Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Putusan Verstek


__ADS_3

*


*


Sepeninggal, Ergan, Geri, dan Uqi, Siska kemudian membereskan peralatan makan bekas sarapan. Juga sekalian membuat bekal untuk di kedai. Siska sudah makan bersama Uqi, tapi kedua kakak belum, jadi ia membawakan keduanya bekal.


Seraya membuatkan bekal, ibunya, Estika telah bangun dari tidurnya. Ia cukup nyenyak, jadi cukup istirahat. Apalagi kemarin pulang lebih awal dan pagi ini, Siskalah yang memasak.


Setelah selesai, Siska kemudian berpamitan pada ibunya yang ternyata sudah siap mau pergi juga. Ia akan ikut ke kedai pagi ini. Karen ia tahu, Siska akan pergi sidang, jadi membantu lebih awal akan meringankannya. Persiapan membuka kedai juga akan beres lebih awal.


Kemudian keduanya pergi, meninggalkan Ayah dan Uni, yang katanya mau melihat kebun dulu. Oh, betul, sudah 4 hari sejak Ayahnya tidak ke kebun. Mungkin hari ini, ia akan tetap di kebun saja untuk mengurus kebun. Bersama Uni tentunya. Siska tidak melarang, karena Uni memang senang jika bermain di kebun dengan kakeknya.


Begitu sampai di kedai, seperti biasa, Rendra dan Santi sedang membuat adonan untuk pembuatan cireng. Hanya saja, mereka baru mulai mengadon. Tapi yang beda, yang lainnya sudah dibereskan. Seperti di bagian depan, tempat bahan seblak, semuanya telah terisi penuh. Kursi dan meja juga sudah dibereskan, dengan menu yang sudah menumpuk di atas konter dengan rapi.


Melihat semua sudah selesai, dan tinggal membuat produk olahan saja, Siska tersenyum lebar, kemudian memanggil kedua kakak untuk sarapan bersama ibunya, yang tidak sempat sarapan di rumah. Dan Siska mengambil alih adonan, setelah berterimakasih karena kedai telah dibereskan.


Sekarang ia bagian mencetak cireng, sementara ketiga orang lainnya sarapan. Tak sampai 5 menit, kedua kakak lainnya datang, dan langsung membantu Siska.


Sapta ikut mencetak cireng, sedangkan Putri langsung membuat adonan baru untuk cirambay. Setelah diuleni, Sapta kemudian pindah membantu Putri atas suruhan Siska.


Kemudian, ketiga orang lainnya telah selesai sarapan, dan langsung turun tangan membantu. Ibunya membantu Siska, sedangkan Santi membuat adonan baru, bersama Rendra. Untuk membuat cilok.

__ADS_1


Satu jam kemudian, seluruh adonan telah selesai di buat. Ketiga kompor langsung dinyalakan bersamaan. Yang dua diisi minyak, yang satu diisi air.


Santi, Putri, dan Ibunya bagian menggoreng. Sedangkan Siska bagian menyiapkan bungkusan, yang kemudian ia membungkus semua produk olahan yang telah selesai digoreng. Yang pertama kali dibungkus tentu saja cirambay. Selain menggorengnya cepat, Siska juga tidak perlu membumbui kagi, sebab ibunya sudah langsung membumbuinya di wajan yang berbeda, di sebelah penggorengannya.


Dengan begini pekerjaan cepat selesai. Sampai satu jam berlalu lagi, Semua telah selesai. waktu menunjukkan pukul 9 kurang 15 menit.


Siska berdiri dan pamit pada semuanya, ia hendak pergi ke pengadilan. Awalnya, Ibunya ingin menemaninya, tetapi ia menolak. Sendiri saja, lagipula ia juga ditemani kuasa hukumnya. Jadi tidak apa-apa nanti,ibunya juga bisa tahu kabar dari kuasa hukumnya, karena memang kenalan ibunya sendiri.


Siska menyambar tas selempang dan tas jinjing berisi berkas yang dibutuhkan. Kemudian pergi menggunakan angkutan umum. Tidak jadi ke bank, sebab tidak terkejar waktunya.


