
Mengalahkan
Seperti mau terjengkang kebelakang, dan guling-gulingan saat Melin mendengar ungkapan rayuan dari Jendral.
"Kau belajar merayu wanita, dari mana?" tanya Melin dengan senyuman mengejek ke arah Jendral.
"Aku nggak, lagi ngerayu kamu!" kilah Jendral.
Tetapi wajahnya seketika berubah menjadi merah padam. Jendral memang tidak bisa berbohong tentang perasaannya kepada Melin. Meski ia tahu, Melin hanya mencintai Adrian dalam hidupnya.
Hatinya hancur, memang. Saat dia melihat bagaimana Melin mencium Adrian tadi. Perasaan gadis manis itu begitu amat sangat mengebu. Dan Jendral juga bisa melihat dengan jelas, jika Adrian juga mencintai Melin. Dari cara lelaki itu membalas ciuman Melin.
Lantas apa yang membuat Jendral bertahan di sisi Melin.
Mencintai bukan tentang memiliki satu sama lain, cinta adalah tentang bagaimana kau memberi tanpa pamrih.
Jendral ingin berdiam diri saja, menjalani kehidupan santainya seperti dahulu. Namun lelaki yang masih muda belia itu, tidak bisa melakukan hal semacam itu di saat Melin sedang kesusahan.
Rasanya Jendral seperti sedang terombang-ambing, ketika dia memutuskan untuk menyerah membantu Melin.
Dia seperti makhluk tak kasat mata yang tidak menapak tanah, ketika dia berpikir untuk mengabaikan Melin.
Dia seperti manusia yang tidak punya jiwa. Merana tanpa tahu, hal itu agar berhenti.
Bukan tak ingin menyerah, tapi Jendral tidak bisa menyerah untuk Mencintai Melin.
"Baiklah!" ujar Melin. "Kalau benar kau milikku, katakan!". Melin menghentakkan suaranya, untuk memaksa Jendral. "Kau ini Siluman apa?"
Pandangan gadis manis itu begitu tajam menusuk ke arah mata Jendral. Ia ingin jawaban Jendral sekarang juga.
"Aku...!"
Buammmmmmmmm
Perhatian Melin dan Jendral tersita oleh hal lain. Apalagi kalau bukan pertarungan di hadapan mereka.
"Sial, kenapa aku malah terjebak di antara Siluman seperti ini!" keluh Melin.
Gadis itu kembali melihat ke arah Jendral yang masih dikuasai oleh rasa kagetnya.
"Kau juga bukan Manusia!" ujar Jendral.
Melin menelisik ke arah Jendral sekarang, dia tak memyangka jika Jendral. Yang akan mengatakan hal semacam itu kepadanya.
Melin tahu dirinya memang bukanlah manusia biasa, seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Tapi dirinya juga bukan Siluman, yang mempunyai kekuatan seperti Adrian.
Perkataan Jendral barusan, benar-benar terasa seperti sebuah kata penghinaan untuk Melin.
__ADS_1
"Paling tidak aku masih manusia!" ujar Melin kesal.
"Benar, kau masih bisa mencium seseorang dengan penuh cinta!" ledek Jendral.
Puakkkkkk
Bukkkkkkkk
Bukkkkkkkk
Bukkkkkkkk
Pukulan Melin segera mendarat berulang kali ke arah bahu Jendral yang tampak berbeda, menjadi lebih bersih dan cukup kekar Tidak seperti biasanya yang lembut dan kecil.
Melin memyadari hal itu, tetapi dia tak berani berkomentar lebih lanjut.
~¤~¤~¤~¤~¤~¤~
Adrian dan Jecson sudah berada di depan Warok dan Siluman Banaspati. Siluman Banaspati kali ini, berwujut manusia yang tengah dilalap oleh api merah yang membara.
Adrian yang baru saja mendekat, sudah mendapatkan serangan dari Siluman Banaspati. Berupa bola api yang dilayangkan ke arahnya, dengan kecepatan yang luar biasa.
Tetapi Adrian tidak mencoba menghindar, karena jika bola api itu dia hindari. Maka mobil yang berada di belakang mereka akan hangus terbakar. Begitu juga dengan isinya, sepasang muda-mudi yang sedang bercanda.
Alhasil Adrian menggunakan ajian tapak langitnya, untuk menghalau bola api yang melayang cepat ke arahnya. Sehingga bola api itu terpental ke arah pelemparnya kembali.
Laju bola api itu sama cepatnya mengarah ke Siluman Banaspati.
"Wowwwww!" teriak Jacson lebay.
Lelaki itu sangat kaget dengan kekuatan baru Adrian yang sangat luar biasa. "Kekuatan Siluman Murni memang beda!" kelakar Jacson.
Bola api yang dilempar oleh Adrian ditangkap oleh Siluman Banaspati dengan sempurna. Meski tubuh berkobarnya sempat tergeser mundur beberapa langkah, karena saking kuatnya tekanan kekuatan lemparan Adrian.
