
*
*
Setelah 3 hari uring-uringan sendiri, di rumah. Dan mengganggu ketenangan kedua orang tuanya yang suka bersantai di ruang keluarga, akhirnya kini perasaan kesal karena tidak bertemu Siska, berubah menjadi rasa gugup dengan jantung berdebar.
Hari H pernikahan keduanya.
Daripada uring-uringan, kegugupannya lebih menguasai diri Darren. Bahkan Tuan Edden dan Bu Wasilah menahan tawa melihat raut wajah Darren yang terlihat seperti sedang menahan diri untuk tidak buang air.
Pagi ini, Darren dan Siska berangkat dengan masing-masing keluarga. Bedanya, Siska datang satu hari sebelum acar, karena selain mempermudah, Siska juga masih harus bangun pagi buta hanya untuk melakukan perawatan, dan setelahnya didandani, tak lupa gaun pengantin yang telah dipesannya juga dipakai.
Keribetan yang dialami pengantin wanita lebih banyak, alhasil atas persetujuan keluarga, Siska dan keluarga akhirnya memilih menginap di hotel yang akan menjadi tempat pernikahannya.
Sedangkan Darren berangkat dari rumah kedua orang tuanya. Yang sama-sama di kabupaten, jadi karena lumayan dekat, perjalanan selama sekitar 20 menit, maka kendaraan yang ditumpangi akan sampai di hotel tempat pernikahannya.
Masuk ke ballroom bersama rombongannya. Dari keluarga, termasuk teman yang ikut mengantar di sisinya, seperti Sahni dan Haris.
Darren juga datang lebih awal, agar ia bisa bersiap lebih dulu sebelum acara dimulai, juga agar tidak bertabrakan dengan para tamu yang akan datang ke pernikahannya.
Jadi, selama satu jam menunggu acara di mulai, Darren ditemani Haris dan Ayahnya, membantu Darren agar meredakan kegugupannya, karena nanti dirirnya hanya akan mengucapkan bersedia setelah ditanya pendeta.
Karena, pemberkatan sederhana akan dilakukan lebih dulu untuk menyatukan hubungan di atas pernikahan. Baru setelahnya, pesta perayaan pernikahan akan dilangsungkan juga. Makanya, acara di langsungkan lebih lama dari biasanya, meski sudah dirampingkan susunan acaranya.
Sampai waktunya tiba, Darren kini telah berdiri di altar pernikahan. Di depan Altar, di jajaran kursi depan, terlihat ayah dan ibunya, di sisi pengantin laki-laki bersama Sahni, Haris, dan beberapa saudara, juga sepupunya. Di sisi pengantin wanita ada ayah mertuanya. Juga ketiga saudara Siska, dua kakak dan satu adik. Kakak ipar, dan para keponakan Siska juga ada. Kerabat Siska, tak lupa ada di barisan satu kursi di belakang para kakak ipar dan keponakannya.
Dan yang paling menarik perhatiannya adalah Uqi. Calon anaknya. Awalnya ia merasa heran, karena Uqi tidak berada di belakang dengan Siska. Tapi, akhirnya mengerti karena melihat kepribadian Uqi, ia pasti enggan menjadi anak yang membantu mengangkat dress belakang Siska.
"Dalam 5 menit, kita mulai. Untuk wali pengantin wanita, silahkan menjemput pengantin wanita dan menuntun pengantin sampai penyerahan di altar pada penggantian pria." Ucap pendeta mulai memberi arahan.
Suherman bangkit dari duduknya, dan berjalan ke ujung karpet putih yang dihamparkan ke sepanjang jalan menuju altar. sedangkan Siska akan dituntun oleh ibunya sendiri lebih dulu sebelum Siska digandeng oleh Ayahnya. Tak lupa, Uni juga akan menjadi anak pengiring sebelum ke altar, selain Uni, juga ada beberapa anak lain yang seumuran dengannya.
__ADS_1
Siska berjalan tertunduk dengan tangan menggandeng lengan Ayahnya. Di sisi lain, Darren menatap keduanya dengan tatapan sendu, semangat, hangat, dan paling mendominasinya adalah gugup. Ia gugup tapi ia bersemangat.
Sepanjang keduanya berjalan di atas karpet, selain Uni dan anak-anak lainnya, para tamu yang datang menatap Siska dengan kagum sekaligus semangat. Pengantin wanita sudah datang, terlebih Siska terlihat sangat menakjubkan. Kecantikannya, juga keluar menguat terlihatnya bercahaya.
Ergan senantiasa mengatur kameranya tetap on agar bisa merekam semuanya dari awal hingga akhir pemberkatan.
Pujian Siska dapatkan sepanjang jalan.
Sampai akhirnya, Siska dan Ayah mertuanya sampai di depan Darren yang sudah menunggu di ujung karpet menuju Altar.
