Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Makan Malam bersampingan


__ADS_3

*


*


"Lagi-lagi kalian, keluarga Imanuel! Tidak ada habisnya?! Kalian sengaja mencari masalah dengan awak kapal ya?! Tahu tidak, karena pertengkaran ini aku dimarahi tuan mudaku?! Kalian sengaja mau membuat kami celaka ya?!" Pekik Steve dengan raut menyeramkan. Tatapan matanya tajam, dan nada bicaranya penuh intimidasi.


Setelah disiram dengan keras dan dimarahi setelahnya, semua anak muda dari keluarga Imanuel terdiam dengan baju basah. Tertegun dan menatap Steve yang menatap semuanya dengan tajam.


Tapi satu di antara para adik dan kakak sepupu kaluarga Imanuel, ia sadar lebih cepat, menatap Steve dan menatap ke arah Darren dan Siska yang kini menatap ke arah pertengkaran, ke arah tempat yang dipijaknya.


Setelahnya, umpatan di hati ia lontarkan pada Kathrin yang lagi-lagi adalah biang masalah dari semuanya. "Tuan, maafkan kami, kami tidak sengaja. Kami akan pergi sekarang juga, tuan." Ucapnya dengan terburu-buru, meminta maaf dan ingin segera pergi dari tempat tersebut.


Tentu saja takut dengan Steve juga tatapan Darren yang menatap tajam dari kejauhan. "Kakak, apa maksudmu? Kita disiram, tidakkah kau mau memarahinya balik?" Tanya Adik sepupunya yang lain menatap Steve yang tiba-tiba datang dengan amarah memuncak.


"Diam!" Pelotot orang yang sadar akan kehadiran Darren. "Cepat minta maaf dan tinggalkan tempat ini. Kau lihat sana, tuan dan nona Wistara mengawasi di sana." Bisiknya pada yang lain.


Steve dan Kathrin tentu mendengarnya juga, tapi tidak dengan Darren dan Siska yang jaraknya jauh.


"A-ah? K-kami minta maaf atas keributan yang kami perbuat, tuan. Kami akan segera pergi dari sini. Sekali lagi maafkan kami, tuan. Maaf mengganggu ketenangan semuanya." Ucapnya kemudian, satu persatu anak muda tersebut pergi, setelah dimarahi lagi oleh Steve beberapa kali.


Dan mereka semua hanya bisa menelan amarah tersebut, memendamnya di hati mereka yang paling dalam, tidak berani membantah dan melawan. Mereka hanya melimpahkan kesalahan dan kekesalan serta umpatan pada Kathrin, si biang masalah dari semuanya.


Seraya berjalan dengan tertiba, meninggalkan Kathrin sendirian yang basah kuyup di hadapan Steve yang masih memarahinya. Semuanya sudah tidak peduli pada Kathrin, ia adalah awal mula masalah. Sudah tiga kali sejak ia naik ke kapal, sudah tiga kali juga keluarga Imanuel mendapat amarah dari orang-orang dengan status biasa.


Padahal keluarga Imanuel termasuk keluarga besar berpengaruh di ibukota. Tapi lihatlah sekarang, bahkan tidak ada harga dirinya di depan awak kapal yang bekerja dengan setia pada keluarga Wistara.


"Kathrin sialan!"


"Hust, Kathrin juga tidak akan terpancing jika kau tidak memancingnya dengan kata-kata sinis tadi."


"Kau membelanya kakak! Kau menyebalkan!"

__ADS_1


"Ah awal mula masalah memang dia."


"Keluarga kita tidak ada harga dirinya lagi, bahkan awak kapal memarahi kita. Sudah berapa kali sejak keluarga kita dimarahi?!"


"Sudah tiga kali, dan selalu ada Kathrin yang menjadi biang masalah!"


"Sudah, cepat jalan, jangan mengobrol lagi. Kita harus cepat ganti baju, jangan sampai masuk angin."


"Kakak, Kathrin masih disana, tidakkah ia ditarik pergi juga oleh kita? Dia terlihat menyedihkan, bagaimanapun dia masihlah keluarga kita."


"Kau saja sana, tarik."


"Hm, tarik saja sendiri, aku takut gatal."


"Astaga, tidak ada habisnya, kunci rapat mulut kalian. Kathrin bisa mengurus dirinya sendiri, jangan hiraukan dia."


"Baik, kakak." Ucap semuanya serempak, setelah mendengar kakak tertua memarahi semuanya.


Kathrin tidak ada pilihan lain selain menurut, tapi kedua matanya tidak pernah lepas dari pasangan yang memamerkan kemesraan di atas speed boat tersebut.


Hatinya kembali menjadi hitam. Tatapan matanya penuh kebencian pada Siska yang saat itu dikecup Darren, dan membuat Darren tertawa setelahnya.


