
*
*
Sebelum sampai di taman rekreasi, Siska yang sudah persiapan dengan membawa baju dari rumah untuk Uqi, langsung menggantikan bajunya ketika keempatnya memasuki tempat makan. Uqi mengganti bajunya di kamar mandi dengan Darren. Sedangkan Siska dan Uni duduk menunggu di meja setelah memesan makanan untuk makan siang.
Awalnya Uqi tidak mau dengan Darren, tapi setelah di ejek oleh Darren, Uqi jadi kesal sendiri dan akhirnya mau mengganti bajunya dengan Darren, calon ayahnya. Sekalian, Darren juga mengganti kemejanya dengan kaos polos hitam dan jeans selutut. Membuatnya terlihat lebih muda.
Setelah selesai mengganti baju, dan makan siang, keempatnya kemudian melanjutkan perjalanan ke taman rekreasi yang ada di antara kabupaten dan desa.
Setelah membeli tiket masuk khusus agar tidak mengantri nantinya, keempatnya pun masuk. Dengan tampilan keluarga bahagia dan terlihat muda, Siska mengajak Uqi dan Uni menaiki Komidi putar. Uqi dan Uni setuju, kemudian ketiganya menaiki masing-masing satu kuda. Sedangkan Darren yang merasa enggan, menaiki kursi di tengah-tengah kuda tersebut.
Karena Darren terlihat enggan, akhirnya Siska menyuruh Darren menjadi tukang foto untuk ketiganya, secara mendadak. Setiap momen, Darren akan memotret kebersamaan semuanya. Pun ketika semuanya menaiki dan memainkan permainan lain seperti menembak kaleng, memasukkan ring ke dalam botol, dan lain sebagaimana, sampai ke permainan bumper car, roller coaster khusus anak, dan bianglala.
Tidak lupa, ada juga beberapa tempat dan toko di taman rekreasi tersebut. Siska dengan cepat juga menarik kedua anaknya untuk masuk. Dan langsung memilihkan bando telinga hewan untuk masing-masingnya termasuk Darren. Kemudian keempatnya berfoto bersama dengan senyum lebar.
Sampai pukul 3 sore, sudah dua jam sejak kedatangan keempatnya ke taman rekreasi, melihat kedua anaknya kelelahan, Siska pun mengajak ketiganya untuk memasuki area santai, stea istirahat dengan pemandangan danau yang menenangkan, seperti di taman.
Di area santai sudah ada tikar dan hanya membayar sekitar 50k untuk duduk di atasnya dengan waktu 1 jam. Setelah duduk dan menghirup nafas sejuk, Darren pamit untuk membelikan ketiganya makanan untuk menemani bersantai.
Tak lama, Darren kembali dengan satu kresek besar makanan. Ada banyak sosis siap makan di sana, juga susu kotak. Karena Uni dan Uqi menyukai keduanya. Selain itu, ada beberapa makanan ringan juga air mineral, coklat dan kue tak lupa Darren beli juga. Tidak ada mie, Darren sengaja tidak membelinya seperti orang lain. Lagipula tadi keempatnya sudah makan siang, jadi untuk makan malam, cukup mengganjal dengan camilan sampai waktunya nanti tiba.
Setelah puas bermain, beristirahat, dan bermain lagi. Keempatnya memutuskan pulang ketika waktu menunjukkan pukul 4 sore. Uni berjalan dituntun Darren dengan tangan yang terlihat penuh, memegang beberapa boneka yang didapatkan Darren dari bermain permainan. hal yang sama berlaku pada Uqi, ia juga memegang beberapa robot di tangannya.
Siska sendiri tidak menginginkannya, jadi semuanya juga diberikan pada Uni. Alhasil, ia hanya membawakan sebagian boneka Uni ditangannya.
__ADS_1
Suasana hatinya senang, terlebih kedua anaknya juga senang dan puas karena bermain hari ini. Darren sendiri, merasakan hal yang sama dengan Siska ketika melihat semuanya senang dan semangat.
Sampai akhirnya keempatnya pulang dengan membawa banyak bingkisan oleh-oleh untuk orang rumah, Darren langsung berpamitan ke kamarnya Karen badannya terasa sangat lelah. Siska juga tak banyak menahan, karena sedari awal Siska juga menyuruhnya istirahat ketika Darren sampai di desa.
