Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol

Hidup Kembali, Memulai Semuanya Dari Nol
Balas Dendam Ergan untuk Geri


__ADS_3

*


*


Setelah selesai mengurus penarikan saldo di akun tutub Ergan, Siska kembali ke kamar. Sebelum benar-benar istirahat, dan tidur, ia lebih dulu menyiapkan hal-hal untuk besok. Berkas untuk sidang perceraian juga tak luput dari persiapannya malam ini. Agar besok ia bisa langsung pergi, setelah menyiapkan keperluan kedai.


Juga, uang penghasilan hari ini, tak lupa Siska simpan di tas beserta buku tabungannya. Akan ia setorkan lagi ke bank besok sebelum pergi ke pengadilan jika sempat. Jika tidak sempat, maka ia akan menyetorkan uang 57juta an hasil untung hari ini dari kedai, setelah urusan dengan pengadilan selesai.


Ya, hari ini kedai menghasilkan untung lebih banyak dari kemarin. Apalagi, selain lebih banyak yang membeli makanan dan minuman untuk dibawa pulang, bahan-bahan juga ada yang ditambah. Seperti Sosis dan Bakso yang masing-masing ditambahi 500 ribu sebagai modal. Ada cireng, cirambay, juga cilok ditambah pembuatannya juga. Hampir semua bahan di kedai ditambah. Jadi untungnya juga bertambah banyak. Terkecuali teh Rosella yang memang hasil kebun Ayahnya.


Untuk lebih jelasnya, kita hitung saja. Kemarin Sosis dibeli sebanyak 23 pack dengan harga 500 ribu. Dengan 15 pack sedang, 8 pack besar. Kali ini ditambahi 500 ribu, jadi 30 pack sosis sedang, dan 16 pack sosis besar. Per pack masih berisi 11. Jadi untung dari Sosis sedang adalah 2 juta 464 ribu, jumlah ini adalah jumlah yang telah dikurangi 2 pack untuk kebutuhan seblak. Sedangkan sosis besar untungnya 2juta 112 ribu. Jumlahnya 4 juta 576 ribu.


Untuk Bakso, menjadi 40 pack bakso, dengan isian 20 bakso sedang. 20 pack habis terjual pertusuk, 20 pack lagi terjual untuk seblak. Jadi terhitung untung pertusuk adalah 1 juta 72rb. Perhitungan dari 20 pack dikalikan 20 isi bakso, jadi 400 dibagi 3, hasilnya 123, 123 dikalikan harga pertusuk. Sisanya 400 bakso dikalikan harga per satuan 3000. Jadi untung 1 juta 200 ribu. Jumlahnya adalah 2 juta 272 ribu.


Seblak menghasilkan untung lebih banyak dari kemarin, karena sama-sama ditambah dibagian persukian. Kemarin dapat 11 juta, hari ini dapat 16 juta 10 ribu.


Kemudian Cappuccino cincau berhasil terjual 500 gelas yang sama seperti kemarin, yakni 4 jutaan, lalu yang terjual dibawa pulang sekitar 250 cup, jadi untungnya 2juta 250 ribu. Dijumlah menjadi 6 juta 250 ribu.


Sedangkan untuk Teh Rosella, hari ini yang terjual berkurang, karena anjuran minum yang 3 kali sehari. Yakni sekitar 200 gelas ditempat, yakni 1juta 400ribu. Dan 75 cup dibungkus, yakni 600 ribu. Jumlahnya 2 jutaan.


Air putih, terjual sekitar 300 botol, dengan harga 4000 per botol, jadi jumlah yg dihasilkan adalah 1 juta 200 ribu.


Berikutnya Cireng, 3000 buah menghasilkan untung 3 juta 150ribu. Cirambay, 1500 bungkus menghasilkan untung 15 juta, harga perbungkus masih sama 10.000. Dan cilok menghasilkan 7juta.

__ADS_1


Keseluruhan uang yang dihasilkan hari ini adalah 57 juta 548ribu. Dikurangi uang modal sekitar 10 juta 600 ribu, Karena setiap bahan ditambah modal 500 ribu banyaknya. Jadi Untung bersih hari ini adalah sekitar 47 juta 548ribu. Lebih besar dari hari pertama, karena memang, hari pertama banyak pengurangan dari uang yang dipakai untuk renovasi.


Siska tersenyum senang, setelah menyimpan uang di tas dengan baik, ia berbaring dan memejamkan mata, tidur dengan nyenyak.


