Hujan Teluh

Hujan Teluh
Perbatasan Alam Buana


__ADS_3

Perbatasan alam Buana


Kinan berpikir suara rintihan itu berasal dari salah satu warga Desa Air Keruh yang mungkin terluka, karena mengejar Siluman Macan Kumbang yang disebutkan oleh warga di jalan tadi.


Jadi Kinan berusaha untuk menemukan suara rintihan yang ia dengar. Dia bahkan tak keberatan masuk ke dalam perkebunan karet milik keluarganya, yang pasti sangat gelap dan menakutkan.


Betapa kagetnya Kinan setelah melihat sosok pria yang sangat dia rindukan. Pria itu terduduk lemah sambil bersandar di salah satu batang pohon karet milik keluarganya. Namun Kinan segera tersentak, Karena dia melihat darah segar keluar di beberapa titik baju kuno yang dikenakan oleh pria tersebut.


"Kang Mas tidak papa?" tanya Kinan.


Lelaki itu tak menjawab pertanyaan Kinan karena luka yang lelaki itu derita pasti telah membuatnya pingsan.


Tanpa berpikir panjang lagi Kinan segera membawa tubuh pria itu ke dalam rumahnya, ia merawat pria yang selalu ingin dia temui itu dengan telaten dan penuh cinta.


Kinan sama sekali tidak menyangka jika pria yang dia tolong adalah seorang Siluman, dia menyangkanya bahwa pria yang dia tolong ini adalah pria dari suku asli Sumatera yang masih menggunakan pakaian kuno.


Kisah Yanuar dan Kinan akan Autor tulis diakhir...karena Autor tau kalian masih penasaran bagaimana kelanjutan kisah Melin.


.


.


.


.


Saat pertama kali memasuki Istana Dalam tebing Insagi, pandangan mata akan disuguhi oleh gua galian dengan potongan kain-kain merah yang menjuntai di banyak sisi.


Kain-kain kafan yang entah sengaja diwarnai, atau memang udah merah dari pabriknya. Yang pasti bau ditempat itu seperti bau ruang dengan mayat hewan di dalammnya. Benar-benar busuk dan amat menyengat hidung. Sampai Jendral yang masih bervisual Melin pun terbangun dari pingsannya.


"Dimana ini?" tanya Jendral yang masih meringkuk mesra di dekapan Siluman Warok yang berbadan tinggi besar.


Namun hati kecil bocah SMU itu segera menangkap sebuah keanehan. Karena dia mencium bau busuk, lalu tubuhnya berayun serta matanya yang menangkap pemandangan langit-langit gua. Netralnya juga menangkap sosok lelaki besar tinggi yang biasa dia kenal sebagai Pak Wardi.

__ADS_1


Salah satu warga desa air keruh yang mempunyai tubuh besar dengan kekuatan yang cukup mengerikan. Jendral tidak terlalu kaget, ketika mengetahui kebenaran bahwa Pak Wardi adalah Siluman juga.


Ternyata suara yang dikeluarkan oleh Jendral terlalu lirih, sehingga tidak ada yang mendengar kecuali Jacson yang masih mempunyai visual Aya.


Kades Desa Air Keruh yang berjalan beriringan tepat disamping Siluman Warok, segera memberi instruksi kepada Jendral untuk tetap diam dan kembali berpura-pura pingsan.


Jendral sadar dia tidak punya pilihan lain selain menuruti instruksi yang dia dapat dari Jacson, situasi membuat dia tidak bisa berkomentar banyak. Dia harus bertahan dengan apa yang menimpanya saat ini, meskipun tidak terlalu buruk tapi cukup menyakitkan.


Dibopong oleh seorang laki-laki bertubuh besar, dengan bau yang tidak jauh beda dari kandang kambing. Disebuah ruangan gua yang baunya seperti sapiteng.


Jendral malah bersyukur, bahwa dia yang berada di posisi ini, bukanlah Melin.


Jika manusia biasa yang masuk ke dalam gua ini, maka mereka hanya akan menemukan gua buntu.


Karena hanya Insagi dan beberapa anak buahnya yang bisa membuka dan menutup pintu ghaib yang berada di ujung Goa tersebut. Hal inilah yang menjadi alasan Jacson mengikuti rencana gila yang dibuat oleh Melin.


Meskipun Jacson sering keluar masuk Istana Insagi Tetapi dia tidak pernah bisa membuka pintu ghaib itu, Jacson selalu bersama Yanuar ketika pergi ke istana tersebut.


