
*
*
Setelah lelah bermain, Darren mengangkat Siska dan membawanya ke kamar, keduanya kemudian tidur karena kelelahan, bangun pada pukul 7 malam dan makan malam dengan makanan yang diantarkan ke kamar. Setelahnya, Darren kembali menggempur Siska, membuat Siska kewalahan, alhasil, besoknya Siska bangun siang sekali sekitar pukul 11.
Ia bangun pada pukul 11 dan pergi membersihkan diri. Memakai baju santai pendek agar tidak kegerahan. Darren sendiri sedang keluar untuk menyiapkan sesuatu, katanya.
Tapi pukul 12, Darren kembali dan keduanya makan siang bersama. Setelahnya, bersantai bersama, mengobrol menikmati pemandangan laut dengan semilir angin yang membuat sejuk.
Sorenya, Darren mengajak Siska untuk menyelam bersama. Itulah rencana pertama di hari pertama keduanya bulan madu. Hari pertamakah? Atau hari keduakah? Itulah.
Siska dibantu Darren dipakaikan peralatan dan baju menyelam. Begitupun Darren yang dibantu oleh Steve dengan peralatan di punggungnya. Kemudian Darren turun lebih dulu dan Siska belakangan.
Kapal pesiar telah berhenti berlayar sejak 1 jam yang lalu atas perintah Darren di sekitar laut tersebut, Di daerah yang di bawahnya banyak terumbu karang dan pemandangan laut lainnya yang memanjakan mata.
Keduanya kemudian bersama-sama menyelam, Siska yang bersemangat, berpegangan pada Darren karena itu adalah pengalaman pertamanya menyelam. Darren juga dengan hati-hati memegangi Siska agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Meski dirinya termasuk ahli, tapi yang dipegangnya kini adalah Siska, tetap saja ada kecemasan tersendiri ketika membawanya menyelam untuk pertama kali. Tapi, karena kecemasan tersebut, akhirnya Darren juga menyuruh Steve ikut menyelam, untuk mengawasi keduanya dari kejauhan.
Sesampainya di daerah terumbu karang, dan tempat-tempat tinggal ikan kecil yang cantik, dengan berbagai warna, Siska dengan cepat menyuruh Darren memotretnya. Darren sendiri bergegas menyruh Steve memotret keduanya, karena Darren enggan melepaskan Siska.
Setelah selesai, Siska terlihat tersenyum lebar, ia menatap ikan-ikan kecil dengan kagum. Sesekali tangannya juga terulur ingin menyentuh ikan-ikan tersebut. Tapi yang terjadi adalah, ikan tersebut mengelilingi Siska. Membuat Siska tertawa di balik peralatan menyelamnya.
Darren juga tertawa karena melihat Siska tertawa, ia senang karena kejutannya ternyata membuat Siska sesenang itu. Steve di sisi lain, yang melihat hal tersebut, dengan inisiatif memotret setiap kegiatan keduanya. Tak jarang ia juga merekam kegiatan keduanya untuk dokumentasi pada Tuan dan Nyonya tua Wistara, alias Tuan Edden dan Bu Wasilah.
Setelah puas menyelam, keduanya pun kembali ke atas, dan melepaskan pakaian selamnya. Melihat kedua mata Siska yang berbinar, Darren lantas tak bisa menahan kegemarannya dan mengecup bibir Siska sebanyak tiga kali di hadapan orang-orang.
Siska melebarkan kedua matanya, dengan tersipu, ia memukul bahu Darren. Memperingatinya karena disana masih banyak orang yang melihat. Tapi orang yang melihat hanya tersenyum tertahan dan tidak mengatakan apapun melihat kedekatan kedua majikannya.
__ADS_1
Setelah selesai, keduanya di arahkan ke ruang makan, karena Darren sendiri sudah menyiapkan makan malam romantis untuk Siska.
Siska lagi-lagi diberi kejutaan, matanya berkaca-kaca karena terharu dengan perlakuan lelaki di depannya yang sangat menjaga dan meratukannya. Keduanya pun makan dengan sesekali mengobrol dengan hangat.
Malamnya, Siska dan Darren langsung terlelap karena kelelahan. Tidak ada adegan gempur menggempur kali ini, karena Darren sendiri sudah lelah, dari mulai menyiapkan semua rencana dengan turun tangan sendiri, sampai ikut memeriahkan rencananya juga.
Keduanya terlelap dengan posisi saling memeluk. Hanya ada kehangatan, kasih sayang dan cinta.
Paginya, Siska bangun lebih awal karena semalam tidak kelelahan. Ia menatap ponselnya, dan menghubungi keluarganya di ibukota.
Ia lupa tidak mengabari mereka ketika kapal berlayar. Padahal sudah berjanji akan mengabari. Akhirnya pagi ini ia ingat, dan langsung menghubungi ponsel Suherman.
Panggil video tersambung, selain Suherman, ada Uqi dan Uni yang menatap Siska dari layar dengan semangat juga sendu. Semangat karena akhirnya Siska mengabari keduanya, dan sendu karena keduanya merindukan sang ibu.
