Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Restoran Adamas


__ADS_3

*


*


Sepeninggal kedua kakak yang pulang ke rumahnya di desa sebelah, Siska dan yang lainnya pun langsung memulai acara makan siang bersamanya.


Semuanya dengan senang makan. Terlebih Ayahnya dan Geri yang sama-sama sangat menyukai Iga kecap, pun dengan Uqi yang sebetulnya juga menyukainya. Sedangkan Ibunya dan Ergan tentu lebih menyukai ayam bakar. Lalu Siska, Santi dan Rendra tidak pilih-pilih, ketiganya memakan ayam bakar, iga kecap, dan soto bersamaan. Dan Uni, anak bungsu Siska hanya makan dengan soto saja. Sebab giginya yang masih belum mampu mengunyah yang keras-keras.


40 menit berlalu, semuanya telah selesai makan siang dan bersantai di ruang tengah. Berbeda dengan Uqi dan Uni yang Siska suruh mandi bersama Ergan yang memandikan keduanya. Ia bahkan tidak sempat mengecek ponselnya untuk melihat perkembangan konten yang di postingnya, yang membuat kios sangat ramai kali ini.


Dan Siska sendiri, sudah berkutat di dapur dengan cincau, susu, gula, es batu dan bahan utama kopi instan. Waktu sudah menunjukkan pukul 12. 20, jadi Siska bergegas membuat Cappuccino Cincau, dirinya akan bertemu dengan Bu Wasilah pada pukul 2 siang ini. Masih lumayan banyak waktu, jadi Siska bisa sedikit santai membuatnya, tidak terlalu terburu-buru.


Siska juga sudah menyiapkan dua botol kosong untuk menampung cappuccino cincau ini. Dan ada satu sachet coklat bubuk instan juga.


Siska berencana membuat dua varian. Cappuccino cincau berbahan dasar kopi, dan satu lagi dengan coklat yang telah disiapkan. Siska membuat dua jenis varian, sebab memikirkan beberapa orang mungkin tidak bisa meminum kopi karena ada masalah dengan lambung. Jadilah ide ini yang tercuat keluar. Membuat pelanggan aman, akan membuat pelanggan ketagihan.


30 menit berlalu, cappuccino cincau telah selesai dibuat. Dua botol capppuccino cincau tepat berada di depannya. Siska mengambilnya kemudian memasukkannya ke dalam kulkas. Menyimpannya agar ketika di bawa nanti, cappuccino cincau tetap dingin. Pun dengan sisa pembuatannya, di wadah lain, ia simpan juga di kulkas untuk Ergan dan yang lainnya.


Siska tidak menyiapkannya ke gelas, waktu sudah menunjukkan pukul 1, jadi dirinya juga harus bergegas, bersiap-siap.


"Kakak, Uqi dan Uni sudah siap." Ucap Ergan, ia masuk ke dapur melihat kakaknya berada di depan kulkas, sedang menutup pintunya.


"Baik, terimakasih, minuman pesananmu ada di dalam. Ambillah sendiri, ya, aku harus bersiap-siap juga." Ucap Siska kemudian berlalu, ke rumahnya sendiri, dan mandi di sana.


Meski apa-apa di kerjakan di rumah orang tuanya, tapi Siska tetap mandi di rumahnya sendiri, terlebih pakaiannya juga sengaja tidak disimpan di rumah orang tuanya. Lagipula, kamar mandi rumah orang tuanya juga hanya ada satu, kadang harus mengantre untuk bergiliran mandi. Jadi lebih baik, mandi di rumahnya sendiri agar lebih cepat dan bebas.


Pukul 1 lebih 20, Siska telah selesai bersiap. Ia keluar dengan dress navy selutut, dress baru yang dipilihkan Ergan dulu ketika dirinya berbelanja dengannya. Terlihat anggun, dan Siska suka karena tidak terlalu terbuka potongannya.


"Ergan, tolong pakaikan sepatu pada Uqi dan Uni, aku harus mengambil cappuccino cincaunya dulu di kulkas." Ucap Siska, yang langsung diangguki olehnya.

__ADS_1


Ergan sebetulnya juga akan ikut, dimaksudkan untuk menjaga Uqi dan Uni selagi dirinya bernegosiasi dengan Bu Wasilah.


Awalnya tidak akan ikut, tapi Siska berpikir dua kali, hingga akhirnya keputusan akhir adalah membawa Ergan bersamanya.


"Sudah?" Tanya Siska pada Ergan, tapi kemudian ia beralih menatap kedua anaknya. "Wah Uqi tampan sekali? Ini juga cantik sekali? Dressnya sama dengan punya ibu!" Lanjutnya berseru, ia tersenyum menyapa anak-anaknya yang semangat karena hendak bepergian.


Anak-anak hanya tahu dirinya akan jalan-jalan, jadi tentu saja semangat dan antusiasnya keluar.


"Ya, ibu! Warna baju Uqi juga sama dengan ibu!" Seru Uqi dengan senyum mengembang.


