Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Pamit Pulang


__ADS_3

*


*


Setelah kejadian memalukan yang terjadi pada Siska kemarin, dan menjadikan suasana teramat canggung bagi keempat orang yang berniat menjenguk, kini Siska dan Darren sudah kembali berbaikan. Sebab Siska sendiri akan pulang pada sore hari. Jadi Darren tidak mau menyia-nyiakan waktunya dengan Siska.


Pagi dan Siangnya, Siska menghabiskan waktu melihat-lihat restoran cafe juga jalan-jalan di sekitar taman ibukota. Selain itu, ia juga melihat tempat pembangunan kontruksi di jl. Turnuksio, dekat Turnuksio Residence.


Benar saja, sudah banyak orang berkerumun dan bertanya informasi sejak pagi. Hingga siangnya, berita tentang pembangunan menjadi topik hangat diibukota. Semua orang berbondong-bondong ke agen real estate untuk membeli rumah ketika harga masih murah. Tapi semuanya terlambat, karena rumah yang tersisa telah dibeli oleh Darren.


Lalu, akun tutub Ergan, yang sebelumnya dipenuhi ejekan dan hinaan, kini kembali ramai akan munculnya berita pembangunan. Orang-orang yang mengejek sebelumnya, tentu saja diejek lagi oleh fans Ergan karena pada akhirnya keputusan kakak Ergan membeli rumah disana adalah satu hal yang sangat baik bagi masa depan.


Semua saling terkejut dan merasa menyesal karena tidak membeli rumah di daerah tersebut. Orang lama yang sudah ada di residence tentu saja senang sekaligus bangga, karena akhirnya perumahan ini akan menjadi perumahan termahal diibukota dalam 3 bulan.


Siska bahkan tertawa senang, Ergan dan Geri pun yang sudah tahu, kini langsung bertanya pad Siska perihal kapan ia bisa membayar uang rumah yang dibelikan Siska atas nama Ergan dan Geri. Padahal awalnya, Ergan dan Geri mengomeli Siska. Tapi, yasudahlah, keduanya tidak tahu apa-apa, masih terbilang kecil juga.


Yang paling senang adalah orang-orang yang sudah membeli rumah di Turnuksio. Rasio harga dalam 3 bulan ke depan, akan melonjak gila-gilaan, apalagi jika residence tersebut makin dipercantik dan diperindah. Sudah pasti membuat orang-orang merasa nyaman nantinya.


Siska berjalan-jalan dari pagi sampai siang, tentu dengan Darren yang selalu ada disisinya. Darren rela meninggalkan pekerjaannya, dan lebih menemani Siska yang sore harinya akan pulang ke desa.


Selain melihat-lihat, tentu saja keduanya juga memupuk hubungan menjadi lebih dekat, dan romantis. Siska sendiri, sudah sangat menerima keberadaan Darren disisinya. Entah sejak kapan ia sadar, tapi kini, Siska sangat suka ditempeli Darren ketika senggang.


Suherman, Ayah Siska, tidak ikut berkeliling, ia lebih memilih diam bersantai di rumah daripada pergi. Tulang tuanya sangat tidak ingin pergi, tulang tuanya hanya ingin bermalas-malasan saja menikmati hari-hari menjadi pengangguran dan tanpa ada gangguan anak-anak, yakni Uqi dan Uni.

__ADS_1


Lalu Rendra, sejak pagi ia sudah ikut sibuk di restoran cafe dengan Satria. Restoran cafe ternyata masih seramai Minggu pertama ketika buka di hari ke sepuluh. Keuntungan pun, semakin membengkak di buku rekening yang disiapkan khusus oleh Satria sebelumnya.


Dan Siska sendiri tidak mengambilnya secara pribadi, meski ia membutuhkan uang untuk membayar rumah. Ia hanya menunggu uang masuk ketika akhir bulan. Karena dengan begitu, keuntungan dan pengeluaran dapat dihitung dengan jelas.


Cicilan rumah masih dapat dibayar dalam 5 bulan. Jadi menunggu satu bulan lagi juga tidak apa-apa, tidak akan ada keterlambatan bagi dirinya ketika membayar. Lagipula, ke depannya Darrenlah yang akan membayarkannya, jadi nanti yang akan di transfer adalah Darren dan bukan dirinya.