Tapi tak lama kemudian, Darren kembali menjalankan speed boat nya menjauhi area yang ada Kathrin.


Darren sendiri sudah khatam dengan perasaan benci membenci. Tatapan tajam Kathrin pada Siska, ia sangat merasakannya meski ia jauh. Apalagi ketika sedikit melirik, memang benar adanya Kathrin ini menatap Siska penuh kebencian. Alhasil, ia mengajak Siska berkeliling lagi, dan setelah persetujuan, Darren pun mengemudikan speed boat lagi.


Sedangkan Steve, setelah menyuruh Kathrin membersihkan, ia dan awak kapal lainnya mengendari sepeda boat ke pulau yang sebelumnya di tempati Darren. Tentu saja untuk membereskan semua alat bekas pakai keduanya sebelumnya.


Karena mereka tidak akan kembali dalam waktu yang cukup lama ke pulau tersebut, jadi lebih baik membereskannya lebih awal. Lagipula Darren dan Siska juga tidak akan kembali ke pulau kecil tersebut lagi nantinya.


Kembali pada Darren dan Siska, yang saat ini menyudahi berkeliling laut dengan speed boat. Keduanya sedang berjalan ke arah ruang makan yang sudah diisi keluarga Imanuel.

__ADS_1


Siska tidak sangka kali ini ruang makan begitu ramai. Padahal sebelumnya hanya ada dirinya dan Darren saja, juga beberapa pelayan dan awak kapal lain yang bekerja di dapur ruang makan kapal pesiar.


"Kenapa hari ini banyak orang?" Tanya Siska pada Darren.


"Sayang aku lupa, jadwal makan keluarga Imanuel memang lebih cepat dari kita agar ketika kita makan tidak berhubungan. Juga menghilangkan kecanggungan. Kali ini, kita makan lebih awal, jadi beginilah." Jelas Darren. "Atau kita kembali dulu saja ke kamar? Makan malam seperti biasa nanti pukul 7 malam?" Tanya Darren seraya tersenyum.


"Tidak, aku ingin makan sekarang. Semua makanan yang dipanggang sudah habis dicerna. Bukankah gara-garanya kau yang tidak bisa menahan diri, hmm?" Tanya Siska.


Darren menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa kecil. "Baiklah, mari makan, tapi benaran tidak apa-apa ada orang lain disini?" Tanya Darren. "Oh atau aku minta mereka makan nanti saja?" Tanya Darren lagi.


"Tidak perlu, astaga. Jangan berlebihan. Asal tidak saling menganggu, tidak apa. Anggap saja ini restoran yang biasa kita kunjungi sebelumnya, banyak orang lain." Ucap Siska seraya tersenyum.


Darren menganggukkan kepalanya, kemudian menatap kepala keluarga Imanuel yang bersiap memboyong anak-anaknya untuk kembali.


Darren mengibaskan tangannya, "Teruskan makan, jangan khawatir. Kami yang datang kali ini mengganggu kalian." Ucap Darren.


Jadi, akhirnya semuanya makan malam bersama lebih awal saat itu. Tak terkecuali Kathrin yang sejak awal menatap sinis kedatangan Siska.


Siska juga merasakan tatapan Kathrin padanya, tapi yasudahlah. Lagipula ia tidak menganggu dirinya dan Darren. Jadi keduanya pun makan dengan tenang dan mengobrol hangat. Sesekali saling menyuapi dan mengambilkan lauk untuk satu sama lain.


Mengabaikan keluarga Imanuel yang memuji keromantisan Siska dan Darren. Juga memuji keserasian keduanya. Tidak ketinggalan, sikap Darren yang menjaga dan memperlakukan Siska dengan baik juga menjadi sorotan keluarga Imanuel.


Meski begitu, semua orang mengawasi Kathrin diam-diam agar ia tidak mencari masalah kali ini. Semuanya was-was sejak awal kedatangan keduanya, takut Kathrin nekat. Tapi ketika tahu Kathrin hanya menatap tajam Siska, selain teguran kecil pamannya, yang lain tidak berani bersuara, hanya mengejek dan mengumpati Kathrin di dalam hati masing-masing.


"Mau tambah nasinya tidak? Tambah saja, sejak naik ke kapal kau makan nasi sedikit sekali. Yang lainnya malah banyak. Harus seimbang tahu, tidak?" Nasihat Darren lembut.


"Bagaimana tidak sedikit, lihatlah lauk yang kau berikan di piringku. Itu lebih banyak dari nasinya. Aku mau makan nasi juga sudah kenyang lebih dulu, tahu!", Balas Siska seraya mendelikkan matanya.


"Hahaha, baiklah salahku, salahku." Ucap Darren tergelak lucu, karena sadar itu ulahnya sendiri.


*

__ADS_1


*


__ADS_2