Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Pesanan Borongan


__ADS_3

*


*


Keesokan harinya, Siska dan Ergan tidak ingat pada masalah Rusdi. Keduanya langsung mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat cireng isi ayam suwir dan cirambay. Pagi itu sibuk sekali seperti pagi-pagi biasanya.


Ergan, Siska, Ibunya membuat cireng dan cirambay bersamaan, juga ada putri yang ikut membantu mencetaknya, sedangkan ayahnya menata Rosella untuk kembali dijemur agar kering. Uqi dan Uni masih belum bangun, sedangkan Sapta tidak diperbolehkan melakukan apapun, dalam artian hanya harus berbaring, mengistirahatkan dirinya.


Kemudian pembuatan cireng isi ayam suwir dan cirambay selesai lebih awal, dengan masing-masing berjumlah 1000 buah cireng dan 500 bungkus cirambay.


Siska sengaja membuat lebih banyak hari ini. Sebab hari kedua pembukaan di toko pasti masih akan sangat ramai. Juga, bisa melebihi pelanggan yang datang kemarin. Jadi ia memanfaatkan kesempatan untuk ini, agar menjual lebih banyak hingga keuntungan pun lebih banyak.


"Ma, bantu Siska ambil surat untuk cerai nanti, ya. Setahu Siska, hari ini suratnya sudah jadi, kan, Ma?" Tanya Siska sebelum dirinya berangkat ke kios.


"Jangan khawatirkan itu, nanti ada yang mengirimkannya langsung kemari. Sudah, sana cepat jalan. Jangan sampai pelangganmu kabur semua karena kau tidak kunjung datang." Ucap Ibunya seraya mengibaskan tangannya.


"Aiyo, Ma! Mana mungkin kabur, mereka ini kan ketagihan dengan cirengku." Balas Siska seraya menarik turunkan alisnya. Membuat keduanya tertawa kecil bersamaan.


"Baiklah chef, masalah disini serahkan padaku. Kau hati-hati dijalan." Ucap Ibunya.


"Ma! Chef apanya sih?! Mama ini, menyebalkan." Dengus Siska malu. "Aku pergi dulu, Ma. Jaga diri di rumah." Ucap Siska kemudian pergi meninggalkan rumah.


Sekitar pukul 9, akhirnya Siska dan Ergan pergi menuju kios dengan masing-masing mengendarai sepeda, Ergan 5 box makanan, pun dengan Siska yang sama-sama membawa 5 box makanan, dan satu kresek sedang. Hanya mereka berdua hari ini, sedangkan yang lainnya hanya berdiam di rumah. Semuanya tidak ikut seperti kemarin, sebab kemarin rencana awal Siska adalah hendak bersenang-senang bersama. Tapi apa daya, ada kecelakaan yang terjadi pada kakaknya, jadi rencananya hanya bisa dibatalkan.


Siska bisa mengaturnya di lain hari. Masih banyak kesempatan di depan untuknya, agar dirinya bisa bersenang-senang bersama keluarganya. Apalagi jika bisa pergi bersama kedua kakaknya, itu lebih baik. Siska akan merasa sangat senang jika semua keluarganya ikut jalan-jalan.


"Tumben sekali, pelangganmu tidak terlalu padat hari ini, kak." Ucap Ergan seraya memarkirkan sepedanya, dan menguncinya begitu sampai di kios.


"Masih belum waktunya. Biasanya kita datang pukul 10 lebih 15 sampai 20 menit. Sekarang malah datang pukul 9 lebih 15 menit." Balas Siska ikut memarkirkan sepeda, dan menguncinya. Kemudian menurunkan barang bawaannya dan membawanya ke dalam kios. Menatanya dengan baik sebelum ia mulai berjualan.


Sedangkan Ergan, setelah membawa box makanan ke dalam kios, ia langsung membantu Siska membuka penghalang kios di bagian depan, bagian pembelian.


"Nona, bagus sekali, kau datang lebih awal hari ini. Aku beruntung karena datang pagi kali ini." Ucap seorang gadis seraya tersenyum begitu kios dibuka.


Di depan kios ada sekitar 10 orang. Jadi Siska lebih enjoy kali ini, tidak seperti kemarin, pembeli sudah banyak sekali berkerumun. Membuat Siska kewalahan, bahkan sebelum membuka kiosnya.

__ADS_1


"Ya, hari ini kakak iparku membantuku membuat ini. Jadi, lebih cepat selesai." Balas Siska serah tersenyum.


"Wah, bagus sekali kalau begitu."


"Benar, aku beruntung juga hari ini, karena tidak perlu berdesakan seperti kemarin."


"Ya, ya, hari ini lebih sepi."


"Ngomong-ngomong, kemarin kau bilang promo hanya untuk hari kemarin saja. Apa hari ini benar tidak ada promo lagi?" Tanya seorang pelanggan, seorang ibu dengan wajah awet muda.


