
*
*
Dua bulan berlalu dari pembangunan ulang rumah kedua orang tua Siska. Dengan disatukannya rumah Siska, jadi Siska juga akan tinggal tetap di rumah kedua orang tuanya. Kamar dan setiap ruang lainnya menjadi lebih luas. Juga ada tiga lantai, dengan rooftop di lantai tiga.
Sengaja Siska dan ketiga saudara lainnya berunding tentang 3 lantai dan rooftop. Lantai 1 akan menjadi tempat dimana kamar orangtuanya ditempatkan karena mengingat keduanya sudah berusia, tidak baik naik turun tangga, juga ada ruang tamu, dapur, kamar mandi dekat dapur dan 1 kamar tamu. Lantai dua diisi empat kamar dan satu ruang keluarga. Lalu lantai 3 juga diisi 4 kamar untuk keempat keponakan Ergan, dan satu kamar tambahan yang dibiarkan kosong.
Di rooftop, ada satu ruang terbuka yang ditata sedemikian rupa, agar anak dan keponakan nyaman. Baik sedang belajar atau sedang menghabiskan waktu bersama di atas.
Halaman depan dibuat menjadi sedikit luasnya. Ditanami bunga dan tumbuhan lain. Di samping rumah ada garasi khusus, karena nantinya Siska pikir akan ada dari keempat anak yang membeli kendaraan, selain motor yang sekarang Ergan pakai. Lalu halaman belakang, selain tempat menjemur pakaian, ada kolam ikan kecil, dan tempat ngopi serta ngobrol ayah dan ibunya. Ibaratnya, tempat santai di pagi dan sore hari.
Gerbang rumah juga sudah dibangun ulang, yang asalnya memakai pagar, kali ini memakai besi hitam yang lumayan tinggi. Melebihi tinggi orang dewasa pada umumnya.
Siska danketiga saudara sangat puas. Terlebih Ayah dan ibunya. Apalagi para keponakan yang nantinya akan punya satu kamar masing-masing.
Para kakak juga senang, meski semuanya tidak selalu ada di rumah orangtuanya, tapi masih ada tempat untuk mereka pulang. Jadi kapan saja, bisa kembali dan mengunjungi rumah orang tuanya ini.
__ADS_1
Pembangunan dilakukan dengan sistem borongan, alhasil, hanya dalam dua bulan saja, pembangunan ulang rumah telah selesai dilakukan.
Furniture dalam rumah juga sudah lengkap. Dan semuanya adalah barang baru. Uang yang dipakai untuk pembangunan ulang rumah berserta isinya mencapai 900 jutaan. Income kedai milik Siska masih sangat mampu mengeluarkan uang sebanyak itu.
Sehari income kedai bisa mencapai 100 jutaan pada awal pembukaan, tapi semakin lama income-nya berkurang sampai ke jumlah 60 jutaan setiap harinya. Meski begitu, income sehari harinya masihlah termasuk besar, dalam sebulan bisa dibilang incomenya mencapai 1.8M. Dikurangi bahan modal dan biaya lainnya seperti gaji, Bersihnya adalah sekitar 900juta.
Dan itu hanya didapat dari satu kedai saja. Saat ini, Siska sudah punya satu cabang di daerah perkotaan di kota yang sama. Meski tidak sebesar kedai pusat, tapi income-nya masih lumayan, sekitar 40 jutaan setiap harinya. Dalam satu bulan mencapai 1.2M, dan bersihnya sekitar 700 juta.
Jadi setiap bulan, Siska mendapat income sebanyak 1.5M. Sudah dua bulan sejak pembukaan kedai, di rekeningnya ada sekitar 3.7M. Dikurangi uang pembangunan 900 juta, masih tersisa 2.8M. Dan rencananya, uang ini akan Siska pakai untuk membangun cabang baru di kota sebelah, langsung di pusat kota, yakni diibukotanya.