"Bapak serahkan Siska padamu. Jaga baik-baik, jangan menyakiti dan membuatnya menangis. Satu kali saja bapak tahu kau menyakiti putri bapak, jangan salahkan bapak mengambilnya kembali. Ingat, ya nak. Bahagiakan Siska." Ucap Suherman sebelum Darren benar-benar mengambil alih Siska darinya.
Darren mengangguk dan mendengarkan dengan tegas. Di hatinya, tentu saja tekad kuat menjaga Siska akan selalu di jaga. Sedangkan Siska, menatap ayahnya dengan tatapan haru. Hampir menangis, tapi ayahnya melarang Siska menangis, karena takut make up yang dipakainya luntur. Tidak baik, padahal ini hari yang baik. Semuanya harus berjalan lancar.
Satu langkah menuju pemberkatan. Jadi, masalah, mengantri dulu, sampai acara pernikahan selesai.
Darren menganggukkan kepalanya dan kemudian mengambil Siska, kini Siska berpegangan pada lengan Darren sebelum akhirnya berdiri berhadapan dengan Darren.
Keduanya saling menatap dengan mata haru, karena pada akhirnya bersatu, membuatnya tidak menyangka keduanya bisa sampai ke jenjang yang lebih serius.
Selesai pemberkatan, di mulai dari Prosesi Masuk. Penyalaan Lilin. Doa Pembuka + Lagu Pujian. Firman Tuhan. Fotografi. Ucapan Terima Kasih pada Kedua Orang tua. Pernyataan Resmi Pasangan Suami Istri kepada Jemaat. Doa Penutup dan Doa Berkat, ditambah dengan prosesi lempar bunga, para tamu pun dipersilahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia.
Darren dan Siska tersenyum lebar, menyapa keluarga yang mendekati keduanya, mulai dari keluarga Darren sampai akhirnya keluarga Siska. Semuanya terlihat rapi dan cantik serta tampan. Terlebih, kedua anaknya, Uqi dan Uni yang terlihat sangat bagus malam ini. Selain lucu, kecantikan dan ketampanan kedua anaknya patut diacungi jempol.
Setelahnya, para tamu menyapa kedua pengantin. Dan acara hiburan juga sudah mulai dimulai. Perjamuan nikah dilakukan sampai selesai.
Sampai waktu menunjukkan pukul 9 malam. Akhirnya Darren dan Siska dipersilahkan memasuki kamar keduanya di kamar hotel yang sudah di sediakan dan yang sudah dihias, untuk beristirahat.
Kini, Siska lah yang kebagian paling gugup. Meski bukan pertama kalinya, tapi tetap membuat gugup, kenapa?
Apa mungkin karena pada akhirnya yang memenangkan tempat di kehidupan keduanya adalah Darren? Orang yang tidak di sangka-sangka Siska akan memenangkannya. Padahal, pernikahan sudah hilang dalam kamus kehidupan keduanya sejak ia dilahirkan kembali.
__ADS_1
"Ganti baju, mandi, dan istirahat? Kau terlihat pucat." Ucap Darren menatap Siska lekat, terlihat ragu dengan kata istirahat yang diucapkannya sendiri.
Siska tak banyak bicara, ia hanya menganggukkan kepalanya dan kabur ke kamar mandi tanpa melihat ke belakang. Membuat Darren tertawa kecil. Akhirnya keduanya sampai pada hari ini, hari dimana Darren memiliki Siska.
Seraya menunggu giliran mandi, Darren melepaskan dasi dan jas yang dipakainya, lalu menggantungkannya di belakang pintu kamar.
"Ekhem! Darren, a-aku lupa bawa handuk dan baju ganti." Ringis Siska dari dalam kamar mandi. Bodoh memang, saking gugupnya ia mempermalukan dirinya sendiri disini.
Darren mengulum bibir, menahan senyum. Ia kemudian mengambil bathrobe yang ada di lemari dan memberikannya pada Siska.
"Baju gantiku?" Tanya Siska dengan jantung berdegup.
"Tidak perlu, bukankah nanti juga dilepas lagi?" Tanya Darren menggoda Siska. Membuat Siska terbatuk kecil, tersedak ludahnya sendiri.
Darren semakin ingin tersenyum, meski tidak melihat wajah, ia yakin pipinya sudah memerah seperti tomat.
"Kau menyebalkan!" Pekik Siska dari dalam kamar mandi. Dan tawa Darren keluar, tidak bisa lagi ia menahannya, setelah mendengar pekikan dengan nada kesal dari mulut Siska.
*
*
Haii!
Karena banyak yang mau lanjut, jadi aku lanjut, Yeay!
Tapi, ekhem, ekhem aku gak akan masukin oke 😠Tapi gatau deng, haha.
Oh ya, aku inget ini belum ada konflik dan ujian deh ya di hubungan Siska Darren? Ekhem, siap siap ya! 🤗🤣
Looovee, tungguin kelanjutannya 🌟
__ADS_1