Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Jahil sedikit


__ADS_3

*


*


Setelah pre wedding dan urusan selesai, Darren kembali ke ibukota dan menyelesaikan semua urusan serta pekerjaannya. Lembur dan kerja tanpa tahu waktu, Darren mati-matian ingin cuti selama satu bulan lamanya setelah menikah nanti.


Sahni dan Haris, juga tidak luput dari kesengsaraan di tempat kerja, karena keduanya merupakan peran penting di sisi Darren. Jadi, ketika Darren terus bekerja otomatis keduanya juga harus mendampinginya. Meski lebih banyak Haris, karena Sahni tidak bisa terus menemani sampai keduanya lembur. Tapi produktivitas Haris, memang bukan main bagusnya dalam bekerja dan menemani Darren.


Saking sibuknya, Siska yang ada di desa, karena Darren sampai lupa menghubunginya, juga meneror Sahni karena Darren bahkan tidak mengangkat sambungan telfonnya. Sampai ia berniat menyusul Darren, tapi urung karena di larang oleh orang tuanya.


Meski begitu, ia terus meneror Sahni dengan kabar Darren. Jika Darren tidak bisa dihubungi, maka Sahni yang akan ia hubungi, Sahni adalah jembatan komunikasi keduanya. Termasuk tentang mengingatkan makan dan tidur, selain mewanti-wanti Darren sendiri, Siska juga mewanti-wanti Sahni agar tidak lupa mengingatkan Darren, karena Darren pasti lupa gara-gara kesibukannya.


Sampai 3 Minggu berlalu dengan cepat. Darren akhirnya bisa menghela nafas lega. Semua pekerjaan telah selesai di kerjakan dan di atur. Hari ini, adalah hari dirinya memerintahkan semua karyawan bekerja dengan baik di bawah pimpinan Haris dan Sahni yang akan menghandle pekerjaan selama satu bulan ke depan.


Darren juga mengabarkan dirinya akan menikah dan cuti selama satu bulan tersebut, yang langsung mengundang sorakan dan ucapan selamat dari para pegawainya. Darren tidak berniat menyembunyikannya, lagipula nanti akan ada satu media yang Darren undang untuk meliput acara pernikahannya.


Acara dilakukan terbuka tapi sedikit tertutup. Karena hanya satu media yang di undang dan orang yang mempunyai undangan lah yang bisa masuk nantinya. Acara juga di lakukan di kabupaten. Di salah satu Ballroom hotel bintang lima yang populer.


Selain itu, Darren juga mengundang dua penyanyi sebagai ajang hiburan di acara pernikahannya nanti. Tim wedding organizer juga Darren memilih yang paling bagus tentunya. Dan semuanya atas persetujuan Siska, juga keempat orang tuanya.


Setelah selesai mengatur semuanya, Darren kembali memasuki kantor dan menjelaskan sekali lagi tentang aturan yang sudah dibuatnya pada Sahni dan Haris. Juga mewanti-wanti keduanya agar lebih melihat para karyawan di bawah. Jangan sampai ada kesalahan selama satu bulan tersebut.

__ADS_1


Sahni dan Haris sebetulnya sedikit tertekan dengan pengaturan tersebut, tetapi keduanya bekerja, jadi mau tidak mau harus bisa mengemban tugas yang diamanatkan bos pada keduanya.


Meski Darren dan Haris berteman, tapi keduanya tetap pimpinan dan bawahan. Tidak ada toleransi jika Haris melakukan kesalahan dan bersikap semena-mena di perusahaannya. Begitupula Sahni, ia sudah cukup hafal kebiasaan Darren dan suaminya, Haris. Ia yang selaku menjadi penengah keduanya jika ada salah paham.


Di rasa kedua orang di depannya paham dan penjelasannya sudah cukup, Darren pun berpamitan dan pergi siang itu juga, untuk kembali ke kabupaten, lebih tepatnya ke rumahnya.


Darren awalnya ingin pergi ke rumah Siska, dan menemuinya, tapi acara akan berlangsung dalam 3 hari, dan orang tuanya melarang Darren menemui Siska. Kedua orang tuanya punya tradisi sendiri.


Alhasil, Darren hanya bisa pulang dengan lesu, karena sudah lama ia tidak menemui, maksudnya bertatap muka dengan Siska. Sangat menyayangkan dirinya yang sibuk beberapa Minggu terakhir, jadi ia malah tidak bisa datang menemui Siska.


Tapi, ia juga tidak menyesal, karena dengan menyelesaikan semuanya, ke depannya ia akan punya waktu bebas dan leluasa dengan Siska tanpa adanya gangguan dari pekerjaan.