Siluman Warok yang melihat itu segera naik pitam. Makhluk yang mirip dengan Genderuwo itu segera maju dan mulai menyerang Jacson.
Siluman Warok melayangkan tinjunya ke arah wajah Jacson, namun dengan sangat cepat Jacson sudah berpindah ke belakang Siluman Warok.
Kades Desa Air Keruh itu menggenggam segenggam rambut punggung Siluman Warok dan menariknya dengan cepat terdengar bunyinya...Krakkkkk
"Wuarrrrrrrr!" Siluman Warok menggeram kesal.
"Harusnya kau rajin-rajin cukuran. Kamu nggak pengen glowing kayak embak-embak kasir IndoApril, apa?" tanya Jacson.
Kades Desa Air Keruh itu, masih sempat-sempatnya ngelawak di tengah pertempuran.
Siluman Warok kembali melancarkan serangan kepada Jacson. Sambil membalikkan tubuh besarnya, salah satu Tangan Siluman Warok mencoba menghantam tubuh Jacson yang berada di belakangnya.
__ADS_1
Wussssssss
Lagi-lagi Jacson bisa menghindari serangan Mendadak itu.
"Fiuhhhh untung nggak kena!" ujar lelaki paruh baya, yang sudah berteleportasi di belakang Siluman Warok kembali.
"Rasakan pembalasanku makhluk berbulu lebat!" ucap Jacson.
Dia menendang bokong Siluman Warok dengan sekuat tenaganya.
Alhasil Siluman Warok terjengkang dan berguling-guling di aspal, namun dengan cepat Siluman Warok kembali bangkit. Tentu saja dia tidak ingin dikalahkan, oleh Manusia Setengah Siluman seperti Jacson.
Pamornya sebagai Siluman Murni pasti akan turun, jika sampai Siluman Warok tidak bisa mengalahkan Jacson yang hanya merupakan keturunan Siluman Kelelawar biasa disebut Ahool.
Siluman Warok menggeram lagi dia berdiri tegak dan merenggangkan kedua tangannya. Siluman Warok bermaksud untuk menambah volume di tubuhnya. Karena menurutnya, kekuatannya di level ini, bisa dikalahkan oleh Jacson.
Benar saja tubuh Siluman Warok yang sudah cukup besar itu, mengembang seperti ditaburi baking soda.
"Eistttt!" ujar Jacson kesal.
Jacson sebenarnya malas meubah dirinya menjadi Siluman. Tetapi tubuh manusianya, tidak akan bisa montorerir serangan Siluman Warok yang sudah menaikkan level kekuatannya.
Mau tak mau Jacson segera menggunakan ajian untuk merubah tubuhnya menjadi Siluman Kelelawar, yang menjadi identitas dirinya sejak lahir.
Karena Jacson lahir dari rahim seorang Siluman Kelelawar yang diasingkan ke dunia manusia. Alhasil dia terlahir sebagai Manusia Setengah Siluman seperti Adrian.
Tetapi Jacson yang tidak ingin menggunakan kekuatan Silumannya, dia mempunyai tubuh manusia yang bisa menua.
Hari ini adalah kali pertama Jacson, merubah dirinya menjadi Siluman Kelelawar. Demi melindungi Melin, dari serangan Siluman Warok dan juga Siluman Banaspati. Kades Air Keruh itu rela menukar jiwa manusianya, demi keselamatan Melin.
~¤~¤~¤~¤~¤~¤~
Adrian yang hanya merubah tangannya, menjadi cakar-cakar berbulu putih yang tajam. Sudah dapat mendesak Siluman Banaspati, yang terkapar di atas tanah. Api di tubuh Siluman itu sudah padam dan hanya meninggalkan bara api yang membara di sekujur tubuhnya.
Adrian tidak ingin banyak berkata-kata atau membuang waktu. Salah satu cakarnya, segera dia tancapkan di dada Siluman Banaspati. Setelah mendapatkan jantung Siluman Banaspati itu, Adrian segera mencabut titik kehidupan Siluman tersebut.
Seperti apa yang pernah dia lakukan terhadap jantung Arinda. Adrian juga meremas jantung Siluman Banaspati, yang sudah dia genggam di tangannya, sampai menjadi cairan berwarna merah darah.
Jacson yang sudah berubah menjadi Siluman Kelelawar. Terbang kesana-sini sambil mencabuti bulu-bulu di tubuh Siluman Warok. Gerakan Jacson sangat lincah, sehingga Siluman Warok yang mengandalkan kekuatan fisik, tidak dapat mengejar kelincahan Jacson.
Siluman Warok yang sudah hampir gundul, dengan darah segar memgalir dari luka-luka kulitnya yang terkelupas. Hanya berdiri pasrah karena tersiksa merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Tetapi tanpa mereka sangka-sangka hal ini adalah sebuah jebakan.
Ada banyak Siluman yang sedang mendekati mereka dari arah dalam hutan berkabut itu.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