Lalu ketika keduanya menanyakan keberadaan Darren, Siska dengan cermat mengarahkan kamera ponsel ke arah Darren yang masih terlelap dengan memeluk pinggangnya.
Siska pun hanya menggodanya agar tidak merajuk lagi, dan mengobrol bercanda dengan Uni. Sampai Akhirnya Darren juga bangun, ia langsung menyapa Ayah mertua dan kedua anaknya.
Ketika ia melihat Uqi cemberut, Darren pun menatap jahil Uqi, dan dengan sengaja memeluk Siska erat-erat, juga sesekali mencium pipi Siska, membuat Uqi semakin cemberut, ia marah dan pergi dari layar. Membuat Siska menegur Darren, tapi yang ditegur malah asik tertawa.
Panggilan video berakhir, sarapan diantarkan. Keduanya sarapan setelah mencuci muka dan gosok gigi bersama. Darren menyarankan Siska agar tidak mandi, karena Darren punya sendiri setelah sarapan.
Lalu keduanya kini berada di kapal yang lagi-lagi dihentikan. Akhirnya tahu, jika Darren mengajak Siska bermain Speedboat. Berdua, menaiki dengan Darren yang mengemudikannya.
Setelahnya, Darren melajukan speed boat ke arah pulau kecil di sana. Dan di pulau tersebut, sudah ada satu tempat yang dihias sedemikian rupa. Dengan berbagai payung kecil berwarna, membuatnya terlihat cantik. Juga ada satu tenda transparan, tak lupa panggangan dan bahan-bahan untuk memanggang, seperti sosis, bakso, cabai, bawang, daging, semuanya lengkap dengan bumbunya yang lain.
Setelah berjalan disekitar pulau, di pesisir pantai, Siska melihat ada beberapa terumbu karang, dan ada beberapa ikan sedang yang berenang di sana. Siska pun mengajak Darren untuk menangkap ikan tersebut.
Akhirnya keduanya bekerja sama membuat tombak sederhana dari kayu. Dan menangkap ikan dengan tombak tersebut. Memakan waktu lama, tapi menyenangkan, meski dapat 2 buah ikan saja, Siska sangat puas.
__ADS_1
Darren pun mulai menambahkan arang ke dalam pemanggangan dan menyalakannya. Mulai memanggang Sosis terlebih dahulu. Siska mengambil alih pemanggangan, sementara dirinya membersihkan dua ikan yang ditangkap tadi.
Setelah selesai, Sosis telah selesai dipanggang, Darren pun mengambil alih kembali. Dan mulai memanggang Perdagangan termasuk ikan yang baru selesai dibersihkan.
Di sisi lain kapal pesiar pribadi yang sedang berhenti di laut, ada keluarga Imanuel yang sedang berenang di sekitar kapal tersebut. Beberapa juga ada yang menyelam seraya menunggu Darren dan Siska kembali pada sore hari.
"Ayo cepat, pakai, aku tidak sabar ingin menyelam!" Pekik seorang laki-laki dengan raut semangat.
Keluarga Imanuel membawa keluarga untuk berlibur, tapi dengan kapal pesiar pribadi yang bersebelahan dengan Tuan pemilik kapal, keluarga Imanuel merasa tidak bebas, meski keduanya tidak pernah bertemu di kapal.
Tetap saja, karena kejadian terakhir kali yang membuat Darren marah, akhirnya keluarga Imanuel mewanti semua orang agar bersikap dengan baik dan hati-hati agar tidak menyinggung Darren dan Siska lagi.
Akhirnya, pada kesempatan inilah, keluarga Imanuel bisa dengan bebas menikmati liburannya. Menyelam dan berenang, karena sebelumnya hanya bisa menikmati pemandangan di atas kapal saja, juga menikmati room service di dalam kapal.
"Kau saja! Aku tidak mau." Balas seorang wanita dengan nada sinis.
"Sudahlah, jangan ajak anak manja itu. Sedari awal juga sudah buat masalah, membuat kita terlihat buruk di mata Tuan muda Wistara." Timpal seorang wanita lainnya yang sudah memakai pakaian selam.
"Hmp! Benar, jika bukan gara-gara dia lambat, mana mungkin ayah dimaki oleh manajer kapal sini." Tambah satu orang laki-laki dengan nada sinis.
"Hust, jangan sampai ucapanmu membuat kita dilaporkan pada paman Hartono. Cukup diam saja, ayo turun, jika dia tidak mau jangan dipaksa. Percuma." Ajak laki-laki yang lebih dewasa di antar yang lainnya.
Semuanya anak muda, para orang tua tetap diam di dalam kapal dan merayakan pesta kecil-kecilan di sana.
Wanita yang diejek dan dimarahi, mengepalkan kedua tangannya dengan erat, kesal dan emosi. "Jika bukan karena aku mendengar Darren akan pergi bulan madu di kapal pesiar ini, aku juga tidak akan pernah mau ikut dengan orang udik seperti kalian." Desisnya dengan kesal, dengan nada pelan, seraya pergi dari sana, meninggalkan orang yang sudah mulai masuk satu persatu ke dalam air.
*
*
__ADS_1