Jadi Siska tidak akan membuat dirinya sendiri kesusahan nantinya. Cukup manfaatkan Darren, dan ia akan mau melakukannya untuknya, haha.


Tidak, tidak, Siska hanya bercanda saja. Mana tega dirinya memanfaatkan Darren? Ia tulus padanya. Hanya saja, karena dirinya akan kembali nanti, jadi ia hanya bisa menyerahkan semuanya pada Darren saja.


Sampai sore datang, kini semua orang berkumpul setelah membantu Siska memasukkan koper, barang lain, dan oleh-oleh untuk di bawa ke desa.


Terlihat Darren, Rendra, Satria, Chika, Sahni, Haris, dan Bu Arum. Sedangkan Siska dan Ayahnya berlawanan dengan yang lainnya, berpamitan. Keduanya akan pulang sekarang.


Lalu yang ada di kabupaten akan diambil ih oleh Sapta. Istrinya Putri mungkin hanya akan membantu sesekali saja, karena Desi masih terbilang anak kecil disini. Jadi ia tidak bisa ditingal kedua orang tuanya. Dan Siska sendiri memilih menjaga kedai yang ada di desa saja. Agar ia bisa lebih dekat dengan dua anak dan dua orang tuanya. Ia juga bisa mengurus dan menyayangi keempatnya dengan sangat tulus.


Begitu Siska dan Suherman masuk, Darren berjalan ke samping pintu kemudi."Hati-hati dijalan, pak supir, kemudikan yang benar." Ucap Darren memperingati supir Siska, matanya bahkan menatap supir tajam. Tidak melepaskan barang orang bawah pun jika sudah menyangkut Siska.


Siska mendelik pada Darren. "Jangan berlebihan, pak Tono sudah berpengalaman, ia tahu dan akan menjaga kami dengan baik dijalan." Balas Siska.


"Siapa yang tahu, takdir?" Tanya Darren.


"Kalau begitu, doakan yang baik-baiknya saja dong!" Sewot Siska.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, aku menyerah, kalian harus tetap sehat, aman, dan sampai tujuan dengan selamat. Tidak boleh ada kesalahan." Ucap Darren, kemudian ia bergumam, "Aku tidak ingin mendengarmu sakit, dan sakit lagi. Aku hanya ingin dengar kesehatan dan kebahagiaanmu."


Darren menatap Siska lembut, sedangkan Siska menjulurkan lidahnya berpura-pura mengejek Darren yang kini rautnya berubah kesal seketika.


"Sudahlah, pak, cepatlah pergi. Jika tidak pergi, maka Darren tidak akan pernah melepas kalian pergi." Pekik Sahni, karena ia tahu tabiat Darren.


Siska adalah orang penting. Untuk mengantarnya pergi saja sebetulnya ia enggan. Tapi Siska ingin pulang, dan ia juga harus bekerja, akan menyibukkan diri nantinya.


"Kalau begitu sampai jumpa, Sahni! Aku titip Darren, jaga dia dengan baik ya. Kalau nakal, bilang padaku biar aku yang memarahinya untukmu kelak jika dia bernai macam-macam. " Ucap Siska, ia pamitan tapi ia mengangkat dagu sombong ketika ia membicarakan Darren yang memang menjadi budak cinta dirinya sendiri.


Gelar saja bagus, juga sebagai bos besar grup Wistara. Tapi eyy lihatlah ia malah mengabdikan dirinya pada Siska. Membuat Siska kesenangan sendiri.


"Makan yang baik, jangan lewatkan makan lagi." Omel Darren lagi.


Siska memutar kedua bola matanya malas. "Baik, aku akan ingat semuanya. Sudah ya jika kau begini terus, nanti aku malah tidak pergi-pergi!" Ucap Siska kesal. Pada Darren yang memasang wajah datar andalannya.


*


*


Halo, maaf atas keterlambatannya. Aku mulai kerja hari ini, jadi cuman bisa up satu bab ini. Novel sebelah juga belum up, alias libur dulu. Maaf atas ketidak yamanannya ya 🙏


Makasih udah dukung aku terus🤗

__ADS_1


__ADS_2