
*
*
Setelah selesai makan malam, semua orang pulang ke rumah masing-masing, karena waktu masih menunjukkan pukul 7 lebih 30 menit. Pun dengan Siska, Ayah, Ibu, kedua anaknya, kakak pertama Rendra, Santi, Geri dan Ergan. Pulang bersama-sama ke rumah kedua orang tuanya.
Sedangkan Putri dan Sapta pulang ke desa sebelah, ke rumahnya sendiri, karena anaknya Desi masih ada di rumah neneknya.
Begitu pulang, semuanya langsung membersihkan diri. Siska, Uni, dan Uqi membersihkan diri di rumahnya sendiri. Dan setelahnya kembali ke rumah orang tuanya. Tidur di kamar Siska yang ada di rumah tersebut.
Setelah membuat Uqi dan Uni tidur, Siska kemudian keluar dan menghampiri Ergan yang sudah menungguinya di ruang keluarga, setelah sebelumnya ia suruh tunggu disana.
Siska mau membicarakan insentif Ergan dari akun tutubnya. Karena ia tidak sempat membuat rekening di bank, juga kedepannya akan sedikit sulit. Pagi dia harus sekolah, pulang sekolah pukul 3, jadi tidak ada waktu ke bank bukan? Jam operasionalnya hanya dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore.
Jadilah kini keduanya mau berunding. "Adik, aku pikir kau pakai rekeningku dulu saja, bagaimana? Jika nanti ada waktu luang, kau bisa membuat rekening sendiri. Jika sudah ada rekeningnya, nanti gampang, bisa aku transferkan pada rekeningmu." Jelas Siska, keduanya sudah duduk berhadapan.
Ergan mendengarkan penjelasannya dengan mengangguk, mengerti. "Boleh saja, kak, begitu saja." Balas Ergan.
"Oke, kalau begitu buka akun tutubmu, selesaikan persyaratan menariknya, masukkan no rekeningku, jadi bisa langsung ditarik hari ini juga." Ucap Siska.
Kemudian Ergan menganggukkan kepalanya, ia langsung membuka akun tutubnya dan menyelesaikan syarat dan ketentuan dalam penarikan uang. Dibantu Siska, ketika Ergan tidak paham tentang beberapa hal.
Setelah semua selesai, sejumlah uang ada pada menu saldo, dan Ergan dapat menariknya.
"Aku tidak salah lihat? Sebesar itu?" Tanya Siska melebarkan matanya terkejut.
__ADS_1
"T-tidak, aku juga melihat nominal yang sama!" Ucap Ergan, sama-sama terkejut.
Siska tahu dan ingat betul, kisaran pendapatan seleb tutub antara $1,000 hingga $10,000, atau setara Rp15.000.000 hingga Rp150.000.000. Pendapatannya bervariasi, per 1 juta view video tutub dilihat berdasarkan beberapa faktor juga. Tapi, ia kira pendapatan tutub Ergan ini, paling-paling hanya 15 juta saja.
Ya, perkiraan Siska, karena Ergan merupakan seleb baru, pendapatan yang didapat paling hanya 15 juta, yakni insentif paling kecil dengan view 1 jutaan. Iklan juga belum banyak di setiap kontennya. Tapi, siapa yang akan menyangka jika pendapatannya malah lebih besar dari 15 juta?
Itu hampir 60 juta! Gila sekali bukan? Siska benaran terkejut melihatnya. Apa seleb tutub emang sekaya ini? 60 juta ini, dari satu konten! Ergan punya 3 konten keseluruhan. Konten pertama yang penangkapan Rusdi, konten kedua ialah mukbang, konten ketiga yaitu pembukaan Tasty Treats.
Masing-masing konten menghasilkan insentif, 60 juta, 70 juta, dan 30 juta! Astaga, Ergan kaya. Lebih kaya dari Siska, kakaknya yang mati-matian mendirikan sebuah kedai.
Seorang Tutuber bisa menghasilkan uang sekitar US$ 3-5 atau setara Rp 45-75 ribu per satu video dengan 1.000 views. Hal itu belum ditambah pemasukan dari yang menyaksikan iklan di dalam video, yang nominalnya bisa mencapai US$ 18 atau setara Rp 270 ribu per 1.000 views.