Ketika ia sedih dan kesal karena tidak bisa menemui Siska, ia menyemangati dirinya sendiri dengan menyandarkan dirinya karena 3 hari kemudian ia bisa memuaskan rasa rindunya yang sudah menggunung.


Terlebih, tuan Edden. Ia tidak suka sikap anaknya tersebut. Bukan marah karena mengabaikan dirinya, tapi marah karena Darren membuat istrinya kesal atas sikap dirinya pada istrinya.


Mengabaikan dirinya, oke. Tuan Edden tidak mempermasalahkannya, karena memang hubungan keduanya seperti musuh yang bergerak saling merebut kasih sayang Bu Wasilah. Tapi mengabaikan Bu Wasilah sampai membuatnya kesal, oh tidak bisa di diamkan, urusannya akan ia urus besok ketika bertemu di meja makan. Akan dibahas setelah selesai makan.


Kembali pada Daren, ia tidak sadar dengan Omelan dan kehadiran kedua orang tuanya yang sedang menonton di ruang keluarga. Karena yang ia fokuskan saat ini adalah menghubungi Siska, dan bermanja-manja dengannya lewat sambungan telfon.


Sudah lama sejak ia bersikap manja, selama beberap minggu ini, keduanya berkabar hanya sekadar mengingatkan makan dan lainnya. Waktu yang Darren punya tidak bisa berlama-lama dengan Siska. Jadi, banyaknya membuat dirinya kadang tidak sadar jika Siska menghubunginya. Dan Sahni lah yang akan menengurnya.

__ADS_1


Tapi kali ini, ia sudah pulang, dan Darren akan berpuas diri malam ini. Akan memonopoli Siska lewat panggilan video. Tidak boleh ada yang mengganggu keduanya malam ini, sekalipun Uqi dan Uni. Ini waktu keduanya, oke. Karena dua hari berikutnya ia sudah tidak akan bisa melakukan panggilan apapun dengan Siska.


Ponselnya sudah pasti akan di sita oleh orang tuanya berdasarkan tradisi yang biasa dilakukan orang tuanya. Jadi, malam ini adalah malam terakhir, dan Darren akan melakukan panggilan lama dengan calon istrinya.


"Cih! Kenapa tidak di angkat." Geram Darren, kesal. Sudah dua kali ia meminta panggilan video pada Siska, tapi wanita itu tidak mengangkat dua panggilan berturut darinya. Bahkan pesan yang dikirimkannya bersamaan juga belum ada yang di baca. "Sibuk apa, sih?" Gerutunya lagi.


Darren kemudian mencoba lagi, berkali-kali, dan tidak ada jawaban sama sekali. Sampai akhirnya seperti biasa, Darren menghubungi calon ayah mertuanya, alias ayah Siska, yakni Suherman. Tentu untuk menanyakan keberadaan Siska.


Suherman adalah informan paling baik yang selama ini Darren andalkan. Haha. Ia juga paling up to date, dan yang paling fast responnya terhadap Darren. Meski sempat dimusuhi beberapa hari pasca kejadian di rumah yang ada di turnuksio tempo hari karena ciuman itu, Suherman kini sudah kembali ke sikap normal sebelum kejadian tersebut.


"Tidak tahu, Bapak seharian di rumah, Siska sedari pagi sudah pergi. Pamitnya sih, ke kedai, tapi entahlah."


Balasan Suherman lewat panggilan di seberang membuat Darren mengernyit dan bingung. Sedari pagi, dan ini sudah pukul 7 malam. Masa sih, Siska belum pulang ke rumah? Tapi akhirnya ia kembali menelfon Siska sebagai percobaan terakhir, tapi Siska masih belum mengangkat telfonnya. Membuat Darren menghela nafas.


"Yasudah lah, 3 hari lagi. Aku harus bisa menahannya 3 hari lagi saja. Aku pasti bisa!" Ucap Darren pada dirinya sendiri, menyemangati karena tidak bisa menghubungi Siska. Meski kecewa, tapi ia menerima keadaannya.


Tanpa tahu, jika sebenarnya, di seberang sana, tepatnya di rumah Siska. Ponselnya sudah disita sejak pagi oleh kedua orang tuanya. Jadi, Siska tidak tahu apa-apa tentang Darren yang terus menghubunginya. Tapi kedua orang tuanya tahu betul, dan Suherman sengaja menyembunyikan kebenarannya.


Jahil sedikit tidak akan membuat calon menantunya kabur, kan? Haha.


*

__ADS_1


*


__ADS_2