Dari kedai ke pengadilan butuh waktu sekitar 40 menitan, belum lagi jika macet, jadi berangkat pukul 9 adalah waktu rata-rata yang tepat. Jika ia pergi ke bank dahulu saat ini, mungkin ia akan datang telat, karena bank baru buka pukul 9, belum prosedur lainnya akan memakan sedikit waktu, dan itu tidak bagus, hanya akan memperlambat kedatangannya.


Sesampainya di pengadilan, kuasa hukum Siska sudah menunggu, saling menyapa sekadarnya, kemudian keduanya masuk ke pengadilan bersama-sama. Menunggu di ruang sidang yang memang sudah diperuntukkan untuk Siska dan Aldo yang akan bercerai.


Satu jam berlalu, Aldo tidak kunjung datang, dan hakim memberikan waktu lebih lama menunggu kedatangan Aldo. Tapi sampai 2 jam berikutnya, Aldo tidak kunjung datang, dan Aldo tidak mengirim siapapun sebagai perwakilan.


Siska tersenyum senang, kuasa hukumnya telah mengatakan, jika Aldo sebagai yang tergugat tidak datang dan tidak mengirimkan satu orangpun yang dikuasakan sebagai perwaliannya, maka hakim dapat menjatuhkan putusan verstek.


Putisan VerstekĀ ini merupakan putusan yang dijatuhkan apabila tergugat tidak hadir atau tidak juga mewakilkan kepada kuasanya untuk menghadap meskipun ia sudah dipanggil dengan patut. Kemudian, apabila putusan verstek tersebut tidak diupayakan banding terhadapnya, maka putusan tersebut dianggap sebagai putusan yang berkekuatan hukum tetap.


Jika memang hakim telah menjatuhkan putusan verstek, maka Aldo sebagai tergugat dapat melakukan banding terhadap putusan tersebut. Akan tetapi, jika upaya banding tidak dilakukan, maka Siska sebagai penggugat memperoleh status jandanya setelah putusan verstek tersebut dijatuhkan oleh hakim dan Siska telah resmi bercerai dengannya.

__ADS_1


Dan ketentuan menunggu banding putusan verstek, yakni verzet, tenggang waktu pengajuan bandingnya adalah 14 hari setelah pemberitahuan.


Jadi, setelah sidang hari ini, pihak pengadilan akan mengabarkan putusan verstek dijatuhkan pada Aldo. Dan selama 14 hari ke depan, Aldo dapat mengajukan banding jika ia keberatan. Tapi jika tidak ada, maka dengan ini, Siska telah resmi bercerai.


"Terimakasih, Bu, sudah menemaniku." Ucap Siska pada kuasa hukumnya.


"Sudah kewajibanku, ibu harap semuanya jug akan baik-baik saja. Tapi mengingat tenggang waktu banding, kita mau tidak mau jangan senang dulu, oke? Apalagi aku dengar ekonomi kalian sudah naikagi, kan? Untuk berjaga-jaga, maka bukti-bukti tadi biar aku yang simpan. Ini akan membantumu jika dia mengajukan banding kelak." Ucap kuasa hukumnya.


Siska menganggukkan kepalanya, itu benar, Siska sudah berkecukupan sekarang, Aldo si bajingan mata duitan itu, pasti juga sudah mengendus kabar ini, bukan? Jadi, siap tidak siap, Siska harus siap. Aldo kemungkinan besar akan mengajukan banding terhadap putusan hari ini.


Tapi, mudah-mudahan tidak, kan? Ini adalah harapan Siska. Meski tidak mungkin, tapi biarlah, ini hanya harapan semata.


"Begitu saja, Bu, kalau begitu terimakasih, hati-hati dijalan." Ucap Siska seraya tersenyum dan mengangguk ramah.


Kuasa hukumnya kemudian pergi meninggalkan Siska, naik ke dalam mobil yang sudah menjemputnya. Beliau akan pergi lagi ke kejaksaan untuk melanjutkan pekerjaannya.


Setelah kuasa hukum tak terlihat, Siska juga meninggalkan pengadilan dan berniat ke bank, untuk menyetorkan uang. Berlama-lama memegang uang banyak, sangat tidak baik untuk kesehatan jantung. Ia tidak tenang, karena takut ada yang sadar ia membawa banyak uang.


Meski begitu, Siska tetap tenang, dan berperilaku seperti biasa. Jadi orang-orangpun tidak tahu jika dirinya sedang membawa uang banyak.


*

__ADS_1


*


__ADS_2