Setelah pintu ghaib terbuka barulah, bau wangi seperti bunga melati, bercampur bunga mawar, bercampur bunga-bunga lainnya, tidak bisa dijelaskan. Pokoknya wangi banget.


"Jika aku bisa membunuh Jiwa Suci itu, maka istana megahku ini akan bisa dilihat oleh manusia biasa juga!" ujar Insagi.


Jacson dan Jendral yang mendengar perkataan itu tentu saja langsung kebingungan. Mereka ingin bertanya tapi takut ketahuan, jika tidak bertanya mereka penasaran.


"Jika Jiwa Suci itu mati, maka tidak akan ada lagi pemisah. Antara Alam manusia dan juga Alam Buana!" lanjut Insagi, diselingi tawanya yang menggelegar bahagia.


"Bukankah anda ingin menjadi manusia Tuan?" tanya Aya.


"Aku sudah merubah tujuanku! Aku akan menjadi Siluman Burung Garuda paling hebat, yang akan menguasai ketiga dunia!" tawa Insagi makin keras saja.


Jacson semakin yakin tentang pilihannya untuk membantu Melin adalah hal yang benar. Jika sampai Alam Manusia dan juga Alam Buana tergabung, maka tidak hanya Desa Air Keruh yang menjadi danau darah. Tetapi seluruh dunia pasti akan mengalami dampak mengerikan, karena serangan Manusia Setengah Siluman yang tinggal di Alam Buana.


"Ide Tuan sangat hebat sekali!!! Wahhhhhh, orang lain pasti tidak akan memikirkan hal itu!" ujar Aya yang di dalam diri Siluman Kucing Hitam itu adalah Jacson.

__ADS_1


Tiba-tiba Insagi malah berbalik ke arah Aya, Mata Burung yang tajam milik Insagi menelisik ke arah wujud Aya yang sangat aduhai di depannya.


"Ternyata kau tumbuh dengan baik dan menjadi wanita yang cantik!" ujar Insagi.


Tampak jelas mata itu berbinar karena tertarik dengan Oppai besar milik Aya.


'Dasar cowok, nggak Manusia, nggak Siluman, sama aja! Kalau lihat gunung kembar yang cukup besar, pasti akan langsung teler!' gerutu Jacson di dalam hatinya.


"Trimakasih Tuan karena sudah memuji saya!" ujar Aya yang pura-pura tersipu malu-malu tapi pengen.


Jacson punya rencana baru, jika dia berhasil mendekati Insagi. Maka Jacson akan langsung membunuh Siluman Burung Dara keparat itu, sebelum sempat memberi perintah pada anak buahnya untuk memburu Melin.


Maka jika itu berhasil, tidak akan ada kekacauan apa pun di bumi ini. Siluman-Siluman yang berada di Desa Air Keruh pasti bisa dia tangani dengan bantuan Adrian, lalu mengirim mereka kembali ke Alam Buana dengan tenang.


"Paduraksa akan mengobatimu secepatnya! Setelah kau sembuh, kau bisa mencariku di kamarku!" kata Insagi.


Seperti baru saja menang dalam kompetisi pembelian togel, Jacson amat sangat girang sekali. Ternyata mudah sekali menjebak Insagi, dia tidak pernah berpikir untuk menjebak Insagi dengan kecantikan.


"Broto antar Aya ke tempat Paduraksa!" perintah Insagi pada seorang penjaga gapuranya.


"Baik Tuan!" lelaki dengan kostum pengawal kerajaan jaman Majapahit keluar dan menghadap Insagi.


Entah Insagi mendapatkan kostum itu dari mana, karena sangat komplit. Tombak dan juga pedang serta tameng yang tampak amat nyata.


Melin yang masih dibopong oleh Siluman Warok, berjalan lurus mengikuti arah perginya Insagi. Sementara Aya diiringi oleh Broto menuju salah satu Istana lain yang lebih kecil.


Bangunan Istana ini begitu sangat megah dan sangat luar biasa, benar-benar mahakarya yang sebenarnya tidak boleh disembunyikan seperti ini.


Istana yang dimiliki oleh Insagi ini adalah salah satu Istana Pangeran Majapahit jaman dulu. Karena tidak rela istananya menjadi tempat orang lain, Insagi memanipulasi pikiran dan juga tempat untuk memindahkan Istana itu ke Alam Buana.


Dan sekarang mereka berada di perbatasan antara Alam Manusia dan Alam Buana.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2