Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Ibukota (2)


__ADS_3

*


*


Besoknya, pagi-pagi Siska telah dikabari oleh orang yang di percayainya membangun kedai di daerah ibukota ini. Dihubungi lewat pesan dari aplikasi chatting yang dipakai orang-orang.


Sebetulnya, kedai memang sudah dibangun sejak beberapa bulan lalu. Dan Siska menyuruh orang untuk membangun. Namanya pun bukanlah atas nama dirinya. Tapi, orang yang dipercayainya ini.


Adik Baron. Satria.


Dialah yang Siska percayai untuk pergi mengurus hal-hal rumit ini di ibukota. Itupun atas persetujuan semua orang di keluarga. Kenapa memilih Satria alih-alih dua kakak? Karena kakak pertama harus menjaga kedai cabang, dan kakak kedua menjaga kedai pusat.


Keputusan juga sudah dibuat. Siskalah yang akan menjadi penjaga kedai di ibukota sini, sebab orang-orang diibukota akan sangat tertarik dan lebih banyak yang datang. Jadi, kedua kakak merasa, hanya Siska lah yang bisa mengemban tanggung jawab ini.


Meski jauh dari rumah, tapi, kelak Siska bisa membawa Uqi dan Uni ke ibukota, menyekolahkan Uqi dan Uni juga ke ibukota. Ergan juga akan lulus dan berniat masuk perguruan tinggi negeri yang ada di ibukota sini. Alhasil, menurut semua orang, Siska lah yang paling pantas. Sebab, selain ia pintar dan kreatif, ia juga dipercayai bisa menjaga adik bungsunya lebih baik dari dua kakak.


Tapi Siska tetap menolak usulan tersebut. Ia merasa lebih nyaman di desa kelahirannya. Meski tidak sebaik diibukota, tapi di desa sanalah ia membangun usaha pertamanya. Juga, masih ada Ayah dan ibunya, Siska masih perlu berbakti pada keduanya. Untuk Ergan, Siska yakin dia bisa menjaga dirinya sendiri. Meski jauh dari rumah.

__ADS_1


Alhasil, kini Siska di ibukota, hanya untuk mengecek dan memastikan desain interior kedai yang lebih besar dari kedai pusat. Kedai ini nantinya akan berkembang menjadi sebuah restoran ala-ala, yang kekinian dengan mengikuti trend-trend anak muda.


Bertemakan aesthetic, lebih me arah modern klasik. Pasarnya anak muda dan orang dewasa yang suka ketenangan. Jadi, perusahaan kontruksinya pun khusus di pesan Satria dari ibukota sini. Karena Desain interiornya lah yang paling dibutuhkan. Tapi, ternyata sekalian ada jasa pembangunan dan konstruksinya. Alhasil Satria sekalian memakai jasanya.


Siska dikabari pagi ini, jika proses pembangunan hampir mencapai final. Dan uang sisa yang belum dibayarkan juga harus segera dibayarkan. Alhasil, pagi-pagi sekali ia harus sudah membawa uangnya. Tapi 1M bukan uang yang kecil, jadi Siska secara khusus sudah menyiapkan cek senilai 1M sebelumnya. Juga cek sebesar 500 juta sudah ia siapkan untuk berjaga-jaga. Karena 500 juta merupakan harga perkiraan yang akan dipakai untuk properti restoran.


1M ini merupakan biaya tanah seluas 3 ha, biaya kontruksi dan biaya desain interior untuk restorannya. Dibuat tiga lantai dengan luas 8.000 meter perlantainya, sebab 1 ha sama dengan 10.000 meter. Lantai pertama akan dibuat ala-ala cafe untuk para anak muda, lantai dua akan dibuat seperti restoran bertemakan modern klasik, dan lantai tiga merupakan tempat dimana adanya ruangan pribadi yang bisa dipesan. Seperti ruang VIP dan VVIP dalam restoran lainnya.