"Aiyoo tentu saja tidak ada. Tapi, khusus kalian, 10 orang ini, ayo cepat belanjanya, aku beri diskon 4 ribu perorang!" Bisik Siska seraya tersenyum. Membuat semua orang berseru heboh, dengan antusias langsung berbaris, dengan cepat.


"Ayo cepat, ayo cepat, sebelum yang lain datang " Bisik seorang gadis.


"Ya, ya, cepat, cepat." Tambah ibu awet muda.


"Baiklah, sebutkan pesananmu." Ucap Siska dengan kedua tangan yang sudah siap memegang plastik dan Capitan.


Disisi lain, Ergan sudah mengambil video orang mengantri ini sejak awal. Sebetulnya, suruhan Siska untuk merekam semuanya, dan Ergan hanya menurut saja.


"Gadis, aku beli cireng."


"Nona, aku ingin cirambay."


"Aku ingin keduanya."


"Aku juga ingin, beri aku dulu."


Seruan yang harusnya membuat kepala orang lain pusing, tapi malah membuat Siska senang. Tentu saja karena dagangannya laris manis. Membuat Siska pun sebetulnya kewalahan. Sampai bos Baron yang di kios sebelah turun tangan. Membantu Ergan merekam, dan Ergan membantu Siska melayani pembeli.


Dua jam kemudian, semuanya habis terjual. Siska dan Ergan akhirnya bisa menghela nafas lega. Sedangkan bos Baron, sudah berhenti merekam sejak 1 jam setengah yang lalu.


"Capek, tidak?" Tanya Siska.


Ergan menganggukkan kepalanya, seraya menghirup nafas.

__ADS_1


Siska tertawa kcil, " Lebih baik sekolah, kan? Minggu depan kau sudah mulai masuk." Ucap Siska mengingatkan Ergan, membuat Ergan malas jadinya. "Hei! kenapa raut wajahmu berubah begitu cepat?!" Tanya Siska.


"Tidak apa-apa, ayo cepat kita hitung pendapatan dulu. " Ucap Ergan mengalihkan.


Siska kembali tertawa, tapi kemudian ia mengikuti kemauan Ergan, Sebetulnya ia juga tidak sabar menghitung pendapatannya. Kali ini ia menjual lebih banyak, keuntungannya juga pasti lebih banyak. Diam-diam, Siska bersorak dalam hatinya.


"490 cirambay terjual, harga satu bungkus 10rb, jadi jumlahnya 4jt 900rb. Lalu cireng isi terjual 970 buah, yang membeli beragam jumlahnya, jadi pendapatan cireng berjumlah 3Jt 150rb. Kemudian ditotalkan menjadi 8jt 50rb!" Pekik Siska tertahan, terlihat jelas di wajahnya ada semangat yang menggebu. Pun dengan Ergan, sama semangatnya begitu mendengar jumlah penghasilannya hari ini.


"Sangat hebat! Lebih banyak, banyak, banyak, dari jumlah penghasilan kemarin." Seru Ergan seraya mengepalkan tangannya, tanda ia bersemangat.


"Ya! Kau ben---"


"Permisi, apa kau pemilik kios? Aku ada perlu, bisa kita bicara?" Tanya seorang ibu-ibu pada Siska. Ibu-ibu ini berasal di luar kios, mengetuk lemari kaca di depannya, menginterupsi Siska.


"Ah? Iya, benar, aku. Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Siska sopan.


Ibu di depan Siska tersenyum kecil. Cukup luas dengan Sikap Siska.


"Kau cukup bagus. Nak, aku ingin membeli daganganmu, langsung banyak. Apa kau mau?" Tanyanya.


"Maaf, apa maksudmu, kau mau memesan cireng dan cirambay buatanku?" Tanya Siska berbinar.


Ibu-ibu di depan Siska mengangguk. "Ya, kau boleh juga, mengerti apa yang aku maksud." Ucapnya, kembali memuji Siska.


"Haha, aku jadi malu." Siska mengibaskan tangannya. "Oh ya, kembali ke topik, berapa yang mau kau pesan?" Tanya Siska.


"Tidak banyak, hanya 3000 pesanan untuk bulan depan. Aku akan mengadakan bazar di daerah alun-alun sana." Ucap ibu-ibu ini.


"T-tidak banyak? HAA? Tidak banyak maksudmu?!" Pekik Siska terkejut. Ia kira ibu di depannya akan memesan 500 buah saja. Tapi di luar perkiraannya kali ini.


"Benar, 3000, kau sanggup tidak?" Tanya Ibu ibu.


"Tentu saja sanggup! Tapi kau harus menyetujui persayaratanku, bagaimana?!"


*

__ADS_1


*


__ADS_2