Besoknya, Setelah mengantar Uqi dan menitipkan Uni. Siska dan Darren pergi ke butik yang sudah dipesan oleh kedua ibu yang berstatus sebagai ibu dari masing-masing calonnya. Estika dan Wasilah, yang memesankan baju setelah persetujuan model dan ukuran sebelumnya.
Keduanya melakukan fitting baju satu hari lebih awal agar besok Darren bisa bersantai sebelum kembali ke ibukota untuk menyibukkan diri. Permintaan Siska tentu saja, agar ia bisa beristirahat sehari sebelum kembali menyibukkan diri.
Darren dan Siska sudah datang satu kali, jadi kali ini keduanya langsung datang tanpa menanyakan alamat pada kedua ibunya. Percobaan gaun untuk satu kali terakhir lagi, sebelum bulan depan resmi dipakai.
Siska berjalan keluar dari ruang ganti setelah selesai memakai gaun, Darren yang sudah selesai lebih dulu, langsung melihat Siska dan terpana seketika. Tubuhnya terlihat pas memakai gaun pengantin. Lekukan tubuhnya juga terlihat bagus.
"Darren! Apa yang kau pikirkan?" Tanya Siska. "Cepatlah, bagaimana menurutmu gaunnya? Ayo beri pendapat, agar bisa dibetulkan lebih cepat jika ada yang tidak sesuai keinginanmu." Lanjut Siska.
"Menurutku nyaman, bagus, hanya saja bagian dadanya terlalu rendah." Ucap Siska, membuat Darren melihat belahan dadanya dengan refleks.
Siska melotot, dan dengan cepat menutupi dadanya, membuat Darren terbatuk, dan berpaling dengan wajah yang memerah.
"Kau menyebalkan! Pergi sana." Ucap Siska kesal.
"A-aku tidak sengaja, aku tidak bermaksud!" Balas Darren dengan tubuh membelakangi Siska.
Kedua orang yang mendampingi Siska tertawa kecil melihat interaksi di antara keduanya yang terlihat manis. Calon pengantin, tapi ternyata masih sangat menjaga satu sama lain. Bahkan tidak sengaja melihat saja langsung merasa malu satu sama lain. Betapa lucunya.
Setelah selesai melakukan fitting dengan request an bagian dada di tambahi penutup tipis saja, akhirnya Darren dan Siska kembali melakukan perjalanan, ke jadwal berikutnya, yakni pemotretan.
__ADS_1
Pengambilan foto prewedding.
Sesampainya di lokasi, Siska dan Darren langsung mengganti baju, ada 3 model baju yang ketiganya pakai untuk pemotretan. Yang pertama tentu saja baju pengantin. Yang kedua adalah gaun dan kemeja hitam, yang ketiga adalah balutan gaun yang membuat keduanya terlihat hot.
Pemotretan dilakukan dengan lancar tanpa kendala besar. Selama 2 jam, akhirnya pemotretan pun selesai dilakukan. Siska dan Darren pulang sore harinya, tapi seperti biasa, Darren memanfaatkan kesempatan berduaan dengan Siska.
Darren yang hari ini mengemudi sendiri, langsung membelokkan mobilnya ke salah satu restoran dengan nuansa vintage. Begitu masuk, ternyata Darren telah membuat reservasi untuknya.
Makan malam romantis, Darren siapkan. Dengan hamparan bunga dan lilin, Darren menuntun Siska sampai di meja keduanya. Keduanya kemudian makan dengan obrolan hangat.
Sampai akhirnya, Darren kembali memberikan kejutan pada Siska, ada beberapa orang yang masuk dengan membawa biola. Lantunan musik dari biola pun terdengar merdu, menambah suasana hangat dan romantis di tempat.
Kemudian datang satu pelayan lagi, membawa kue dua tingkat, dan dua bucket, bucket mawar dan bucket uang. Di atas kue, terlihat lilin yang menunjukkan umur Siska, 28 tahun.
Siska seketika menatap Darren dengan mata berkaca-kaca. Darren tersenyum lembut melihat Siska yang menatapnya.
"Selamat ulang tahun, sayang." Ucap Darren seraya mengecup kening Siska lembut.
Siska menganggukan kepalanya dengan mata berlinang, "Terimakasih, sayang..." Balas Siska tulus.
Kemudian pelayan menyalakan lilin dan lantunan lagu ulang tahun terdengar, Darren menyanyikan lagu spesial ulang tahun untuk Siska dengan iringan biola, ditemani orang yang ada di tempat.
*
*
__ADS_1