Tentu saja, setiap harinya, pemasukan semakin besar, siapa yang tida senang? Apalagi, hari ini Ergan juga mendapat uang insentif besar, meski baru ditarik dan belum masuk rekening, karena harus menunggu 1x24 jam, tetap saja besok saldo rekeningnya akan bertambah juga. Astaga, benaran bisa kaya dalam beberapa bulan ke depan keluarganya.


Membuat Siska mulai berangan-angan. Keinginannya membeli mobil juga semakin dekat. Ah, akan dibeli setelah dirinya melunasi uang pembelian kedai. Oh, jangan lupakan juga 3000 pesanan milik Bu Wasilah 10 hari mendatang. Benar-benar sibuk, pikir Siska.


*


Besoknya, Siska bangun pagi-pagi sekali. Seperti hari kemarin, Siska pergi belanja bahan bersama Rendra dan Santi, menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah.


Setelahnya belanjaan di pick up ke kedai, Siska pun kembali pulang ke rumah setelah menyerahkan pekerjaan pada Santi dan Rendra.


Setelah selesai, Uqi dibawa sarapan, seperti biasa, sudah ada Ergan dan Geri yang sedang bersiap makan. Yang berbeda adalah Geri, memasang wajah cemberut pada Ergan, yang kini malah menertawai Geri.


"Ada apa? Geri, Ergan mengganggumu?" Tanya Siska pada Geri.


"Bibi, kau tahu? Semalam Ayah dan Ibu membangunkan ku yang sedang tidur, mereka berdua menginterogasi ku tentang akun tutub. Melihat pendapatanku, dan kau tahu, bibi? Mereka berdua menyitanya." Adu Geri frustasi. "Padahal tadinya aku mau meminta tolong pada bibi, mau meminjam rekening bibi saja untuk mencairkannya. Tapi, ah, gagal sudah, saldoku sudah kosong." Lanjutnya dengan wajah makin cemberut.


Ergan tergelak, Siska ingin ikut, tapi ia menahan diri. Jangan sampai keponakannya ini menangis pagi-pagi, oke?


"Semua ini gara-gara paman kecil! Mulutnya menyebalkan! Tidak bisa jaga rahasia!" Kesal Geri mendelik sinis.

__ADS_1


"Aiyo, ibumu bertanya, aku tidak mau bohong, jadi aku jawab jujur saja. Apa kau salah, hmm?" Tanya Ergan seraya tersenyum tertahan.


"Memangnya berapa saldo akunmu?" Tanya Siska penasaran.


"Bibi, itu puluhan juta. Aku sudah 6 kali memposting konten game ku, dan dua kali siaran langsung di malam hari, da waktu 4 hari ini." Ucap Geri menatap Siska dengan wajah kasihan.


"Astaga! 4 hari saja? Astaga! Aku kalah dari bocah-bocah kecil." Rutuk Siska meringis. "Kenapa bisa dengan memposting konten game saja kau mendapat begitu banyak?" Tanya Siska iri.


"Kakak, belum ada konten begini sebelumnya. Jadi termasuk unik dan baru. Terlebih, bocah bau ini tampan, jadi digemari banyak wanita. Kau tahu, kak? Waktu live di tutub, banyak wanita yang mengirim gift dan uang! Makanya saldo akunnya juga banyak." Ucap Ergan.


"Kau juga kalah dari keponakan kecilmu, haha. Bagaimana rasanya?" Tanya Siska malah salah fokus.


"Kak, aku sudah membalasnya dengan mengadukannya pada kakak pertama dan kakak ipar. Hahaha." Balas Ergan, kemudian tergelak.


Geri lagi-lagi mendengus dan mendelik kesal, wajahnya semakin ditekuk. Gagal sudah niatnya yang akan membeli skin game yang baru. Ah ia jadi miskin lagi.


"Tidak apa-apa, Geri, Ayah dan Ibumu hanya menyimpan uangmu. Kau minta juga pasti dikasih nanti, apalagi jika untuk keperluan kontenmu." Ucap Siska seraya mengacak rambut Geri gemas.


Geri hanya mengangguk dengan wajah cemberutnya. Kemudian ketiganya kembali makan. Dengan Siska yang menyuapi Uqi.


Ayahnya, Ibunya, dan Uni masih tidur dikamar. Jadi Siska juga tidak ada keinginan membangunkannya, karena memang mereka butuh lebih banyak istirahat.


*

__ADS_1


*


__ADS_2