"Benar sekali, nak. Pintar anak ibu." Ucap Siska seraya mengelus kepala Uqi, membuat Uni ikut-ikutan memiringkan kepalanya ke tangan Siska, minta dielus juga. Sampai Siska, Uqi dan Ergan dibuat tertawa oleh tingkah menggemaskan anak bungsu Siska ini.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat!" Seru Siska. "Ma, Pak, semuanya, kami berangkat dulu." Lanjut Siska beralih pada orang-orang di rumah yang mengantarnya ke depan.


Setelah mendapat izin, keempatnya pun berngkat menggunakan mobil sewaan dari tetangga yang biasa di sewa.


Siska menyambut antusias ide tersebut, dan langsung menanyakan tempat membeli mobil yang bagus dengan harga terjangkau. Paman tetangga juga merekomendasikan satu mobil padanya, dengan merk Honda CR-V. Siska ingat, mobil ini merupakan salah satu mobil terlaris di tahun 2010. Merk ini menduduki peringkat 9 terlaris.


Terlebih, fiturnya juga sangat lengkap, seperti Head Unit berdesain baru, teknologi kestabilan Vehicle Stability Assist (VSA) hingga kursi dengan konfigurasi elektrik. Bahkan, ban cadangan di pintu belakang tampak absen, menjadi lebih modern. Honda CR-V ini dijual di kisaran harga130 jutaan untuk tipe mesin 2.0 Liter. Sedangkan tipe 2.4 Liter dijual mulai harga 150 jutaan.


Mendengar hal ini, Siska menjadi semangat. Ia harus lebih rajin berjualan, jadi bisa lebih banyak mendapat keuntungan. Selain mobil, ia juga ingin merenovasi rumahnya. Ia ingin menyatukan rumah orang tuanya dengan rumahnya sendiri. Jadi bisa hidup bersama, berdampingan, orang tuanya juga lebih bisa diperhatikan jika begini. Lalu ia juga ingin membeli peralatan elektronik di rumah orang tuanya, terlebih mesin cuci agar memudahkan ibunya.


Untuk kulkas, di rumah orang tuanya ada kulkas satu pintu yang berukuran kecil. Siska jadi ingin membeli kulkas tiga pintu yang besar untuk orang tuanya. Agra isinya bisa lebih beragam dan awet satu bulan. Jadi ibunya tidak perlu bolak balik ke pasar atau ke warung di sekitar desa.


"Sudah sampai, terimakasih paman." Ucap Siska kemudian keempatnya turun setelah melakukan pembayaran pada paman tetangga.


"Hebat, kak! Restorannya besar sekali!" Ucap Ergan menjadi bersemangat, begitu melihat restoran dengan tulisan Adamas di depannya.


"Ayo, masuk." Ucap Siska seraya tersenyum.

__ADS_1


Begitu masuk, ia disambut oleh penjaga. Dan langsung diarahkan pada satu pelayan, kemudian di arahkan lagi ke salah satu meja untuk duduk.


Setelahnya, Siska menanyakan reservasi tempat duduk atas nama Bu Wasilah. Memang, Siska berencana memisahkan dirinya dengan bu Wasilah.


Ergan, Uqi dan Uni satu tempat duduk, sedangkan Siska dan Bu Wasilah akan duduk di tempat lain, agar lebih intens menegosiasikan bisnis.


Tapi sebelum itu, Siska memesan beberapa menu untuk ketiganya, agar ketiganya nyaman, menunggui Siska seraya makan dan mengobrol. Terlebih, Ergan, yang ternyata sedari awal merekam perjalanannya ini.


Untuk keperluan konten, Ergan bahkan sudah lebih dulu meminta izin pada pelayan, yang langsung ditanyakan pada atasannya. Setelah diizinkan, Ergan kembali merekam.


Disisi lain, Siska sudah berjalan meninggalkan ketiganya, pindah ke kursi lain dengan tas yang berisi cappuccino cincau. Yang sama-sama sudah meminta izin karena membawa minuman dari luar. Siska diizinkan, karena memang dia mau membicarakan bisnis, dan minuman ini merupakan salah satu produk bisnisnya.


"Bu Wasilah, sudah datang." Sapa Siska ramah.


"Ya, maafkan aku sedikit terlambat. Ada sedikit masalah dengan perusahaan." Ucap Bu Wasilah.


"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai." Balas Siska seraya tersenyum.


"Syukurlah, kalau begitu, aku sudah memesan menunya ketika reservasi kemarin. Entah apa ini sesuai seleramu atau tidak?" Ucap Bu Wasilah karena begitu ia duduk, pelayan langsung datang menyajikan menunya.


"Tentu, Bu, aku suka, maaf merepotkanmu" Balas Siska mengangguk, dan tersenyum.


"Aiyo, kita disini untuk berbisnis." Bu Wasilah mengibaskan tangannya seraya terkekeh. "Baiklah, mari mulai." Lanjutnya.


"Ah, ini, aku bawa minumannya." Ucap Siska seraya mengeluarkan kotak berisi dua botol minuman, dengan beberapa es batu yang mulai mencair. Sengaja Siska siapkan begitu, agar minuman tetap dingin begitu dikeluarkan.


*


*

__ADS_1


__ADS_2