Sebelum membuka cabang, Siska juga membeli satu mobil yang cukup untuk semua orang. Tapi karena rata-rata hanya muat 6 orangan permobil, alhasil Siska membeli 2 mobil sekaligus, agar keluarga bisa ikut semua nanti jika bepergian. Mobil menghabiskan uang sebanyak 800 juta. Selain itu, Siska juga membeli 4 motor untuk layanan pesan antar di kedai yang baru dibuka, sebanyak 48juta. Siska membeli motor matic baru seharga 12 jutaan.
Tapi tetaplah berbeda dengan miliknya. Sisa uang di rekening yang kira-kira 1M telah diperhitungkan untuk membangun kedai di ibukota. Jadi sisa aslinya adalah sekitar 800 jutaan. Belum furniture tambahan dan kendaraan untuk kedai barunya. Pembangun fiibukota lebih mahal, dan sangat mahal menurut Siska. Tapi tidak apa-apa, karena ia yakin, kedai diibukota akan lebih laris daripada dua kedai lainnya.
Lagi, kedai diibukota nanti akan disediakan menu-menu baru. Seperti mochi bites dan lainnya. Cita rasa menu mani dan menu asin akan diseimbangkan. Menu lebih beragam dari dua kedai yang sudah ada, karena ibukota tempat berlangsungnya trend kekinian. Dekor kedai juga akan diikut sertakan mengikuti zaman.
"Ma, setelah acara syukuran rumah besok, Siska harus pergi ke ibukota. Jadi, Siska mau tidak mau hanya bisa menitipkan Uqi pada kalian, karena Uqi masih harus sekolah." Ucap Siska tidak enak. Ia bahkan belum bilang pada Uqi, karena ia takut Uqi tidak mau membiarkannya pergi.
__ADS_1
"Pergilah, bicarakan dulu dengan Uqi, Mama yakin Uqi akan paham. Lagipula, tidak akan terlalu lama juga, kan?" Tanya Ibunya.
"Tidak, Ma, hanya satu bulan. Tapi aku takut Uqi tidak mau, bagaimana Ma? Uni juga akan aku bawa, tapi Uqi malah tidak." Ucap Siska bingung sendiri.
"Percayalah, Uqi anak pintar. Pasti mengerti situasi. Meski memang biasanya lengket padamu, tapi ia mandiri jika tidak disampingmu." Ucap Mamanya seraya tersenyum. "Coba panggil Uqi kemari, biar Mama bantu bicara disini untuk meminta izin padanya." Lanjut ibunya.
Kemudian Siska memanggil Uqi dan disinilah ia sekarang, kakeknya bahkan ikut, karena penasaran dengan hal apa yang mau dibicarakan anaknya.
Siska menatap Uqi dengan perasaan bersalah, kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya. "Bu, Uqi akan patuh pada kakek dan nenek." Balas Uqi dengan raut wajah sungguh-sungguh. Tidak ada kekecewaan, tapi yang ada hanya rasa paham akan situasi.
Uqi tahu ibunya harus bekerja, untuk membiayai dirinya juga Uni. Ditambah, keduanya sudah tidak ada Ayah kini. Uqi juga tahu, Ayahnya telah tiada, dihukum akibat berbuat jahat pada ibunya. Meski masih kecil, tapi kakeknya tidak pernah mau membiarkan Uqi sepolos kertas. Ia harus kuat sejak dini. Jadi kakeknya memberitahu fakta semuanya pada Uqi.
Uqi ini, meski benci pada Ayahnya, tapi tidak membuat dirinya tidak datang ke pemakamannya. Bahkan ke makam neneknya yang jahat, ia juga datang. Berbeda dengan Uni yang belum tahu apa-apa meski dibawa.
Alhasil, inilah hasil didikan kakeknya. Uqi diharuskan mandiri pada situasi tertentu, dan saat inilah waktu yang tepat. Meski begitu, kakeknya tetap membiarkannya manja pada ibunya jika ibunya sedang luang. Ada juga kakek dan neneknya, meski mandiri, Uqi juga semanja anak lain jika di rumah.
*
__ADS_1
*