekankan kata pelayan pada Siska.


"Ekhem, nona Siska, kemana pegawaimu? Kenapa kau yang menghidangkan makanan?" Ucap Haris, jelas bertujuan untuk memberitahu Kathrin akan jabatan Siska disana.


"Ada urusan kecil, kami kekurangan orang, jadi aku hanya bisa menggantikannya sebentar. Aku juga sudah menyapa semua orang disini, jadi aku tidak ada kerjaan juga." Balas Siska. "Kalau begitu, silahkan dinikmati. Aku masih harus mengecek lantai tiga." Ucap Siska kemudian.


Kathrin terbatuk kecil. Mendengar kata-kata mereka, jelas sekali Kathrin salah menghina orang. Ia bahkan ditegur oleh ayahnya diam-diam karena tidak tahu tentang pemilik restoran baru tersebut.


*


*

__ADS_1


__ADS_2