Pendapatan yang diterima oleh seorang Tutuber dengan 1.000.000 views per satu video bisa mendapat uang rata-rata US$ 5.000 atau sekitar Rp 75 juta. Namun, kembali lagi semua tergantung juga dari pendapatan iklan, rasio klik-tayang, dan berbagai faktor lainnya.
Untuk kondisi Ergan, ia termasuk Tutuber baru, jadi rasio iklan belum terlalu pengaruh pada pendapatannya. Ia juga belum menerima sejumlah invest iklan pada kanal tutubnya.
Belum lagi, dari subscribernya. Per 1000 subscriber bisa mendapat insentif sebanyak 50 -75ribu. Melihat jumlah subscriber Ergan telah mencapai ratusan ribu, yakni 320 an ribu. Kalikan saja. Misal yang paling rendah 50 ribu. Maka perhitungannya, 320 ribu dibagi 1000 adalah 320. 320 kalikan 50 ribu, hasilnya 16 juta.
Dan saldo yang dapat ditarik Ergan saat ini berjumlah 176 juta! Bayangkan bagaimana Siska tidak terkejut melihat nominal yang begitu besar?
Siska dan Ergan bahkan berkali-kali menghitung nol dibelakangnya, karena takut salah lihat. Tapi berkali-kali juga keduanya terkejut, karena nol disana tidak berkurang sama sekali.
"Hahaha, sial! Kau bocah bau! Sekarang jadi kaya!" Ucap Siska dengan raut hampir menangis. Selain terkejut, ia senang dan terharu.
"Kakak!" Seru Ergan dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca. "Terimakasih, kakak!" Lanjutnya kemudian memeluk Siska, tangisnya bahkan pecah. Memecah keheningan di pukul 8 malam.
__ADS_1
Ayah, ibu, kakak pertama, dan kakak ipar lnya bahkan keluar dari kamar memeriksa apa yang terjadi.
"Ada apa? Kau apakan adikmu, Siska?" Tanya Rendra, langsung menodong Siska.
"Tidak aku apa-apakan, hei! Yang benar saja?" Balas Siska, ikut menangis.
Membuat keempat orang ini kebingungan. Barulah setelah 5 menit menunggu, keduanya menjadi tenang. Dan langsung menjelaskan apa yang terjadi. Membuat semuanya terkejut, dan haru pun kembali terjadi setelahnya.
"Semua berkat kakak, jika kakak tidak membelikan aku ponsel dan menyuruhku membuat akun tutub, lalu memposting kontennya, aku tidak akan dapat uang, kan? Jadi, kakak terimakasih banyak!" Ucap Ergan tersenyum tulus, lebar, sampai giginya terlihat, dan matanya menyipit.
Siska tertawa, kemudian mengetuk kening Ergan. "Bukan apa-apa, aku hanya berbicara saja, jika kau tidak ada keinginan juga tidak akan seperti ini, kan? Jadi niatmu yang paling utama disini." Balas Siska.
"Adik ipar, bisalah kau bantu Geri ajarkan membuat akun dan kontennya, hm?" Ucap Santi, ia mendekati Ergan dan merayunya.
"Ya, ya, ajarkan keponakanmu juga, siapa tahu kalian bisa kaya bersama-sama." Timpal Rendra seraya tersenyum.
Siska tertawa dibuatnya, ia tidak lagi ikut campur deh, biarkan Ergan saja yang menangani lain-lainnya selanjutnya. Ia cukup menonton saja. Lagipula, masalahnya masih menunggu. Apalagi sidang perceraian besok pukul 10 pagi. Aih, jadi teringat.
"Kakak pertama, kakak ipar, kalian tidak tahu? Geri juga sudah mulai menggarap akun tutub, hanya saja kontennya berbeda denganku yang isinya keseharianku, Geri membuat konten game. Dan itu cukup banyak disukai. Menghitung hari, sampai hari ini, kontennya kira-kira sudah 4 konten? Dia lebih rajin memposting daripada aku." Ucap Ergan, menjelaskan semuanya. Membuat Santi dan Rendra saling bertatapan.
Kemudian tak menunggu lama, keduanya langsung berjalan cepat ke kamar Geri. Keduanya akan menginterogasi Geri.
Sepeninggal keduanya, Ergan, Siska, Ayah dan Ibunya tergelak, melihat perilaku suami istri yang sama saja tersebut.
Ah kasihan Geri, pasti sulit tidur malam ini, haha.
__ADS_1
*
*