Juga akan disediakan lift, agar orang kaya yang memesan ruang pribadi bisa lebih nyaman untuk naik ke lantai tiga. Sedangkan bagian luar, sisa dari 2000 meter tanah, bagian samping dan depan masing-masing 1500 meter dibuat sebagai tempat parkir di bagian sisi restoran, dan halaman depan seluas 500 meter akan dibuat seperti kedai Siska lainnya, yakni tempat nongkrong outdoor.


Dan disinilah Siska sekarang. Di tempat pembangunan yang terbilang besar. Tempatnya pula sangat strategis. Dekat universitas, dekat pusat perbelanjaan dan dekat bandara. Siska bahkan kagum dengan hasil kerja Satria. Memanglah dia sangat penuh perhitungan.


Lalu sisanya adalah desain interior dari perusahaan yang Satria mitrai. Nama perusahaannya adalah PT. Wistara Karsa. Perusahaan kontruksi yang lumayan besar di ibukota. Bergerak di bidang pembangunan dan jasa desain interior properti. Beberapa kali perusahaan ini juga telah melakukan pembangunan besar seperti mall dan restoran lainnya. Namanya dikenal banyak orang diibukota ini. Menjadi salah satu perusahaan yang diidamkan para lelaki. Karena memang, karyawan di dalam rata-rata adalah lelaki yang lulus di bidang arsitektur dan design. Adapun wanita, hanya beberapa saja, karena memang pembangunan tak luput dari mata jeli para wanita.


"Kerja bagus, Satria. Aku puas sampai sejauh ini." Ucap Siska mengacungkan jempol tangannya. Satu saja, karena satunya lagi ia sedang menggendong Uni.


"Syukurlah kalau hasilnya memuaskan. Aku jadi tenang. Oh, ya, Nona sudah ditunggu untuk melakukan pembayaran." Ucap Satria, langsung juga mengingatkan Siska tentang pemanggilannya ke lokasi ini. "Selain pembayaran, mereka juga menunggu nona untuk memilih properti dan penempatannya. Ada 3 pilihan saat ini di tangan mereka. Jadi, aku harus merepotkan nona datang jauh-jauh kemari." Lanjut Satria seraya menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


"Oh? Kenapa tidak dikirimkan saja lewat email atau pesan?" Tanya Siska bingung.


Satria menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa, nona. Mitra kerja sama kita kali ini ingin langsung mendiskusikannya. Katanya, berkasnya bersifat rahasia, jadi ditakutkan nanti desainnya menyebar dan malah ditiru orang." Jawab Satria.


Siska kemudian menganggukkan kepalanya. Ia paham, memang sih, wajar juga. Karena desain adalah satu hal yang bersifat rahasia. Meski ada beberapa perusahaan yang bersifat terbuka, tapi banyak juga yang pengaturan perusahaannya seperti ini.


Alhasil, Siska menitipkan Uni pada Satria. Uni yang memang kenal Satria pun tidak menolak. Dan Siska masuk sendiri ke ruangan khusus yang ada dibangunan sebelahnya, tepat di sebelah pembangunan restoran Siska.


Setelah mengetuk dan dipersilahkan masuk, Siska kemudian masuk dan duduk di kursi dengan meja di depannya. Sudah ada dua teh tersaji di depannya. Tapi orang yang ingin bertemu, yang katanya sedang menunggu, malah belum datang. Katanya, sedang ke kamar mandi sebentar. Tapi siapa yang tau, kan? Pikir Siska.


Siska menghela nafas, 5 menit ia menunggu akhirnya orang yang tadi mempersilahkannya masuk, datang dan memberitahu jika bosnya akan datang sebentar lagi. Tak lupa ia meminta maaf pada Siska atas keterlambatan bosnya tersebut.


Siska mengangguk saja, ia sedang bertukar pesan dengan Satria perihal Uni. Ditakutkan, Uni rewel sepeninggal Siska, tapi ternyata anteng. Membuat Siska menghela nafas lega.


2 menit kemudian, suara knop pintu terdengar, dan terbukalah pintu. Siska pun mendongak untuk melihat dan menyapa bos besar yang datang.


"Kenapa kau?!" Pekik Siska terkejut.

__ADS_1


*


*


__ADS_2